Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 18


__ADS_3

Bima membuka matanya secara perlahan. Kemudian meraba kain yang menempel di dahinya, Pandangannya tertuju pada Anna yang menggenggam tangannya dengan erat, sedangkan tubuh Anna terduduk di lantai tanpa alas. Apakah wanita ini yang merawatnya semalaman?


Bima mengangkat tangannya hendak mengelus kepala Anna, Tapi seketika dia sadar siapa wanita di sampingnya. Dia adalah wanita yang telah menyebabkan kecelakaan adiknya sekaligus penyebab kematian Ibunya.


Bima memilih meninggalkan ranjangnya dan melakukan ritual mandinya. Biarlah hari ini dia membiarkan Anna tertidur anggap saja sebagai bonus karna merawatnya tadi malam.


Kalau boleh jujur sebenarnya hati Bima telah luluh akan ke lembutan Anna dan sungguh dia tak tega membiarkan Anna tertidur di lantai. namun dia harus mengutamakan egonya dan memikirkan sakit yang di terima keluarganya atas perbuatan Anna. Jika Anna tau bahwa Bima telah memindahkannya ke ranjang pasti dia akan berpikir yang tidak-tidak.


eeeugghh...


Anna terbangun dari tidurnya, kaget tak menemukan Bima di ranjangnya. Tapi akhirnya dia lega saat mendengar suara percikan air di kamar mandi.


Ia melanjutkan aktivitasnya dengan merapikan kamar Bima di lanjutkan dengan mempersiapkan semua pakaian yang akan di gunakan Bima ke kantor, setelah di rasa siap dia melanjutkan aktivitasnya di dapur.


Sementara Bima yang sudah siap mandi, dia mengeringkan badan dan rambutnya kemudian memakai baju yang telah di persiapkan Anna seperti biasa. setelah rapi dia menyusul Anna ke ruang makan. Disana sudah tersedia Nasi goreng kesukaannya


melihat kedatangan Bima, Anna langsung menyajikan makanan untuk Bima di piring.


Tak banyak protes sarapan pagi langsung di santap tanpa basa-basi. Setelah dirasa kenyang Bima meraih gelas yang telah di tuang air putih oleh Anna.

__ADS_1


" Hari ini tidak usah menungguku aku akan pulang larut itu aja, aku pamit. "


Bergegas Bima melangkah sambil membawa tas kerjanya tanpa menoleh ke belakang. Anna memandang punggung Bima yang semakin menjauh, sejauh jarak dan keadaan mereka.


" aku sedang tidak baik-baik saja, Bolehkah aku merasa capek. Aku merasa bahwa apapun yang aku lakukan tidak berguna. "


********


Di tempat sunyi ini hal yang paling di sukai Samuel. Tidak ada pengganggu, tak ada kepura-puraan semuanya alami menyatu dengan alam. Samuel memang menyukai tempat sepi tapi tidak dengan kesepian tanpa pendamping.


" Semua hal yang di rencanakan manusia ternyata hanya Tuhanlah yang mengetahui keputusan akhirnya. "


Samuel menoleh ke belakang. Darimana Vani tau tempat ini?, bukankah hanya dia dan Anna yang tau tempat ini?


" Sedang apa kau disini, dan dari mana kau tau tempat ini? " Ucap samuel dingin


"Harusnya aku yang tanya padamu, sedang apa kau disini? aku sedang sekarat di rumah sakit atas perbuatanmu dan anak yang ada di kandunganku telah hilang karna KAMU " Bentak Vani


" aku tidak peduli, sekarang jawab aku darimana kau tau tempat ini "

__ADS_1


" Apa itu penting sekarang? aku sedang membutuhkan kamu sam " Ucap Vani dengan suara yang semakin mengecil


" aku bilang aku ti-dak pe-du-li, beri tau aku atau kau akan tau akibatnya." ucap Samuel menekan suaranya


" aku-aku.. memasang GPS di ponselmu." Badan Vani bergetar gugup.


prok prok prok


" Hebat kamu vani, sudah mulai berani bermain-main denganku, sudah bosan hidup KAMU!!! " Ucap Samuel sambil mencekik Vani.


" to-long.. lepas-kan a-ku " tenggorokan Vani tidak bisa menarik nafas.


" Ini peringatan untukmu jika berani macam-macam denganku, akan ku lenyapkan kamu "


hosh hosh hosh


Samuel melepaskan cengkramannya di leher Vani dan pergi dengan amarah yang belum mereda.


" HAHHHHHHH AKU BENCI KAMU ANNA KENAPA SEMUA YANG KAU INGINKAN DAPAT TERPENUHI SEMENTARA AKU TIDAK"

__ADS_1


__ADS_2