Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
Bab 24


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Braakkk.


"Hanya ini kah yang bisa kalian lakukan? " Bima menatap tajam karyawannya satu persatu.


" Saya menggaji kalian bukan hanya untuk melalukan pekerjaan sampah seperti ini" Ucapnya sambil melemparkan berkas-berkas ke lantai.


"Dalam setengah jam saya mau rancangan yang baru, saya tidak mau mendengarkan alasan apapun dan dalam setengah jam lagi saya harus melihat berkasnya disini. " lanjut Bima sambil berlalu pergi.


"Akhir-akhir ini Tuan Bima jadi semakin sering marah-marah, sikap kejamnya yang dulu kembali kambuh lagi." ucap manager marketing


"Iya betul, aku pikir setelah adiknya sembuh maka sikap kejamnya akan hilang" sekertaris yang baru di pekerjaan Bima pun ikut menimpali dengan muka murung

__ADS_1


"ehh kalian belum tahu yahh, dari gosip yang ku dengar Nona Anna katanya pergi meninggalkan Tuan Bima. Semenjak Nona Anna menghilang sifat kejam tuan Bima kambuh lagi, solusi dari semua ini adalah Nona Anna harus kembali." Timbal yang lainnya.


"Hmm hmm apa kalian sudah tidak melihat saya disini lagi yah, hingga senang bergosip ria begitu? apa perlu saya tambah pekerjaan kalian?. " Jack yang sedari tadi di belakang mereka angkat bicara.


"ahh Tuan Jack maaf pak kami akan segera melakukan pekerjaan kami. " Ucap mereka sambil lari terbirit-birit yang di balas pandangan tajam dari Jack.


Jack mengambil laptop yang terletak di meja kaca yang super besar itu, dan berlalu meninggalkan ruangan rapat tersebut.


tok tok tok


"Ya silahkan masuk." Suara tegas Bima dalam.


Jack masuk, dan menutup pintu kembali. Bau asap rokok menusuk hidung, Rasa kasihan tersirat jelas di muka Jack, Atasan sekaligus sahabat bagi Jack sudah sangat berubah. Muka Bima semakin kelihatan tirus, Matanya juga terdapat lingkar hitam, Rokok dan minuman keras sudah menjadi santapan sehari-hari bagi Bima, Dalam satu bulan Bima sudah banyak berubah bagaimana jika satu tahun?. Namun wajah Bima tetap tampan dan berwibawa walaupun sudah banyak berubah.

__ADS_1


"Tuan ini laptop anda yang tertinggal." Jack meletakkan laptop di meja kerja Bima. " Apakah Tuan butuh sesuatu?"


" Tidak Jack, tinggalkan saja ruangan saya. Saya ingin sendiri dulu."


"Baiklah Tuan kalo begitu saya pergi dulu." Jack berlalu dan menutup pintu ruangan Bima. Sebenarnya dia tidak benar-benar pergi. Dia menunggu di depan pintu ruangan Bima seperti yang selalu di lakukannya sebelumnya semenjak Anna pergi dari kehidupan Bima.Jack akan begitu sabar mendengar setiap isakan tangis penyesalan dari Bima.


Setiap kata-kata yang akan di lontarkannya dari mulut Bima, Jack mendengar semuanya.


Untunglah ruangan Bima berada di satu lantai teratas, Ruangan yang tidak di gabung bersama ruangan karyawan lain. Di lantai tersebut hanya ada ruangan Bima dan Jack.


Jadi orang lain tidak akan mendengar suara isakan Bima. Jika ada karyawan yang ingin bertemu dengan Bima harus melalui persetujuan Jack. Itulah mengapa Bima sangat mempercayai Jack, karna baginya Jack melebihi sahabat atau keluarga. Setiap Rahasia Bima, Jack tidak pernah mebocorkan kepada orang lain.


Di setiap perjalanan hidup Bima, Baik itu suka dan Duka Jack lah orang pertama yang selalu mendukungnya sebelum kehadiran Anna.

__ADS_1


Begitulah sebaliknya di saat keadaan terpuruk Jack Bima lah yang pertama mengulurkan tangan untuk menarik Jack dari keterpurukannya.


__ADS_2