
Dua bulan telah berlalu, tinggal satu minggu lagi pernikahan Samuel dengan Anna akan di laksanakan mereka telah mempersiapkan semuanya mulai dari baju pernikahan,tempat dan lain sebagainya telah di diskusikan dan di persiapkan dengan mewah.
Kedua keluarga belah pihak merupakan keluarga yang tergolong kedalam keluarga kaya dan mereka juga sangat mendukung keputusan Anna dan Samuel.
Maklumlah selama Lima Tahun mereka menjalin hubungan, Anna sering berkunjung ke rumah Samuel demikian sebaliknya Samuel juga sering berkunjung ke rumah Anna.
Sifat Anna dan Samuel yang sama-sama baik membuat para orangtua mereka menyukai calon mantu masing-masing dan sudah menganggap mereka seperti anak sendiri.
Anna memiliki satu saudari laki-laki bernama Raka dan satu saudara perempuan bernama Bunga. Mereka semua telah menikah sementara Anna adalah si anak bungsu sedangkan Samuel adalah anak tunggal dari ayah dan ibunya.
Setelah menjelang malam semua aktivitas uang mereka lakukan pun akhirnya selesai dan kembali ke rumah masing-masing.
Saat Hendak Tidur Samuel mendapat telepon dari Tomi sahabatnya yang mengajak Samuel untuk datang ke sebuah club untuk merayakan hari menjelang pernikahan Anna dan dirinya.
Karna cuaca sudah gelap di tambah karna satu harian mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk pernikahan mereka, Samuel mengurungkan niat untuk mengajak Anna. Dia berfikir sebaiknya Anna istirahat di rumah saja namun sebelum pergi Samuel mengabari Anna terlebih dahulu supaya dirinya tidak khawatir.
Sesampainya di club Samuel melihat para teman-temannya semua telah berkumpul disana termasuk Vani sahabat Anna.
"hai Sam disini" lambai mereka ke arah Samuel
Dia bergegas melangkah kesana.
"hai broo congratulations" kata Tomi sambil memeluk Samuel.
__ADS_1
"Oh iya, Anna mana ga ikut sama lu?" lanjut Tomi yang tak melihat kehadiran Anna.
"Yah cepat-cepatlah menyusul. Oh iya aku tidak mengajak Anna, dia terlalu capek satu harian ini mengurus pernikahan aku ga tega harus mengajaknya lagi kesini " Ucap samuel sambil membalas pelukan Tomi, Wajah Tomi seketika berubah namun secepatnya dia menyembunyikannya.
"selamat broo" Kata teman-temannya bergantian.
Tak terkecuali dengan Vani dengan genitnya dia memeluk Samuel dengan manja dengan pakaiannya yang kurang bahan itu dia mengucapkan selamat pada Samuel, dengan sengaja berbisik dengan suara seksinya samuel hanya tersenyum dan berusaha menolak, sungguh dia risih dengan kelakuan Vani Jika saja Vani bukan Sahabat Anna, sudah dia lempar saat itu juga.
"Mari minum dulu sebagai ucapan selamat atas pernikahanmu." Kata Vani dengan manja memberikan segelas minuman kepada Samuel yang tak di ketahui oleh Samuel bahwa di dalam minumannya telah Vani tambahkan dengan obat perangsang.
"Bantu aku membawanya nanti ke kamar, aku tunggu disana" Bisik Vani pada Tomi dan hanya di balas jempol oleh Tomi.
Samuel meminum minumannya tanpa sisa tanpa rasa curiga sedikit pun karna samuel sudah menganggap mereka seperti saudara sendiri.
Tak beberapa lama Samuel merasa pening seluruh badannya terasa panas tidak bisa di kontrol.
"Kamu disini dulu broo, istirahat dulu" Kata Tomi sambil meletakkan tubuh Samuel ke kasur.
" Ga sebaiknya antar aku pulang aja Tom, kayaknya kepala aku pusing banget panas banget lagi seluruh Badan aku. Antar aku aja deh ke rumah Tom yahh." Samuel berkata seraya memohon pada Tomi.
"Duhh Bukan apa-apa broo tapi aku ga bisa ngantar kamu soalnya aku ga bawa mobil, atau aku minjam mobil teman dulu, tunggu disini Aku pergi cari mobil dulu." Kata Tomi dan pergi secepatnya tak lupa juga iya mengunci pintunya dari luar.
'Maaf Sam bukannya aku ga mau ngantar tapi rencananya harus berjalan mulus.' Batin Tomi enteng seraya memutar-mutar kunci kamar tersebut di jari telunjuknya.
__ADS_1
"Ahhh Tomi belum juga dengar penjelasan aku, Aku harus nyusul sepertinya." Monolog Samuel sambil berjalan melangkah ke arah pintu.
"Ehhh mau kemana sayang jangan langsung lari dong kita kan belum melakukan apa-apa" Vani yang sudah sembunyi di kamar tersebut dari tadi menghalangi jalan Samuel sambil tersenyum smirk.
Dengan hanya memakai handuk yang pendek dia melilitkan tubuhnya dengan handuk tersebut, Memperlihatkan setengah dadanya dan paha putihnya.
"Van bantu aku tolong panggil kembali Tomi kesini aku harus pulang, atau tidak pinjami aku ponsel mu soalnya ponselku tertinggal di sana" ucap Samuel memelas
"Ahh maaf sayang, aku ga bisa soalnya kita harus tuntaskan permainan ini" Ucap Vani dan mendorong Samuel ke ranjang kemudian m*l*mat bibir Samuel.
"Apa yang kamu lakukan vani??!!. Kamu sudah gila yah!!" Samuel mendorong Vani dan membulatkan matanya sempurna.
"Kamu tidak usah Takut sayang bermainlah denganku ha ha ha ha" Vani tertawa melihat keadaan Samuel yang semakin bergairah.
Dengan gerakan yang sengaja dibuatnya se seksi mungkin Vani melepas handuknya, Dan menindih Samuel kembali Sedangkan Samuel yang telah di bawah kendali efek obat perangsang Tidak kuat lagi melawan kehendak Tubuhnya. Pikirannya memang mengatakan Tidak tapi tubuhnya berkehendak lain. Sekeras apapun dia melawan pada akhirnya kalah juga.
Dengan pandangan yang kabur Samuel berfikir bahwa yang di depannya itu adalah Anna dan dengan sekali tarikan tubuh Vani di putar balik oleh Samuel ke kasur, menimpa tubuh Vani dari atas dan mulai ******* bibir Vani dengan ganas. Kemudian mencium leher Vani meninggalkan bekas ke merah-merahan disana. Samuel melancarkan aksinya dia sungguh tak sadar bahwa dia melakukannya dengan Vani.
"Anna aku sangat mencintaimu" bisik Samuel di telinga Vani yang membuat vani kesal, dia menggigit leher Samuel membuat hasratnya semakin meng gebu-gebu semua rencana yang telah Vani susun dengan Tomi akhirnya berhasil. Mereka menghabiskan malam yang panjang tanpa memikirkan apa yang akan terjadi untuk hari berikutnya.
******
Vani dan Tomi merupakan sahabat baik Samuel dan Anna. Vani bersahabat dengan Anna sementara Tomi bersahabat dengan Samuel. Ketika Samuel dan Anna pacaran Vani dan Tomi sangat kecewa.
__ADS_1
Bagaimana tidak Vani mencintai Samuel sementara Tomi sudah lama mengejar dan mencintai Anna. Dan ketika Samuel melamar Anna di taman dua bulan yang lalu Vani menyaksikan itu semua dengan marah dan kecewa.
Selama ini dia berusaha untuk membuat Anna dan Samuel untuk putus namun tak berhasil sama sekali. Hingga akhirnya dia ketahui bahwa Tomi juga mencintai Anna dan akhirnya mereka bersekongkol untuk menjebak Samuel dan rencana mereka pun akhirnya berhasil.