
Anna mendengus kesal akan sikap polisi padanya, padahal dia sudah berusaha keras menjelaskan bahwa dia tidak ada kaitannya dengan tabrak lari tersebut tetapi dia tetap saja tidak di percayai oleh mereka.
"baru juga keluar rumah udah ada masalah yang bikin kesal aja" batin anna
"pak lebih baik kasus ini diselidiki dulu baru cari saya lagi,saya sudah menjelaskannya dengan sebenar-benarnya tapi bapak tidak percaya" ucap anna kesal
"baiklah bu kami akan membiarkan ibu pulang tetapi jika kami akan memerlukan keterangan ibu lagi kami akan memanggil ibu" pak polisi akhirnya memberi keputusan.
Anna pergi dari sana dengan kesal dia hanya berusaha untuk membantu namun malah berujung dengan rasa sial,dia melangkah keluar dari sana dan memesan taksi untuk pulang.
Setelah anna berlalu secara bersamaan bima menghentikan mobilnya di depan kantor polisi dan segera turun dari mobilnya mewahnya dan masuk ke dalam kantor dan duduk di depan polisi yang menyelidikinya.
"permisi pak saya adalah abang dari si korban,bagaimana soal penyelidikannya pak apa pelakunya sudah mengakuinya" tanya bima penasaran
"begini tuan sejauh penyelidikan kami orang yang bersama korban setelah kecelakaan itu tidak mau mengaku bahwa dia adalah pelakunya bahkan kami pun yang telah menyelidiki wanita tersebut tidak layak untuk di curigai dan tidak ada kaitannya dengan kejadian tersebut." jelas pak polisi
"apa pak,bapak bilang tidak ada kaitannya maksud bapak apa??!!,jelas-jelas adik saya sudah sekarat disana tapi bapak bilang tidak ada kaitannya??" bentak bima yang sudah di penuhi amarah sambil menarik kerah baju pak polisi
"tolong jaga perilaku kamu tuan ini kantor polisi jangan gunakan emosi anda disini,tolong hargai kami" bentak polisi yang lain.
Bima melepaskan kerah baju polisi dengan lemas mungkin dia tidak bisa berharap pada polisi tersebut,di pikiran bima si pelaku pasti telah menyogok sang polisi.
"aku harus menyelidikinya sendiri, begini juga bagus dengan begini aku mampu menyiksa wanita tersebut dengan tanganku sendiri" batin bima.
Bima melangkah pergi dari sana tanpa permisi lagi dia berjalan keluar sambil mengambil benda pipih di kantong celananya, setelah sampai di mobilnya dia menelepon sang asisten sekaligus sekertaris kepercayaannya.
tut panggilan tersambung
__ADS_1
"halo tuan apa yang bisa saya lakukan??" tanya jack di seberang
"kamu selidiki siapa wanita yang telah di mintai keterangan oleh polisi sore ini terkait kecelakaan roni beritahu padaku secepatnya" ucap bima dan langsung mematikan panggilannya
"akan ku pastikan kau tidak akan pernah bisa lari dari genggamanku,kamu harus membayar semuanya" batin bima sambil menyetir mobilnya kencang menuju rumah sakit.
**********
Anna sampai di rumah tepat pukul 19.00wib mukanya kembali lesu mengingat kejadian sialnya hari ini.
"hai sayang kamu sudah pulang" sapa sang ibu yang menunggu anna sedari tadi
"iya maa" jawab anna berusaha tersenyum
"baiklah kamu ganti mandi dulu setelah itu kita makan bersama-sama ada yang ingin ibu dan ayah bicarakan denganmu sayang" ucap sang ibu
"iya tunggu anna mandi bentar ya maa" kata anna sambil berlalu ke kamarnya dia tidak mau menceritakan kekesalannya hari ini pada keluarganya karna takut mereka khawatir.
*ruang makan
"selamat malam semua" sapa anna sambil tersenyum
"selamat malam nak"
"selamat malam an" sapa mereka serempak
"wih ada menu makanan apa malam ini??" kata anna ceria
__ADS_1
"makanan kesukaanmu dong" jawab mama tersenyum
"yeyy,mama memang yang terbaik"
"iya dong sayang,ayo makan yok sini mama ambilkan makanannya" ucap mama sambil mengambil makanan ke piring anna
"yeee manja betul tuh anak mami" ejek sang kakak
"iya dong aku kan anak bungsunya mama emang kakak tuhh bleee" ejek anna balik
"ihh bangga banget jadi anak bungsu dulu sewaktu kecil juga kemana-kemana tuhh harus narik-narik rok mama trus kalo ketemu orang bersembunyi tuhh di belakang mama"
"ehhh kak Bunga (nama kakak anna) juga sewaktu kecil pasti gitu"
"dihh engga lah yahh kamu kan beda sama kakak,soalnya kamu tuh kan jelek cantikan kakak dong" ucap Bunga sambil mengibaskan rambutnya
"diihh kakak sok kecantikan amat dehhh kakak tuh yang paling jelek" ucap anna
"kamu yang paling jelek"
"kakak yang jelek"
"kamu"
"kakak"
"kamu"
__ADS_1
"udah-udah kalian itu selalu kek gitu, kalian itu bukan anak-anak lagi udah dewasa" ucap mama menghentikan perdebatan mereka sementara ayah, rian abang ipar anna dan Raka abangnya anna cuma tertawa lucu akan kelakuan mereka.
Memang inilah kebiasaan anna selalu berdebat dengan sang kakak walaupun memang mereka saling menyanyangi. Namun karna sibuknya keluarga kakak dan abangnya membuat mereka jarang bertemu. Kakaknya sering ke luar negeri dan bahkan menetap disana dengan keluarga kecilnya. Sementara Raka sibuk mengurus perusahaan ayahnya, jadi butuh waktu sedikit untuk keluarga.