
Bima melangkah memasuki rumah dengan sempoyongan, wajahnya merah padam dan bau minuman sangat pekat dari mulut dan tubuhnya.
Anna yang melihatnya berusaha membantunya namun Bima yang sudah mabuk berat malah memojokkan Anna ke dinding tembok. Mel*mat paksa bibir mungilnya.
Semuanya terjadi begitu saja, Anna telah memberikan milik berharganya satu-satunya. Apakah dia harus bahagia untuk hal itu?
Namun penyesalannya adalah mereka melakukannya saat bima sedang tidak sadar akan apa yang telah di lakukannya.
Suara burung berkicau di pagi hari, Bima membuka matanya secara perlahan dan dia mendapati Anna di dalam dekapannya
Apa ini? apa yang telah di lakukannya??
Tangannya secara perlahan mengelus surai indah milik Anna, haruskah dia membuka hatinya untuk istrinya itu??.
Semenjak kejadian itu Anna lebih banyak menghindari Bima, dan berusaha untuk sibuk dengan kegiatannya tanpa bertemu dan bertatapan dengan Bima.
Sedangkan Bima berusaha mendekati Anna namun sibuknya pekerjaan membuatnya tak punya begitu banyak waktu. Begitulah berlalu setiap hari.
Satu minggu kemudian....
Anna menarik nafas dalam-dalam, keputusannnya sudah bulat untuk meninggalkan negeri ini, cukup sudah Bima mempermainkan hati dan pikirannya dengan setiap siksaan yang diberikan untuknya.
__ADS_1
Anna berfikir banyak perubahan Bima selama beberapa hari ini, dan bahkan tidak mempersulit Anna lagi.
Anna pikir Bima telah membuka hati untuknya setelah kejadian itu, Walaupun Dia menghindarinya Anna fikir akan ada terbersit rasa rindu pada hati Bima untuknya Akan tetapi tadi malam cukup menghancurkan hatinya saat melihat Bima dalam pelukan wanita lain, Yang tak lain adalah Vani mantan sahabat yang sangat dia percayai dulu, tidak cukup menyiksanya sekarang menghancurkan hatinya hingga tidak ada lagi yang harus di pertahankan dalam pernikahan yang pahit ini.
" Ya Tuhan kuatkan hatiku, biarkan otakku menghapus setiap memori tentangnya. Jika memang ini yang terbaik maka aku akan pergi dan mengurung niatku untuk meluluhkan hatinya. "
Flash back on
Bima menghabiskan puluhan botol minuman keras itu, setelah tau bahwa dia telah salah menilai dan bahkan menyiksa Anna yang seharusnya bukan kesalahan yang harus di tanggungnya, Ditambah dia telah melakukan hubungan ranjang dengan Anna. Yah Bima menerima semua informasinya dan kenyataan berat telah memenuhi otaknya rasa bersalah yang besar untuk Anna. Ingin dia segera meminta maaf untuk Anna namun egonya menutupi semuanya. Ujungnya dia memilih menenangkan pikiran dengan minuman keras itu sebelum meminta maaf menyesali tindakannya dan memulai kehidupan baru dengan Anna.
Dan saat bersamaan pula Vani berada disana memulai rencana gilanya. Apalagi selain menghancurkan kehidupan Anna.
"Pak pastikan orangnya meminum obat yang telah saya berikan, soal bayarannya saya sudah siapkan dan jangan lupa bawa dan antar ke kamar yang telah di persiapkan" Ucap Vani pada pelayan club yang telah di sewanya sambil menyodorkan amplot coklat berisi uang.
"Anna..., Anna siapa bilang kamu akan hidup bahagia. Selagi masih aku hidup di dunia ini akan ku pastikan hidupmu akan sengsara."
*******
"Ini minuman anda Tuan silahkan di minum"
"hmmm, berikan padaku dan jangan menghalangi pandangan mataku" Ucap Bima sambil mengibaskan tangannya.
__ADS_1
"huhhh. Dasar angkuh pantas aja nyonnya yang tadi memberinya obat, orangnya aja angkuh begini. Mampus minum tuh alkohol perangsang ha ha ha ha"
Bima merasa tubuhnya semakin panas. Udara di ruangan itu semakin panas saja menurutnya, dia membuka dasi yang melekat di leher kemejanya dan membuka dua kancing teratas membiarkan sedikit udara dingin menghembus kulitnya.
"Tuan, Anda sepertinya kepanasan biarkan saya mengantar anda ke ruangan yang lebih dingin" Ucap pelayan tersebut setelah kembali mendekat ke arah Bima.
"hmm" Bima berdehem pasrah biar gimana pun itulah yang di butuhkannya sekarang.
Pelayan tersebut membawa Bima ke kamar yang telah di rencanakan sebelumnya dan menidurkannya disana.
Bima menutup matanya secara perlahan untuk menentralkan sejenak pikirannya dan akhirnya malah terlelap. Namun hal itu menjadi peluang bagi Vani.
sepuluh menit sebelumnya dia telah mengirim pesan pada Anna dengan nomor palsu. Sebab Vani tau bahwa Bima akan menolaknya walaupun dalam keadaan terangsang berat.
Vani membuka sedikit gaunnya dan tidur di samping Bima.
"satu dua tiga..." hitung Vani dalam hati dan pura-pura tertidur
Brakkk
Anna membuka pintu dengan paksa dan betapa terkejutnya dia melihat apa yang ada di depannya.
__ADS_1
tak butuh penjelasan apapun dia segera berlari dan menjauh dari sana, pulang ke rumah dengan hati yang hancur bagaikan gelas yang pecah.
flash back off.