Menantu Pilihan Mama

Menantu Pilihan Mama
bab 8


__ADS_3

satu minggu telah berlalu sejak kepergian orangtua bima, satu minggu juga iya tidak punya semangat hidup roni adik satu-satunya bima masih terbaring koma di rumah sakit.


Tapi hari ini bima tidak bisa diam juga, dia harus mengabulkan permintaan terakhir ibunya, menikahi wanita yang di jodohkannya padanya hanya dengan begini bima bisa membahagiakan orangtuanya yang sudah jauh di surga.


Bima berjalan keluar dari rumahnya menuju mobilnya kemudian dia membuka pintu mobil dan duduk di tempat mengemudi dan menutup pintunya kemudian dia menjalan mobilnya menuju alamat rumah orangtua Anna.


sebenarnya Bima sudah mengenal kedua orang tua dan saudara-saudara anna lewat pertemuan mereka sekali yang di temani ibunya dan pada saat pemakaman orang tua bima minggu lalu, namun dia belum pernah bertemu dengan anna karena anna ada halangan kala itu.


tiga puluh menit perjalanan bima sampai di depan rumah orangtua anna,dia turun dari mobil dan langsung menghampiri kedua orang tua anna yang sudah menunggunya dari tadi


"selamat datang nak bima" kata lisa menyambut kedatangan bima


"halo om tantee" kata bima sambil menyalami dan mencium punggung tangan lisa dan agung secara bergantian


"silahkan masuk nak bima" kata agung sambil menuntun bima masuk ke ruang tamu,Mereka duduk bersama-sama di sofa ruang tamu.


"oh iya nak kamu mau minum apa,biar tante suruh dibuatkan"


"tidak usah repot-repot tante bima akan ambil sendiri nanti" kata bima sambil tersenyum sopan


"lohh kok gitu sih nak,kamu kan tamu kami bagaimana mungkin seorang tamu ambil minuman sendiri" kata lisa


"yaudah tante saya minum teh manis saja,maaf merepotkan" kata bima


"yasudah kamu ngobrol sama om dulu,tante suruh bibi buatin minumannya sekalian mau panggil anna" kata lisa sambil menyuruh seorang pelayan membuatkan minuman dan kemudian naik ke lantai atas memanggil anna.

__ADS_1


"oh iya bima bagaimana pekerjaan di kantor kamu akhir-akhir ini??" tanya agung


"semuanya berjalan lancar kok om" kata bima


"baguslah" kata agung


agung dan bima berbincang cukup lama,agung merasa puas dan lega putrinya bisa di titipkan kepada sosok laki-laki se baik bima.


*kamar anna


"anna sayang kamu sudah siap belom?" tanya lisa setelah sampai di depan pintu kamar anna.


"udah kok mah" kata anna sambil membuka pintu


anna tampak sangat cantik malam ini,anna memakai baju gaun seukuran di atas lutut namun terkesan sopan



"wahh anak gadis ibu benar-benar cantik" kata lisa bangga


"iya dong mahh anak siapa dulu" kata anna sambil tertawa ringan


"yaudah sayang ayo kita turun ke bawah calon suami kamu dah nungguin tuhh,udah ga sabar pengen liat anak gadis mama yang satu ini" goda lisa


"mama apa-apaan sih" kata anna sambil memayunkan bibirnya

__ADS_1


Anna menghirup nafas kuat-kuat dan menghembuskannya secara perlahan-lahan


"aku harus bisa, ini demi kedua orang tuaku aku ga mau mereka khawatir aku juga ga mau selalu di kejar-kejar cowok brengsek seperti samuel, iya aku harus bisa


cinta bisa tumbuh seiring berlalunya waktu,bukankah cinta bisa tumbuh setelah pernikahan?, kek di novel-novel yang kubaca" batin anna


tak tak tak tak tak tak


suara langkah kaki anna dan lisa menuruni tangga


bima dan agung yang sedang asyik mengobrol serempak mengalihkan pandangan mereka ke arah anna dan lisa


deg deg deg


Rahang bima mengeras dia mengepal kedua tangannya kuat-kuat, yah wanita ini wanita yang sudah lama di carinya dan secara kebetulan adalah wanita yang di jodohkan untuknya


"Tuhan sedang membantuku dia sendiri yang datang padaku,wanita cantik bersikap lembut tapi hatinya busuk" batin bima sambil tersenyum jahat.


Anna memandang lelaki yang di jodohkan dengannya, lelaki yang tampan dengan kulit putih bibir tipis dan merah,badan atletis dan tinggi. Hidungnya yang mancung dan matanya yang sipit dipadukan dengan bola mata bulat dan hitam.


"sungguh sebuah maha karya yang sangat sempurna" batin anna


tak sengaja mata bima dan anna bertemu


"tunggu ada yang salah,pandangan mata lelaki ini seakan sangat membenciku" batin anna sambil tertunduk tak mampu melihat padangan bima yang sangat tajam

__ADS_1


"huhhh sadar juga wanita ini,langsung menundukkan kepalanya" batin bima sinis


__ADS_2