
Sorot matanya yang yang dingin hingga mampu membuat tubuh Sasya bergetar. Setelah selesai berbicara, pria itu kemudian berbalik dan berjalan ke seberang jalan.
Di sisi lain, Alex yang tertegun akhirnya sadar dan buru-buru
berlari untuk membantu Sasya. Tapi Sasya malah mendorongnya, "Pergi" Sambil menutupi wajahnya dan bangun dari tanah.
Melihat mobil tadi telah pergi, Sasya kemudian mengeluarkan telepon dan menghubungi sebuah nomor dan berkata dengan marah, "Aku ingin kamu mencarikan identitas pemilik mobil untukku, nomor mobilnya
S6666. Dia tidak percaya bahwa Chelsea memiliki pendukung besar.
Di dalam mobil, Chelsea memandang Reaner dan berkata dengan serius. "Anakku sayang, Reaner, Ibu beritahu ya. Bahwa memukul orang di seperti tadi itu tidak baik"
Namun setelah itu, percakapan berubah dan dia berbicara sambil tersenyum. "Sebenarnya mudah saja untuk balas dendam pada orang-orang seperti itu, caranya begini. Seperti sebuah adegan drama TV, ajak bertemu targetmu, lalu bawa dia dengan paksa ke tempat dimana tidak
ada orang yang bisa menemukannya. Dan lakukanlah"
"Dalam kamus keluarga, tidak ada drama!" Reaner memandangnya dengan heran. Ibunya pasti terlalu sering melihat drama tak bermutu.
Tapi, di lubuk hati Reaner dia merasa lega. Dia takut jika Chelsea akan menggertaknya seperti orang tua lain untuk mendisiplinkan anaknya, sehingga dia akan pusing. Selesai berbicara, dia mengangkat wajah kecilnya dan berkata dengan bangga, "Jangan khawatir tidak ada
yang bisa menghinamu lagi."
__ADS_1
Penampilan kecilnya yang sangat lucu, membuat Reaner tertawa lalu membawanya ke dalam pelukannya. "lya, anakku Reaner sayang! Setelah ini, ibu akan mempercayakan semuanya kepadamu."
Dia bukannya orang yang keras kepala. Dia hanya harus kuat menghadapi hinaan.
Chelsea juga tidak berpikir bahwa perbuatan Xiao Yinning itu salah, dengan membiarkan beberapa anak buahnya menghajar Sasya. Karena seseorang memang harus memberikan Sasya pelajaran yang tepat. Meskipun itu tadi termasuk tindakan kekerasan, tapi apa salahnya?
Ujung telinga Reaner terlihat memerah, dia terlihat sepertinya menyembunyikan rasa malunya di bawah lengan Chelsea dan setelahnya tidak bergerak lagi.
Chelsea tertawa, dia selalu menemukan bahwa meskipun bocah ini selalu menunjukkan kedewasaan yang melebihi usianya. Tapi selama dia menunjukkan sifat manjanya, maka ujung telinganya akan berubah menjadi merah, dan itu sangat lucu. Chelsea tidak bisa menahan tawanya lagi, Dia sengaja mencubit wajah kecil Reaner dan menciumnya dengan kuat. Reaner lalu menyeka air liur dari wajahnya dan
mengabaikannya.
Berjalan ke Supermarket, Chelsea mendorong kereta belanja dengan satu tangannya dan tangan yang lain menggandeng Reaner.
"Ibu aku mau naik mobil-mnobilan... " Ucap seorang anak di sebelah mereka, anak itu terlihat seperti berusia empat atau lima tahun yang saat ini memegang kaki ibunya.
"Ok." jawab sang ibu tersenyum kemudian menempatkan anak itu ke dalam kereta belanjanya.
Reaner yang melihat hal itu, sedikit melengkungkan bibirnya.
Chelsea mengedipkan mata, darn berfikir jika begitulah seharusnya seorang anak diperlakukan. Tidak dapat menahan diri, Chelsea tersenyum dan langsung menempatkan Reaner ke keranjang belanjanya juga.
__ADS_1
"Sini sini sini, kita juga naik mobil-mobilan." Wajah Reaner berubah seperti apel merah.
Ibunya membuatnya malu.
'Dia sudah berusia lima tahun, oke?"
Jika Franky tahu bahwa dia masih didorong di keranjang belanja, mereka pasti akan menertawakannya. Rasanya susah untuk melawan, tapi dipaksa kembali oleh Chelsea. Lalu berkata sambil tersenyum, "Ayo pergi"
Keranjang belanja itu siap untuk melaju, dengan memegang erat keranjang belanja dan meluncur dengan cepat seperti mobil.
Di supermarket, Chelsea berlari bersama Reaner, dengan
meninggalkan tawa di sepanjang jalan. Mata besar Reaner terlihat cerah. Dia tidak pernah memiliki pengalaman seperti ini. Wajah merahnya akhirnya menunjukkan sedikit hal yang baru dan kegembiraan sesuai usianya. Kedua bodyguard berlari di belakang mereka dengan cepat.
Melihat senyum bahagia di wajah Reaner, membuat mereka
tercengang., Pasalnya wajah yang selalu dingin itu akhirnya menjadi lembut. Mereka akhirnya mengerti mengapa Tuan Muda menginginkan wanita ini menjadi ibunya.
Kembali ke rumah, Chelsea kemudian memasak makan malam besar khusus untuk Reaner seorang. Setelah makan malam, mereka melanjutkan menonton TV sebentar.
Dan saat jam tidur tiba, Chelsea berdehem dan berkata kepada Reaner, "Aku ingin tidur di kamar lain."
__ADS_1