
Karena kaki Chelsea sedang terluka, Leo dengan tegas melarangnya berlarian.
Dan Chelsea juga sudah menghubungi pelatih untuk mengajukan cuti.
Menghentikan sementara pelatihan dan semua kegiatan terkait, dan beristirahat di rumah.
Pagi hari berikutnya...
Ketika Chelsea sudah bangun, dia bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan.
Leo mengerutkan keningnya ketika dia mendengar seseorang yang keluar dari kamar.
"Luka di kakimu masih belum sembuh. Jika kamu banyak bergerak, itu akan menyusahkanku."
Kemudian dia menarik Chelsea, membawanya ke sofa ruang tamu.
Chelsea kesal, berpikir mengapa dia menyusahkan Leo. Padahal dia khawatir jika Leo dan Reaner akan kelaparan.
Tak lama terlihat Reaner keluar dari kamarnya masih menguap, kemudian memanggil ibunya dan duduk di sebelah Chelsea.
Karena hari ini adalah hari libur, jadi dia tidak pergi ke Sekolah.
Chelsea mengusap kepala Reaner dan bertanya, "Sayang, apa kamu lapar?"
Seolah menjawab pertanyaan Chelsea, perut kecil Reaner berbunyi tanda merespon.
Chelsea tanpa sadar berpikir untuk memasak. Namun, karena Leo meliriknya, jadi dia harus kembali duduk. Menatap Reaner, dengan mengedipkan matanya beberapa kali.
Melihat interaksi keduanya yang lucu, Leo hanya bungkam. Setelah itu dia berdiri dan mengambil kunci mobil, lalu pergi keluar untuk membeli sarapan.
Selesai sarapan, Chelsea sedikit berbaring di sofa sambil mencerna makanannya.
Dengan Reaner yang duduk di sampingnya sambil menonton TV.
Terlihat Leo kembali dari kamar dan ikut duduk di sofa, membuat Chelsea mengajukan pertanyaan, "Apa kamu tidak pergi bekerja?"
Leo meliriknya dan berkata dengan santai, "Presdir juga butuh istirahat."
Chelsea menyipitkan matanya, "Bukankah dia sudah cukup beristirahat?"
Leo mengabaikannya, kemudian menarik kaki Chelsea yang terluka dan meletakkannya di kakinya untuk melepas kain kasa yang terbalut di kakinya.
Chelsea melihat jika Leo membawa salep di tangannya. "Ternyata dia baru saja ke kamar untuk mengambil ini.!"
Mengingat kejadian kemarin, saat dia kesakitan ketika diberi obat. Chelsea tidak bisa menahan diri untuk berkata, "Kamu.. kamu tenang saja"
__ADS_1
Leo memandangnya dengan malas,
Chelsea berbisik, "Bukan kamu yang sedang terluka."
Saat dia bicara begitu, tangan Leo sudah mengoleskan salepnya. Chelsea hanya bisa menutup matanya dan bersiap untuk berteriak. Ternyata dia hanya merasakan sensasi dingin di kakinya.
"Eh? Kenapa tidak sakit?"
Perlahan membuka matanya, melihat memar dan bengkak di kakinya sudah mendingan. Jari-jari putih dan ramping Leo menyentuh kakinya dan memijatnya dengan lembut.
Dan tidak terasa sakit, malah terasa dingin. Membuatnya merasa sangat nyaman.
Chelsea berbaring dengan nyaman sambil memeluk Reaner,
mencium wajahnya yang kecil sambil menonton TV bersama.
Yah, hidup ini memang benar-benar sangat indah!
Meskipun dia dan Leo selalu bertengkar, tapi dia tidak pernah lupa untuk memijat dan mengoleskan salep setiap hari. Hingga kakinya sembuh total hanya dalam beberapa hari.
Dengan penuh semangat Chelsea ingin sekali memeluk Leo.
Leo juga beberapa hari ini tidak pernah menyindir dan
Dessy meneleponnya beberapa kali, pelatihan kompetisi
kecantikan sudah mencapai tahap akhir. Baru-baru ini, mereka juga sering bekerja sama untuk kegiatan promosi.
Ketika Chelsea tiba di tempat latihan, dan tepat setelah itu para peserta diajak pergi ke sebuah pesta makan malam.
Chelsea yang kebingungan, langsung ditarik ikut ke dalam mobil bersama Dessy duduk di sebelahnya, dengan gembira menarik tangan Chelsea dan bertanya tentang kondisinya, "Apakah kakimu sudah baikan?"
"Mengapa kamu kembali begitu cepat?"
"Jangan khawatir, aku sudah merasa baikan."
Chelsea tertawa, padahal dalam hatinya dia sedang mengeluh. Jika dia belum baikan, maka dia tidak akan bisa kembali kesini.
Beberapa hari tidak bisa menginjakkan kakinya ke tanah, benar-benar membuatnya terasa tercekik.
Takut Dessy akan khawatir, dia lalu mengangkat kakinya dan
berbalik.
Dessy akhirnya merasa lega.
__ADS_1
Memikirkan sesuatu, dia kemudian melihat seseorang yang berada di dalam mobil.
Kemudian menarik Chelsea dan bertanya dengan suara pelan.
"Apakah kamu kenal dengan Presiden Hernandez dari City?"
"Tidak, aku sama sekali tidak mengenalnya."
Chelsea hampir saja tersedak oleh air liurnya sendiri, karena mencoba menyangkalnya dengan suara yang keras.
Dessy memandangnya dengan aneh, "Apa yang membuatmu begitu bersemangat?"
Ugh ugh, Chelsea sampai terbatuk dua kali, "Aku.. aku hanya terkejut dengan pertanyaanmu. Bagaimana mungkin aku bisa mengenal orang seperti Presiden Hernandez."
Dessy pun berpikir, "Iya juga, jika kamu mengenal Presiden Hernandez, kamu pasti langsung dapat tanda tangan kontrak dengan City. Dimana hal itu dapat kamu manfaatkan untuk berpartisipasi dalam kompetisi kecantikan ini."
Chelsea mendengar perkataan itu sambil tersenyum.
Dessy juga tidak berpikir macam-macam, dia hanya bercanda.
"Kemarin aku dengar kalau para desainer yang memarahimu di belakang panggung di hari itu telah dipecat. Aku pikir itu bentuk kemarahan Presiden Hernandez pada para desainer."
"Dia...telah apa? Padahal kemarin dia hanya mengantarku ke rumah sakit saat dia tidak sengaja melihatku terluka. Kalau pun para desainer itu dipecat, mungkin saja itu... karena ada yang salah dengan pekerjaan mereka" ucap Chelsea sambil menyentuh hidungnya dan tidak yakin dengan perkataannya barusan.
Akankah Leo melakukan hal itu untuknya?
"Apa kamu sedang bercanda? Mulut pria itu saja sangat beracun. Setiap hari dia marah-marah padanya. Jadi bagaimana mungkin, dia melakukan hal seperti itu untuknya?"
Menggelengkan kepalanya, sambil menatap pria di sebelahnya yang masih mencoba untuk berdandan di cermin.
Beralih menatap Dessy dan bertanya, "Kita akan pergi ke mana?"
"Dalam beberapa hari akan ada pesta amal yang akan diadakan oleh pemerintah kota, untuk mendapatkan banyak uang. Jadi pemerintah akan mengadakan jamuan makan malam bagi orang-orang kaya yang datang ke pesta itu. Karena berasal dari kota S, tentu saja, kita harus melakukan
kewajiban untuk memberikan lebih banyak kontribusi untuk amal kota S."
Sekarang kita akan menemani orang-orang kaya ini pergi ke pesta danbmembiarkan mereka menyumbangkan uangnya lebih banyak lagi.
Kemudian, jumlah donasi dari setiap orang akan ditarik untuk diukur apakah memenuhi standar, yang nantinya akan digunakan sebagai penilaian hasil akhir kita di final nanti.
Dessy mengusap wajahnya yang lelah dan berkata dengan malas.
Kompetisi kecantikan, tidak pernah menjadi kompetisi yang sederhana.
Apa itu perlu dilakukan, jika hanya untuk memberikan kesempatan bagi beberapa orang bertransaksi kotor secara pribadi.
__ADS_1