
Chelsea tahu bahwa Leo bermaksud menghina wanita tadi dengan memberinya uang lima dollar, dan dia hanya membantu melampiaskan kemarahan Chelsea pada wanita itu.
Enam tahun yang lalu, ketika perusahaan keluarga Chelsea bangkrut dan ayahnya mulai berhutang untuk judi. Chelsea lah yang menanggung semua beban keluarganya sendirian.
Tidak peduli berapa banyak kesalahan yang ada di luar sana, Chelsea tetap menghadapinya sendirian. Sama sekali tidak ada yang membantunya.
Dan Chelsea lah orang pertama!
Di tengah kesedihannya. Meskipun, nantinya Leo akan mengatakan bahwa dia sedang berusaha merayunya lagi. Sekarang ini, dia sangat ingin memeluknya!
Lalu dia melangkah maju ke arah Leo sambil tersenyum, dan
langsung memeluknya dengan erat.
"Terima Kasih!" Terlihat kebahagiaan terpancar dari matanya.
Mulut Chelsea bergerak hingga akhirnya hanya berkata, "Wanita bodoh." Kemudian dia mendorong Chelsea, lalu berbalik dan masuk ke dalam mobil.
Chelsea tersenyum sambil mengikutinya masuk ke dalam mobil. Dan di sepanjang perjalanan dia terus saja tersenyum lebar.
Leo yang melihatnya mulai melontarkan kalimat hinaan.
"Tertawa seperti itu, hanya akan membuatmu terlihat bodoh"
Wanita bodoh ini, mudah sekali merasa puas!
"Apa salahnya dengan tertawa? Kamu juga, harus tertawa ketika kamu bahagia dan menangis ketika kamu sedih."
Kemudian dia menopang dagunya sambil melihat ke arah Leo. Lalu berbicara dengan serius, "Leo, setidaknya cobalah sedikit tertawa di saat sedang bekerja."
Apakah dia sedang membicarakan ekspresi wajahnya?
Sambil menyipitkan matanya, Leo berbicara dengan dingin,
__ADS_1
"Percaya atau tidak, aku akan melemparmu keluar lewat jendela sekarang"
Chelsea yang melihat angka di speedometer, langsung terdiam dan menutup mulutnya. Tapi ini tetap tidak mempengaruhi suasana hatinya yang sedang bahagia.
Kembali ke rumah, Chelsea bersenandung kecil sambil memasukkan kata sandi dengan terampil dan berjalan masuk ke rumah dengan senyuman.
Chelsea pun mengikutinya masuk ke dalam rumah.
Reaner yang sedang bermain game di ruang tamu. Ketika melihat Chelsea dan Leo masuk ke rumah bersama, langsung membuka lebar matanya menatap kedua orang itu. Dia meletakkan tabletnya, kemudian menggunakan tangan kecilnya untuk melompat dari sofa. Berlari dan bertanya dengan semangat, "Ibu, apakah kamu memutuskan untuk berkencan dengan ayah?"
Chelsea menatapnya, 'Anak ini benar-benar menghancurkan
kesenanganku.'
"Bajuku tadi kotor, jadi aku membeli baju baru dalam perjalanan pulang?"
Reaner tersenyum dan mengulurkan jari-jarinya yang gemuk lalu menggoyangkannya di depan Chelsea. Kemudian menunjuk ke sebuah ruangan.
"Bu, masuk dan lihatlah. Ada kejutan dibalik pintu itu!"
Dan ketika membuka pintu, Chelsea sangat terkejut.
Dibalik pintu ini, terdapat ruang ganti yang cukup luas dan terdapat segala hal. Mulai dari pakaian sehari-hari, gaun mewah, serta semua jenis tas dan sepatu bermerek. Dia kemudian maju mnengambil sebuah gaun yang labelnya belum dibuang, melihat nominal pada labelnya membuatnya tercekat.
Memikirkan sesuatu, dengan cepat Chelsea melihat pakaian satu per satu.
Dan secara mengejutkan semua pakaian ini harganya sangat mahal, hingga membuatnya takut setengah mati.
Dia ingat, jika tadi malam ruangan ini masih kosong, dan berdebu. Seperti tidak ada yang pernah menempati ruang ini sebelumnya. Bagaimana bisa ruangan ini berubah dengan cepat. Apakah akan ada penghuni lain di ruangan ini?
Apakah bocah ini menemukan target lain dan akhirnya berniat untuk melepaskannya?
Sementara memikirkan hal itu, Reaner bergegas masuk dengan tangan di punggungnya.
__ADS_1
Bertanya sambil tersenyum, "Ibu apakah kamu menyukainya?"
Chelsea mengedipkan matanya lalu bertanya, "Ini semua untukku?"
Reaner menatapnya dengan malas. "Apakah menurutmu, ayah membelikan semua ini untukku?"
'Leo yang membelikannya?'
'Kapan dia membelinya?'
Chelsea mencoba untuk mengingat, seingatnya pria itu tidak pernah memberikan perintah ke siapapun.
Apakah mungkin pria ini menggunakan kekuatan spiritualnya untuk memberi perintah?
Dengan waktu sesingkat itu, dia bisa memerintah anak buahnya untuk bergerak dengan cepat!
Tapi, bukan ini intinya.
Setelah berpikir dalam waktu yang singkat, Chelsea kemudian keluar dari ruangan itu.
Terlihat Leo yang sedang bersandar di sofa ruang tamu, sambil memegang remote control di tangannya dan merubah ke saluran BIUBIU.
Dasinya telah dilepas dan dibuang ke atas karpet, serta dua kancing atas kemeja putihnya yang telah terbuka.
Sedikit menyipitkan matanya, dan berpikir bahwa orang itu sangat malas, tapi juga seksi.
Ini adalah daya tariknya yang sangat berbahaya, hingga membuat Chelsea tidak terkendali.
Pria itu bahkan terlihat lebih cantik dari seorang wanita, dan tidak ada kurangnya sama sekali.
"Bersihkan air liurmu." Chelsea mengulurkan tangannya lalu mengusap mulutnya.
Kemudian dia menyadarinya lagi, bahwa dia telah bertindak bodoh sekali lagi.
__ADS_1
Dia tersenyum masam, lalu berbicara dengan serius.
"Terima kasih untuk pakaian yang kamu berikan padaku, tapi aku tidak bisa menerima semua pakaian itu."