
"Haha, jika Tuan Roy menyukainya, maka aku akan berikan dia kepada Tuan Roy. Lagipula aku masih menyukai tipe wanita yang seperti ini." ucap Tuan James sambil memandangi wanita cantik di sebelahnya dan tertawa. Kemudian dia meletakkan tangan kirinya di pinggang kecil
wanita cantik itu, sedangkan tangan kanannya mengusap dadarnya untuk beberapa saat.
"Haha, Tuan James sangat mengenalku, kalau begitu aku permisi."
Setelah berbicara dengan Tuan James, Tuan Roy lalu berdiri dengan senyum jahatnya dan berjalan ke arah Chelsea, "Wah, wanita ini terlihat cukup menarik rupanya, betapa kesepiannya kamu duduk di sini sendirian. Ayo, wanita manis aku ajak kamu bermain."
Kemudian dia duduk tepat di samping Chelsea, lalu mengulurkan tangannya mencoba memeluknya.
Chelsea yang sadar, langsung berdiri darn pindah ke tempat lain untuk mencari Dessy.
Tuan Roy yang sebelumnya selalu bermain dengan banyak wanita.
Telah melihat banyak trik seperti trik tarik ulur, dia berpikir bahwa Chelsea juga memainkan trik seperti ini, dan dia pasti ahli dalam hal itu.
Sambil tersenyum, dia kemudian menarik Chelsea ke sisinya dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya.
"Ayolah, nona cantik, jangan malu-malu."
"Lepaskan aku."
Chelsea berjuang agar bisa lepas dari pria itu.
Di sisi lain Dessy juga menolak memakan pil itu. Awalnya dia hanya sekedar minum bersama Tuan Ryan di sebelahnya.
Melihat situasi saat ini, dia langsung berdiri dengan tergesa-gesa. Dan berniat pergi dari kerumunan ini.
__ADS_1
Namun, dia didorong dengan kuat ke sofa oleh Tuan Ryan.
"Kenapa, apa tidak cukup bermain denganku? Apakah kamu juga ingin bermain dengan Tuan Roy?"
Dessy saat ini khawatir, namun tetap mencoba tersenyum.
Berpikir, bagaimana Chelsea bisa menghadapi orang-orang itu.
"Apa yang Tuan Ryan katakan? Adikku itu sangat pemarah. Aku takut jika nantinya dia akan menyinggung Tuan Roy"
"Jangan khawatir, aku lihat adikmu bukanlah orang yang pemarah. Maka dari itu Tuan Roy menyukainya."
Tuan Ryan melihat sekilas ke arah Chelsea, dan berkata tanpa tersenyum.
Sebelumnya dia telah dipermalukan oleh Chelsea di meja makan tadi, dan itu membuatnya jadi kesal.
Bagaimana mungkin dia membiarkan Dessy pergi untuk menyelamatkannya.
Di dalam ruangan saat ini, sebagian besar wanita telah kehilangan kesadaran mereka setelah makan pil tadi.
Berbeda dengan Sasya yang mempunyai status di kota S, sebagai putri dari Ranger Group.
Membuat Tuan James kesulitan untuk memaksanya memakan pil itu.
Sasya sedari tadi duduk di pelukan James Walson dengan santai, sambil menyaksikan Chelsea yang sedang berjuang sendirian. Kemudian dia berkata sambil tersenyum.
"Chelsea, pakaian apa yang kamu pakai itu? Jangan terlalu sombong, Akan sangat menguntungkan bagimu jika kamu bisa melayani Tuan Roy dengan baik"
__ADS_1
"Sasya, jaga ucapanmu itu."
Chelsea mendongak dan berkata dengan emosi pada Sasya.
Sasya tertawa...
"Kenapa, akan sangat menguntungkan bagimu jika melayani tuan Roy. Apa kau lebih menginginkan Tuan Leo sekarang lalu memandang rendah Tuan Roy kami?"
"Sasya, jika kamu memang menyukainya. Maka aku akan
memberikannya padamu." ucap Chelsea sambil menampar Sasya.
Wanita ini yang telah menimbulkan masalah pada saat konferensi City, dia bahkan belum menyelesaikan masalah itu dengannya. Dan sekarang dia dengan berani mendorong nya ke dalam kegelapan.
Bagaimana bisa Sasya menyuruhnya untuk melayani Tuan Roy yang menjijikkan itu.
Melihat Tuan Roy di samping Chelsea, Sasya kemudian mengadu domba dan berkata, "Tuan Roy, aku pikir dia memandang rendah anda saat ini"
Begitu Tuan Roy mendengarnya, wajahnya langsung menjadi suram.
Beraninya wanita itu memandang rendah dirinya. Jika hal seperti ini menyebar, apa yang akan dipikirkan oleh para petinggi di Industri Hiburan nantinya?
Tuan Roy lalu mengangkat tangannya dan meremas dengan kuat dagu Chelsea.
Dia berkata dengan sengit, "Apa? Beraninya kamu memandang rendah diriku?"
Dibalik wajahnya yang tegas, sekarang mulai terlihat senyuman mengerikan di wajah besarnya itu.
__ADS_1