
Ucapan ibu Leo tidak bisa diganggu gugat. Sebab, tidak perlu diragukan lagi bahwa dia memiliki tekad serta keberanian. Dia tidak akan mengganggu kehidupan putranya hanya karena dia suka atau tidak suka dengan siapapun kekasih anaknya itu.
"Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu itu?" Tanya Dody penasaran. Entah kenapa, dia selalu merasa bahwa Leo tidaklah mencintai kekasihnya saat ini.
Leo kemudian meminum beberapa gelas anggur, dia diam tidak berbicara apa pun.
Setiap kali Dody membahas topik ini, Leo selalu menghindarinya.
Hingga membuat Dody menyerah. Ferry yang melihat hal itu pun, kemudian mengalihkan topik pembicaraan sambil tersenyum dengan wajah yang tidak enak dipandang.
"Ayo, cepat ceritakan, rencana apa yang dilakukan oleh Reaner, sampai wanita itu berhasil mendarat di tempat tidurmu?"
Kecerdasan Reaner sungguh diatas rata-rata, hingga membuatnya melebihi anak-anak seumurannya.
Mereka berpikir, jika Reaner tidak menyukai kekasih Leo, itu
berarti dia mencari wanita lain untuk dibawanya ke tempat tidur Leo. Sayangnya, mereka tidak tahu siapa wanita itu~
Dewi? tiba-tiba penampilan berantakan dari Chelsea tadi pagi muncul dalam pikiran Leo saat ini.
Tatapan matanya terlihat seperti orang mesum, hingga membuat Leo mengumpat dan semakin membuatnya marah. Terlebih lagi, dia dengan berani melempar uang lima dollar padanya. Secara tidak sadar, dia menyebut, "Wanita bodoh."
Mendengarkan ucapan dari Leo, membuat Dody terkejut hingga membuka mulutnya dengan lebar.
Kecuali ibu dan adik perempuannya, Leo bahkan tidak pernah menyebut kekasihnya sedikit pun. Sungguh sebuah keajaiban, bisa mendengarkan Leo menyebut wanita lain sekarang ini!
"Tapi, wanita bodoh?"
__ADS_1
Dody tersenyum tapi merasa heran, "Tampaknya telah terjadi sesuatu yang menarik di antara kedua orang ini." Dody tidak dapat menahannya lagi. Namun, saat dia akan bertanya dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Leo malah bangkit dan pergi meninggalkan mereka dengan
ekspresi yang begitu datar.
Saat tengah malam, ketika Leo sampai di rumah. Dia langsung pergi ke kamar tidurnya dan membuka pintu.
Tetapi, dia melihat Chelsea yang sedang berbaring di tempat tidurnya dan tertidur dengan nyenyak.
"Bagus, wanita s*alan ini, beraninya tidur di tempat tidurnya!" Leo kemudian melangkah maju lalu menarik dan melempar selimut yang Chelsea pakai ke lantai.
Chelsea benar-benar wanita yang merepotkan. Padahal Leo sudah berusaha untuk membangunkannya, tapi dia tetap tidak bangun juga.
Sebaliknya, Chelsea malah berguling ke bawah dan menarik selimut yang jatuh ke lantai, setelah itu melanjutkan kembali tidurnya dengan mencari posisi yang paling nyaman.
Leo kemudian melihat sekitar, lalu mengambil bantal di tempat tidur dan memukul wajah Chelsea dengan bantal yang dia temukan.
"Wanita bodoh, bangun."
Chelsea menggosok wajahnya, mulutnya menguap, lalu mengusap hidungnya. Tapi semua itu tidak membuatnya terbangun juga. Mulut kecil yang seperti ceri itu juga terlihat bergerak beberapa kali, seolah-olah dia sedang makan di dalam mimpinya. Leo juga melihat Chelsea yang
sepertinya sedang kehausan.
Dengan menyipitkan mata, Leo bergegas berjalan ke depan.
Kemudian menarik selimut yang menggulung tubuh Chelsea di lantai sambil menyeretnya keluar dari kanar. Saat diseret keluar, tiba-tiba kepala Chelsea terbentur kaki ranjang, yang membuatnya seketika terbangun. Meskipun begitu, dia tetap berusaha menarik selimutnya untuk menutupi kepalanya. Hingga dia membuka matanya dengan perlahan.
__ADS_1
Setelah membuka mata, Leo langsung terlihat di hadapannya.
Hingga membuat Chelsea berpikiran macam-macam.
"Kenapa kamu bisa ada dikamarku lagi?"
Leo bertanya, lalu melepaskan tangannya sambil menatap Chelsea.
"Aku menanyakan itu padamu, agar kau tidak lupa, bahwa rumah ini adalah rumahku, dan kamar ini adalah kamar tidurku."
Chelsea merasa bahwa apa yang dikatakan Leo memang benar. Lagi pula, dialah pemilik asli rumah ini dan orang yang berkuasa disini.
Sehingga dia tidak dapat berkata apapun lagi.
Leo kembali berkata dengan sinis, "Kau tidak sedang mencoba merayuku lagi, kan?"
Chelsea yang mendengar hal itu, kemudian menatapnya dengan sinis,
"Aku merayumu? Haha, Tuan Leo, apakah kamu tahu bagaimana burung merak memperlihatkan ekornya?"
Leo mengangkat alisnya, lalu berkata. "Bahkan, jika kamu memujiku karena aku tampan. Aku tetap tidak akan mengizinkanimu tidur di kamarku."
Chelsea tak dapat berkata apa-apa setelah mendengar ucapan pria yang tidak tahu malu itu. Bahkan dia belum pernah melihat orang dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi seperti itu.
"Kau sungguh menakjubkan. Kalau begitu, kenapa tidak terbang tinggi saja ke atas langit?"
"Aku memiliki pesawat pribadi. Jadi aku bisa terbang tinggi kapanpun aku mau." balas Leo menghina.
__ADS_1