
Keesokan harinya, bersama tim dari penyelenggara kompetisi. Para peserta dibawa ke tempat acara yang sudah disiapkan oleh City. Anak perusahaan City sendiri telah bergerak di bidang properti tanah, hotel, tempat hiburan, perhiasan, barang antik dan masih banyak lagi.
Kali ini mereka berkesempatan untuk melakukan kerja sama dengan produk keluaran terbaru dari perhiasan City. Lokasi acaranya terletak di pusat kota dekat gedung pertemuan dan Pameran Internasional, dimana tempat ini dapat menampung hingga lima ribu orang pada saat
yang bersamaan.
Begitu memasuki gedung pertemuan, mereka dapat melihat berbagai jenis bunga yang sangat indah. Warna cerah dari bunga-bunga itu membuat suasana hati mereka menjadi lebih bersemangat.
Setelah melihat-lihat suasana gedung pertemuan bersama pelatih, mereka kemudian menuju ke belakang panggung untuk di rias.
"Seperti yang kau katakan, apakah mungkin salah satu dari kita bisa menjadi Brand Anbassador untuk perhiasan City?"
"Mungkinkah? Yang kutahu, salah satu Brand Ambassador pihak City tidaklah berasal dari Luar Negeri. Brand Ambassador untuk perhiasan City adalah Artis Asia yang terlihat bagaikan seorang Dewi. Bahkan, jika kita berhasil menjadi Brand Ambassador, lalu bagaimana dengan begitu banyaknya artis ternama dibawah naungan City?"
Orang-orang yang ada di dekat Chelsea saling mengobrol dengan gugup namun bersemangat.
Dessy hanya tertawa, kemudian dia menyenggol Chelsea yang berada disampingnya,
"Bagaimana menurutmu?"
__ADS_1
"Begitulah"
Chelsea sengaja bersikap jual mahal, tak lama dia tersenyum dan mengedipkan matanya dengan genit, "Tidak ada yang tidak mungkin, bagaimarna jika suatu hari hal itu menjadi kenyataan?" Setelah mereka mengobrol, keduanya pun saling tertawa.
Beberapa saat kemudian, Pelatih, Manajer Departemen Perhiasan City dan Penanggung Jawab kegiatan bergegas masuk.
Seketika, semua orang menghentikan obrolannya.
"Baru saja kami mendapatkan kabar dari Tuan Nara, seorang perancang perhiasan yang terkenal di seluruh dunia. Kalau Beliau akan datang ke acara peluncuran produk baru perhiasan City. Dan sekarang ini, ada banyak media yang berkumpul di luar, aku berharap harap kalian semua dapat menunjukkan penampilan terbaik kalian, dan jangan sampai
membuat kesalahan sedikitpun ucap Manajer Departemen Perhiasan dengan serius.
Setelahnya sang penanggung jawab acara kembali menegaskan perkataan yang telah disampaikan Manajer Departemen Perhiasan tadi, kemudian dia berbalik dan pergi.
Manajer Ryan mengerutkan kening, "Tidak ada yang bisa menebak suasana hati dan pikiran Tuan Hernandez. Kali ini dia akan datang bersama Tuan Nara, mungkin itu juga terkait masalah kerja sama dengan Hellboy. Singkatnya, awasi semua orang dan jangan sampai ada masalah!"
Setelah menerima instruksi Manajer Ryan, penanggung jawab segera pergi untuk memeriksa kembali persiapan di lapangan.
"Pergilah dan cek apakah ada masalah dengan peralatan audio."
__ADS_1
"Siapa yang bertanggung jawab atas lukisan di dinding di sana? Mengapa hanya ada setengah bunga, kalian pergilah dan buatkan lagi untukku."
Ocehan sang penanggung jawab acara tidak ada hentinya.
Saat ini di belakang panggung yang dia lakukan hanya marah-marah saja.
Mendengar Presiden Hernandez akan datang, beberapa orang yang mengobrol tadi terlihat lebih bersemangat ketimbang saat mereka melihat bintang idola.
"Penonton sudah masuk ke panggung, semua orang segera bersiap. Penanggung jawab pameran yang menyusun acara pameran, ikut denganku ke ruang tunggu sekarang, dan yang lain bersiap untuk naik ke panggung" Seorang desainer terlihat berlarian masuk, sambil menunjuk ke beberapa orang dengan suara keras. Orang yang dia panggil pun,
segera mengikutinya ke ruang tunggu.
Penanggung jawab acara terlihat sedang mondar-mandir di depan dan di belakang panggung. Dia takut jika terjadi kesalahan di depan Presiden Hernandez nantinya.
Dessy dan Chelsea kali ini bertanggung jawab atas pameran serial.
Dan orang-orang sebelum mereka telah menyelesaikan penampilannya di panggung satu demi satu. Hingga akhirnya tibalah bagi grup mereka untuk tampil. Setelah itu mengikuti sang desainer ke ruang tunggu.
"Akhirnya kamu akan bertemu Pria titisan Dewa itu. Apakah kamu sangat senang?" goda Dessy pada Chelsea.
__ADS_1
Tahu bahwa Dessy sedang menggodanya, karena melihat Chelsea sedang gugup membuat Chelsea tersenyum dan berkata. "lya, iya, aku sangat senang, Hingga rasanya ingin mempersembahkan seekor anak monyet pada Dewa mu itu!"
Sasya yang baru saja menyelesaikan penampilannya, Menatap Chelsea dengan mencibir sambil berjalan melewatinya.