
Chelsea merasa lelah, dia kemari hanya ingin mengikuti pelatihan dengan tenang. Tapi Sasya malah berniat membuatnya pergi dari sini.
"Sasya, kompetisi ini tidak diselenggarakan oleh keluargamu. Jadi bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu dengan sangat percaya diri? Apakah kejadian yang kamu alami kemarin itu masih belum cukup?"
Sasya menggertakkan giginya, "Huh, jangan sok berani di depanku. Jangan pikir kamu bisa membodohiku dengan meminta dua orang kemarin untuk kembali menyerangku."
Sasya kemarin sudah mencatat plat nomor mobil orang-orang itu, tapi tidak ada informasi apapun yang muncul. Jadi, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, latar belakang pemilik mobil itu adalah orang yang berpengaruh. Kedua, plat nomor mobil itu palsu. Namun, jika dilihat dari penampilan Chelsea saat ini, membuat Sasya tidak berpikir bahwa kemungkinan pertama adalah benar. Ada banyak kepalsuan disini, bahkan mobil itupun juga palsu. Sungguh konyol untuk berpura-pura menjadi seorang Nona Muda, sangat lucu sekali.
Memikirkan hal ini, membuat Sasya yang awalnya merasa tidak nyaman sejak dia melihat mobil Porsche kemarin, akhirnya bisa merasa sedikit lebih lega sekarang.
Chelsea merasa kasihan, "Kamu terlalu memandang tinggi dirimu sendiri, padahal sebenarnya kamu adalah seorang pecundang. Lalu menurutmu, kau punya hak apa hingga bisa menyuruhku menuruti semua ucapanmu?"
"Chelsea, jangan berpikir karena kamu lolos tahap seleksi, kamu jadi bisa pamer di depanku!" Ekspresi wajah Sasya berubah dalam sekejap.
Saat masih sekolah dulu, kehidupan Sasya tidak lebih buruk dari Chelsea, dan latar belakang keluarganya pun lebih baik dari Chelsea. Namun, semua orang di sekolah lebih menyukai Chelsea daripada dirinya!
__ADS_1
Bagaimana hal ini bisa membuatnya tenang?
"Apa yang sedang kalian lakukan disana, apakah kalian tidak berlatih?" ucap sang pelatih yang suaranya terdengar dari jauh.
Sasya menatap tajam Chelsea, lalu berjalan melewati Chelsea menuju sisi yang berlawanan.
Saat dia berjalan melewati Chelsea, dia menggertakkan giginya sambil memperingatkan,
"Tunggu!"
Chelsea tidak mempedulikannya. Dia memilih berbalik untuk
Ranger Group adalah salah satu sponsor untuk ajang kontes
kecantikan ini. Hal itulah yang membuat semua orang tidak berani melawan pada Sasya dan Ranger Group hanya karena Chelsea.
__ADS_1
Chelsea hanya bisa mengangkat bahunya pasrah.
Setelah mengisi mangkuknya dengan air, Chelsea kemudian menuju sudut ruangan yang kosong untuk tempatnya berlatih sendirian. Meskipun mudah melihat pelatih melakukannya, namun itu jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan setelah meletakkan mangkuk berisi air di kepalanya sendiri. Sulit untuk menjaga keseimbangan agar mangkuk yang berisi air tidak jatuh dan tumpah. Apalagi dituntut harus berjalan dengan anggun.
Pada awal latihan, Chelsea sering mendengar suara pecahan mangkuk yang jatuh ke lantai.
Dan tidak butuh waktu lama untuk membuat hampir semua orang mengeluhkan latihan ini. Tak terkecuali Chelsea, yang saat ini bajunya sudah basah semua.
Namun, berkat pengalamannya beberapa tahun terakhir ini. Membuat karakternya telah terasah dan merubahnya menjadi wanita tangguh.
Tidak peduli apa yang harus dia lakukan, dia berharap dapat melakukan hal yang terbaik!
Alih-alih beristirahat seperti yang lain, sambil Chelsea menarik napas dalam-dalam, dia kembali memulai meletakkan mangkuk berisi air di atas kepalanya.
Tak jauh dari posisi Chelsea, mata Sasya tetap fokus mengawasi Chelsea dengan tatapannya yang tajam. Kemudian mengedipkan mata ke Alex di sampingnya. Alex mengangguk paham, dengan senyum sinis di wajahnya, dia kemudian bangkit dan berjalan menuju Chelsea yang sedang berlatih dengan serius.
__ADS_1
Ketika dia hendak berjalan di belakang Chelsea, dia dengan sengaja berpura-pura terpeleset. Dan begitu dia memiringkan tubuhnya, dia langsung menabrak tubuh Chelsea dengan sangat keras. Hal itu membuat lantai tempat latihan dipenuhi dengan air. Nyaris saja Chelsea tertabrak, bisa-bisa dia juga ikut jatuh dengan keras tadi. Dan jika dia sampai terluka, hal itu sudah cukup membuatnya mengalami kerugian besar.
Saat ini, orang-orang yang ada di sekitar mereka hanya bisa menyaksikan saja. Tetapi tidak ada yang berani untuk menghentikan tindakan mereka.