
Ini adalah audisi sesi pertama. Dimana, itu hanya putaran pertama dari wawancara paling dasar.
Pertama-tama, memilah beberapa orang. Kemudian fokus pada tata cara pelatihan dan tata cara melangkahkan kaki saat berjalan.
Setelah Chelsea mendapatkan nomor urutnya, dia kemudian pergi ke sisi lain ruangan sambil menunggu dengan tenang.
Beberapa gadis yang ada di dekatnya saling mengobrol dengan penuh semangat, sambil merapikan ulang riasan mereka.
Setelah selesai merias wajah, mereka lalu membersihkan kakinya menggunakan handuk basah.
Chelsea melihat sampah berserakan di lantai, kemudian mengangkat bahu yang tak berdaya.
Lalu berjalan ke sudut ruangan untuk mengambil sapu dan pengki untuk membersihkan sampah.
Tiba-tiba sebuah kaki menginjak pengki ditangannya, bersamaan dengan hinaan yang diterima.
"Oh, apakah kamu tukang kebersihan di tempat ini?
Bukankah ini primadona di kampus kita!"
Chelsea mengernyit dan mendongak keatas. Tanpa diduga, ia melihat Sasya berdiri di depannya, dengan melipat kedua tangannya didepan dada sambil menghinanya.
Wanita itu selalu mengganggunya sejak masih berada di sekolah, dia selalu saja mencari masalah.
Disaat itu, Chelsea masih harus bekerja untuk mencari uang sambil bersekolah. Jadi dia tidak punya waktu dan tenaga untuk meladeninya.
Jika Chelsea bisa menghindar, pasti dia tidak akan bertemu dengan Sasya hari ini di sini.
__ADS_1
Karena hari ini adalah hari pertama audisinya. Jadi dia tidak ingin menimbulkan masalah apapun.
Chelsea menarik dengan kuat pengkinya, tapi Sasya malah
menginjaknya dengan lebih kuat lagi. Lalu berbicara dengan lantang "Ketika masih di sekolah, kamu adalah anak yang miskin. Kenapa? Apakah sekarang kamu juga tidak mampu membeli makanan? Apakah kamu sekarang bekerja sebagai tukang kebersihan?"
Alex yang berada di belakang Sasya ikut menimpali, "Memang apalagi yang bisa dilakukan orang miskin sepertinya, selain menjadi tukang kebersihan?"
"Chelsea kenapa kamu tidak bersihkan saja sepatu semua orang disini? Mungkin dengan begitu, aku bisa mempertimbangkan untuk memberimu makanan."
Ucap Sasya sambil tertawa mengejek.
Chelsea kemudian berkata, "Sasya, bisa singkirkan kakimu? Kakimu terlalu besar untuk pengki sampah ini."
"Aku tidak mau menyingkirkan kakiku. Apa yang akan kamu lakukan padaku? Mampukah.." ucap Sasya dengan angkuh.
Wajahnya memerah dalam sekejap, "Chelsea, beraninya kamu menghinaku?"
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya" Sambil Chelsea mengangkat alisnya dan menatapnya.
"Saat aku membungkam mulutmu, aku akan melihat apakah kamu masih berani mengatakannya. Alex, pegang dia dan jangan biarkan dia lepas."
Sasya berteriak seperti raungan.
Alex bergegas menarik kedua tangan Chelsea, lalu Sasya
bersiap mengangkat tangan untuk menamparnya.
__ADS_1
Orang-orang disana tahu, bahwa Sasya sengaja mencari masalah, tetapi tidak ada satupun yang mencoba membantu. Mereka semua malah terkesan menunggu untuk melihat pertunjukkan yang bagus.
Chelsea pasrah. Bukannya dia merasa takut, dia hanya tidak mau menimbulkan masalah.
Sasya harus nembalasnya, dia tidak akan tinggal diam.
Secara tiba-tiba Chelsea menghindar ke samping, menyebabkan tamparan keras dari Sasya mengenai wajah Alex yang berada dibelakang Chelsea.
Alex terdiam sejenak dan menggila, namun dia tidak berani
membalas Sasya. Jadi dia hanya bisa berteriak dan menyerang Chelsea.
"Kenapa berisik sekali? Jika kalian tidak ingin berpartisipasi dalam audisi ini, lebih baik kalian keluar:" tiba-tiba terdengar ucapan dingin seseorang disana.
Dari pintu masuk, datang seorang pria tinggi tegap dengan memakai kemeja putih sederhana, dengan sempurna memperlihatkan tubuhnya yang ramping.
Fitur wajahnya yarng seperti ukiran patung, dimana wajah tampannya terlihat tidak nyata.
"Wow, bukankah dia sutradara Victor. Dia sangat tampan! Aku pernah mendengar bahwa sutradara Victor akan menjadi juri dalam kompetisi kali ini untuk waktu yang lama,. Aku tidak menyangka ternyata hal itu benar:"
"Aku dengar kalau sutradara Victor saat ini sedang mempersiapkan film baru. Apakah menurutmu dia akan memilih pemeran utama wanita dari kompetisi ini?"
"Jika kamu tidak bisa menjadi pemeran utama, tapi selama kamu bisa menunjukkan wajahmu di film sutradara Victor, itu tidak masalah. Kalian bisa menjadi urutan kedua, ketiga, keempat, bahkan kelima!"
Para peserta mulai berbisik, seketika mata mereka berbinar bahagia.
Victor adalah sutradara terkenal di Denmark. Dia muda dan berbakat. Di dunia hiburan, terdapat banyak aktor dan aktris yang ingin bergabung dalam film garapannya. Sayangnya dia lebih suka merekrut pendatang baru secara tak terduga. Setelah para pendatang baru bergabung dalam filmnya, mereka semua menjadi populer dan sering memenangkan penghargaan. Bahkan jika dia hanya artis pendukung yang rata-rata berusia 18 tahun dan ikut bergabung dalam filmnya, dia sudah termasuk luar biasa.
__ADS_1
Mereka mengikuti kompetisi ini, hanya karena ingin bisa masuk ke industri hiburan saja. Jika mereka berhasil dan dapat bertahan, itu sama artinya dengan mendapatkan kontrak kerja di industri hiburan setidaknya selama 10 tahun. Terlebih lagi, jika mereka masih lajang, kaya, dan cantik ataupun tampan.