
Saat Sasya melihat ada seseorang yang datang, dengan cepat dia langsung menurunkan tangannya yang tadi digunakan untuk memukul seseorang. Dengan menampilkan senyuman manis di wajahnya, Sasya bergegas maju lalu mengulurkan tangannya kepada Victor dan memperkenalkan dirinya dengan percaya diri.
"Halo, Sutradara Victor. Perkenalkan, nama saya Sasya, saya adalah putri Direktur Bred dari grup Ranger. Senang bertemu dengan anda."
Sebelum dia selesai berbicara, ternyata Sutradara Victor hanya berjalan melewatinya saja, bahkan tidak menatapnya.
Senyum Sasya mendadak kaku, lalu dia beralih menatap sengit pada Chelsea.
'Salahkan gadis ini. Jika bukan karena dia, aku tidak akan meninggalkan kesan buruk pada Sutradara Victor.'
Chelsea dengan berani menatap balik ke arah Sasya. Dia memang pantas mendapatkannya. Sambil matanya melihat kepergian Sutradara Victor. Kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Sasya.
"Sutradara Victor, ternyata anda ada di sini. Baru saja kami mendapat telepon untuk menjemput anda" Beberapa staff baru saja terlihat keluar dari studio. Mereka bergegas maju dan menyambut antusias kedatangan Sutradara Victor.
Sutradara Victor mengangguk lalu berjalan memasuki studio.
__ADS_1
Dari awal hingga akhir, Sutradara Victor bahkan tidak melirik Sasya sedikit pun. Hingga salah satu staff berhenti kemudian berteriak pada orang-orang di koridor. "Apa yang kalian lakukan? Nomor 20160 sampai
dengan nomor 20200, ikuti aku."
Chelsea memeriksa nomor urut di tangannya, dan dia harus tetap menunggu di koridor.
Sasya kembali menatap Chelsea dengan penuh kemarahan. Tetapi dia takut jika Sutradara Victor bisa mendengar dari dalam. Jadi dia tidak berani maju dan membalas Chelsea.
Setelah menunggu lama di koridor hingga hampir 1 hari, Chelsea akhirnya bisa masuk ke dalam studio dengan diantar oleh salah seorang staff.
Sutradara Victor duduk di posisi kiri tengah. Dia terlihat mengerutkan dahinya dengan sedikit ketidaksabaran pada wajahnya.
Seorang kontestan wanita maju ke depan, "Dengan riasan tebal di wajah, kamu malah terlihat seperti akan berperan sebagai zombie!" Sambil dia mencatat hasil penilaiannya pada data yang ada di atas meja.
"Apakah kamu sedang sakit pinggang atau sakit perut, kenapa pose nya seperti itu? Pulanglah jika kau sakit, dan lakukan pengobatan"
__ADS_1
Pengamatannya keren.
Beberapa juri mulai sedikit tertarik.
Rumornya jika Sutradara Victor itu memiliki sifat temperamen yang tinggi dan juga lidah yang beracun. Itu memang benar. Atas permintaannya juga, bisa jadi kontes kecantikan ini tidak akan diadakan lagi.
Sekarang giliran Chelsea maju ke depan. Saat tampil, Chelsea tidak melakukan pose seperti kebanyakan para model lakukan dalam photoshoot majalah. Lagi pula, dia bukan seorang profesional.
Memaksanya melakukan pose untuk meniru gaya orang lain, hanya akan membuatnya terlihat konyol dan menyebalkan. Dia hanya perlu menunjukkan dirinya dengan apa adanya.
Percaya diri akan membuat beberapa pose sederhana yang cocok saat sesi pengambilan gambar. Dengan senyum cerah dan sederhana di wajah yang tanpa riasan apa pun.
Orang-orang di belakang Chelsea, semua memandang remeh dirinya. Mereka menganggap, dia tidak punya malu untuk berpose begitu konyol di depan para juri. Akan aneh rasanya jika dia terpilih.
Di bangku juri, Sutradara Victor sedikit mengernyit dan matanya berbinar.
__ADS_1
Sekarang ini industri kosmetik sudah sangat bekembang, sehingga semua wanita mulai berburu kosmetik untuk membuat mereka tampak lebih cantik.