MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU

MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU
CHAPTER 28 : SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI!


__ADS_3

Bibir tipis Leo tertutup rapat kemudian mengangguk. Wajah yang awalnya terlihat suram, sekarang akhirnya mereda. Sedangkan, Direktur Desain diam-diam mengusap keringat di kepalanya. Pada saat yang bersamaan, penampilan Chelsea di atas panggung pun telah berakhir.


"Tuan Nara, silahkan lewat sini?" ucap Leo berdiri dan langsung keluar. Nara pun ikut berdiri dan mengikutinya dengan perasaan bahagia.


Setelah Chelsea tiba di belakang panggung, beberapa orang dari departemen desain, departemen perhiasan dan penata gaya yang bertanggung jawab atas kegiatan ini, langsung mendatanginya dan memarahi Chelsea dengan jari mereka menunjuk tepat di wajahnya.


"Chelsea, siapa yang memberimu izin untuk memodifikasi riasan wajah dan desain baju kami? Apakah kamu pikir bahwa kamu hebat?"


"Apa kamu tahu berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk mempersiapkan konferensi pers ini? Dan berapa banyak usaha yang dibutuhkan? Sekarang semuanya hancur gara-gara kamu!"


"Jika kamu berniat mengakhiri hidupmu, maka tidak ada yang akan menghentikanmu. Dan jangan ganggu kami."


Orang-orang itu tidak punya pilihan lain, selain memarahi Chelsea.


Pelatih pun dengan cepat melangkah maju dan membantu menjelaskan, "Aku kenal dengan Chelsea, dia tidak akan melakukan hal seperti itu dengan sengaja. Aku yakin pasti ada alasan lain dibalik perbuatannya."


"Jangan mencoba untuk membelanya, memang ada alasan lain apa dibalik perbuatannya? Sungguh orang-orang yang tidak tahu malu. Mereka melakukan berbagai cara agar dapat menjadi terkenal" cibir salah satu desainer.


"Aku jadi berpikir bahwa kamu adalah mata-mata dari perusahaan lain, yang dikirim untuk menghancurkan konferensi pers saat ini!"


Dessy berdiri di luar kerumunan, melihatnya dari kejauhan, sambil mulutnya berbicara.


"Huh, apa tidak ada seorangpun yang bisa membantu Chelsea?"

__ADS_1


Saat ini orang-orang City sangat marah padanya, hingga membuat orang yang ingin membantunya pun merasa takut dan tidak bisa berbuat Melihat orang-orang itu berbicara dengan sangat keterlaluan, membuat Dessy menjadi sangat marah. Namun, sebelum dia sempat membuka mulut, Chelsea terlebih dahulu menariknya sambil menggelengkan kepalanya.


Chelsea melirik kearah Sasya di kejauhan, kemudian menoleh kembali ke orang-orang di dekatnya lalu berkata, "Aku akan membayar biaya ganti rugi untuk pakaian ini. Jika pihak konferensi pers meminta pertanggung jawaban, maka aku akan bertanggung jawab.!"


Bagaimanapun, sekarang semuanya sudah terjadi. Dan dia tidak akan lepas dari tanggung jawabnya...


"Ah, mudah sekali kau bicara. Pakaian yang saat ini kau kenakan itu adalah edisi terbatas, yang dikirim langsung dari luar negeri. Apakah kamu yakin bisa membayar biayanya? Kamu sudah merusak acara konferensi pers kami, dan setelah ini Presiden Hernandez akan menyalahkan kami. Apakah kamu bisa menanggung kemarahannya?" Desainer itu bertanya dengan suara yang keras.


"Jika dia tidak mampu membayarnya. Apakah kamu bisa membayarnya?" terdengar sebuah suara tegas dari arah lain.


"Hernandez...Presiden Hernandez." Teriak sang desainer dengan panik.


Semua orang yang ada di belakang panggung langsung menutup mulut mereka, lalu menoleh dan menatap ke arah pintu masuk dengan penuh semangat.


menoleh dan melihat pemilik suara tadi.


Sebaliknya, Chelsea malah mengerutkan keningnya merasa curiga.


"Eh, suara ini, kenapa terdengar tidak asing bagiku?"


"Seperti telah mendengarnya setiap hari.!"


Dia padahal sudah sangat kuat menghadapinya situasi saat ini. Tapi, seharusnya hal ini tidak menyebabkan dia berhalusinasi.

__ADS_1


Sepertinya ada yang aneh.


Ketika dia mulai melihat seseorang yang muncul di depannya, Chelsea seketika merasa terkejut.


"Leo? Tuan Leo?"


Tidak mengherankan jika pria ini tadi malam terlihat biasa saja.


Nama keluarga yang sama yaitu Hernandez, lalu sama-sama masih muda dan sangat menjanjikan.


Kenapa tak terpikirkan sama sekali olehnya?


Betapa bodohnya, hingga membuat Chelsea hampir saja menangis.


Tunggu, lalu tadi malam?


Apa yang telah dia lakukan tadi malam?


Di depan Leo, dia membahas Presiden Hernandez sebagai orang yang paling kaya, dan menghujaninya dengan banyak pujian. Terlebih lagi, semua wanita ... mengatakan bahwa...


Oh, tidak, tolong beri dia jalan dan biarkan dia pergi!


Melihat Leo semakin mendekat ke arahnya, membuatnya tanpa sadar mengangkat kakinya dan segera ingin berlari!

__ADS_1


__ADS_2