
"Lepaskan aku, brengs*k.."
Melihat Tuan Ryan membuang pilnya, Chelsea langsung berani membuka mulutnya.
Berjuang mati-matian agar terhindar dari ciuman yang menjjikkan, lalu tangannya meraih sesuatu tanpa melihat apa yang diraihnya.
Di leher dan wajah Tuan Roy terdapat sebuah goresan yang berdarah.
"Haha, Tuan Roy. Jika anda pulang dengan keadaan seperti ini, maka berhati-hatilah nanti istrimu di rumah akan marah."
"Sepertinya, setelah ini anda harus berlutut di hadapan istri anda."
"Hahahaha...."
Beberapa pria yang berada diruangan itu masih memperhatikan pertunjukan tersebut dan masih berkerumunan.
Wajah Tuan Roy terlihat tidak bisa menahan amarahnya, dia lalu mencoba mengulurkan tangannya dan menarik celana pendek Chelsea.
Awalnya Chelsea pergi ke tempat latihan, karena cuaca yang panas dia memutuskan memakai celana pendek. Tapi dia tidak menyangka jika tiba-tiba di bawa ke tempat ini, yang membuatnya terjebak dengan si brengs*k ini.
"Tidak. Pergilah."
Chelsea berteriak, mengangkat kakinya mencoba menendang Tuan Roy, tetapi gerakannya dikunci oleh Tuan Roy menggunakan kakinya. Dan kedua tangan besar yang kasar itu dengan lancangnya menyentuh dan menarik Chelsea.
Keputusasaan mulai Chelsea rasakan.
Namun, saat Chelsea berusaha menghindar, tanpa sengaja dia menabrak meja dan menjatuhkan sebotol anggur ke lantai.
Segera Chelsea mengambil botol itu dan memukulkannya ke kepala Tuan Roy.
Seketika botol kaca itu pecah.
Dan darah langsung mengalir dari kepala Tuan Roy.
Tuan Roy benar-benar terkejut, dengan gemetaran dia menyentuh kepalanya.
Chelsea lalu mengambil kesempatan untuk bangun, mengambil setengah botol anggur yang pecah, sambil terhuyung ke sisi lain. Kemudian menikam Tuan Ryan, yang sedang menindih Dessy di lantai.
"Aah."
Tuan Ryan berteriak dan melepaskan Dessy, kemudian berguling ke samping.
Semua ini terjadi hanya dalam beberapa detik saja.
Untungnya sebagian orang di ruangan ini masih bersenang-senang, hingga tak menyadari apa yang terjadi.
Segera Chelsea membantu Dessy untuk bangun, kemudian
langsung membuka pintu dan bergegas keluar.
Saat ini, orang-orang di ruangan ini yang semula tenang, akhirnya menjadi ricuh dalam sekejap. Gadis-gadis yang tidak kehilangan kesadaran mereka, saat melihat darah mengalir dari kepala Tuan Roy, langsung menjerit ketakutan dan bergegas berlari keluar.
"Tangkap mereka, jangan sampai kabur"
Tuan Roy menyentuh darah yang ada di kepalanya, dan meraung sambil mengejar mereka.
Penjaga keamanan di seluruh ruangan klub ini langsung berdatangan.
Pesona Biru Santa awalnya adalah area umum untuk semua kalangan.
__ADS_1
Ada berbagai macam orang di dalamnya. Tapi tetap saja, penjaga keamanan hanya akan melindungi bos besar dan tidak akan peduli dengan hidup dan mati para wanita-wanita yang kabur itu.
Setelah beberapa saat, para wanita yang melarikan diri berhasil ditangkap.
Semua orang berkerumun di sekitar Chelsea dan Dessy, langkah demi langkah membuat mereka akhirnya terpojok ke sudut ruangan.
Dengan erat satu tangan Chelsea dia gunakan untuk menutupi dadanya dan tangan satunya lagi gemeteran. Dia juga melindungi Dessy yang saat ini telah kehilangan kesadarannya di belakangnya sambil melihat sekeliling dengan panik.
Waktu terus berputar, tapi tidak seorang pun yang lewat di koridor ini, sama sekali tidak ada yang mengetahui kejadian ini.
Dengan darah di seluruh wajahnya, terlihat Tuan Roy berjalan ke arah mereka sambil mendorong orang-orang yang dengan kasar.
Dia lalu mengangkat tangannya dan menampar Chelsea dengan keras, kemudian meraih leher Chelsea dengan kasar.
"Lari, kenapa kamu tidak lari hah? Lihat saja, bagaimana aku akan membunuhmu hari ini"
Chelsea tercekik hingga tak bisa bernapas, dan dengan perlahan dia menutup matanya.
"Aku tidak tahu sejak kapan kota S ini jadi tidak memperhatikan hukum."
Sebuah suara seseorang terdengar disertai dengan suara langkah kaki.
Tuan Roy kemudian melepaskan tangannya, berbalik dan menatap seseorang yang datang dengan wajah yang lebih suram.
Tinggi dan kurus, memakai kemeja putih tipis dengan kerah yang tidak dikancing dan jas tegantung di lengannya. Dibalik senyum hangat orang itu, terdapat sepasang matanya dengan tatapan yang dalam dan hampir tak terlihat.
Sesungguhnya, orang yang datang ke Pesona Biru Santa di kota S bukanlah orang dari kalangan biasa.
Sesungguhnya, orang yang datang ke Pesona Biru Santa di kota S bukanlah orang dari kalangan biasa.
Tuan Roy sering berurusan dengan penjahat di dunia ini. Pada dasarnya ia tahu ada banyak hal di balik layar para kalangan atas.
Dia sendiri mengakui, bahwa dia hampir mengenal semua orang kelas atas di kota S ini. Namun, dia sama sekali tidak mengenali orang di depannya ini.
Ketika Chelsea melihat orang di depannya, seketika dia seperti disambar petir. Mendadak tubuhnya gemetar tak terkendali, rasanya ingin segera menghilang dari hadapan orang itu.
'Mengapa, harus bertemu dengan pria ini saat dalam keadaan memalukan seperti ini?'
Saat James Walson melihat pria itu, dia langsung tersenyum dan maju ke depan untuk menutupi kejadian tersebut dan memperkenalkan orang tadi ke Tuan Roy di sebelahnya.
"Perkenalkan dia adalah Tuan Brad dari Ranger Group"
Ranger Group adalah pengembang properti tanah yang sudah lama di kota S, dimana sebelumnya berada di bawah kendali Tuan Brad sendiri.
Brad Ranger baru saja kembali dari luar negeri untuk mengambil alih perusahaan. Dan sebenarnya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya.
Industri hiburan saat ini sedang booming, dan dalam beberapa tahun terakhir ini banyak pengusaha dari industri lain berinvestasi di industri hiburan.
Dalam dua tahun terakhir ini, Ranger Group juga telah berinvestasi di industri hiburan dan telah bekerjasama dengan mereka. Jadi dia tidak ingin membuat kedua belah pihak merasa tidak nyaman dengan adanya masalah ini.
Lalu Tuan James berencana mengenalkan Tuan Roy pada Brad Ranger.
"Tidak, aku tidak tertarik untuk berkenalan dengan orang seperti ini."
Brad Ranger berkata dengan sinis.
Setelah mengatakan hal itu, kemudian mata Brad melirik ke arah Chelsea yang saat ini dalam kondisi sangat berantakan di sana.
Sekilas pupil matanya langsung mengecil. Dia langsung melangkah maju untuk melihat konsidi Chelsea, dengan suara seraknya dia bertanya, "Chelsea, ada apa denganmu?"
__ADS_1
"Tidak, Tidak."
Chelsea buru-buru mengulurkan tangannya untuk menutupi wajahnya.
Bagaimana bisa dia terlihat di depan Brad Ranger dengan keadaan memalukan seperti ini?.
Tubuhnya kembali gemetar, rasanya dia ingin segera pergi.
Brad tidak tega melihat hal seperti ini, dan dia juga tidak menyangka kalau yang dia selamatkan adalah Chelsea.
Disaat yang bersamaan, muncul rasa marah dan ketakutan pada dirinya.
Melihat tangan dan tubuh Chelsea yang berlumuran darah, dan tubuhnya yang gemetaran. Membuatnya semakin merasa tertekan.
Terlepas dari masalah yang terjadi, terlihat ada luka di wajah Chelsea. Lalu dia langsung menutupi tubuh Chelsea dengan jas yang ada di tangannya.
Kemudian memeriksa luka lain di tubuh Chelsea.
"Chelsea, bagaimana kondisimu? Katakan kepadaku, bagian mana yang terluka?"
Terdapat getaran pada suara Brad.
Chelsea merasa lebih sedih ketika mendengarnya, dan dia menggelengkan kepalanya merasa putus asa.
"Kamu jangan takut. Tidak apa-apa, jangan takut ya."
Brad terus menenangkannya.
Namun, Brad tidak mengerti kalau orang yang tidak ingin dilihat oleh Chelsea saat ini adalah dirinya.
Berjuang untuk mendorong Brad dengan keras, membuatnya tersedak lalu berkata, "Lepaskan aku. Ku mohon kepadamu, lepaskan aku.!"
Brad merasa sedih, "Chelsea, ini aku. Aku Brad Ranger, aku di sini, sekarang tidak akan ada yang bisa mengganggumu lagi."
Tak jauh dari posisi mereka sekarang. Sebuah pintu ruangan lain terbuka.
Leo dan Dody juga ada di sini malam ini untuk membicarakan perihal bisnis.
Baru saja keluar dari pintu ruangan, Dody bersuara, "Tsk" lalu menyenggol Leo dengan rasa tidak bersalah.
"Bukankah itu Brad Ranger dari Ranger Group? Yang baru saja kembali dari luar negeri dan menunjukkan cara sok memerintahnya itu. Ah, kelinci kecil itu tampak menyedihkan. Tidakkah kamu ingin jadi pahlawarn untuk
menyelamatkan gadis cantik itu, sembari menunjukkan pesonamu?"
Leo hanya menyipitkan matanya, melihatnya kesana. Lalu berkata dengan dingin, "Lebih baik aku pergi bersenang-senang sendirian"
Namun, pada saat dia akan berbalik dan pergi. Sekilas matanya tidak sengaja melihat sosok yang lemah di pelukan Brad.
Dalam sekejap tatapan matanya menjadi tajam. Dia lalu bergegas melangkah maju dan hanya beberapa langkah saja Leo menarik Chelsea untuk menjauh. Dia tidak bisa menahan diri untuk mengangkat tangannya dan mengarahkan pukulannya ke wajah Brad Ranger dengan keras.
Mata Dody yang melihatnya tampak berbinar dan bahagia.
Gerakan Leo sangatlah cepat dan tepat.
...********************...
...THE END...
...********************...
__ADS_1
...- Terima kasih semua sudah menemani dan ...
... membaca NOVEL ini, Mohon maaf bila ada kesalahan baik dari kata, tulisan, dan kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, Saya harap bisa berjumpa kembali dengan kalian semua dan melanjutan Season yang Ke-2, Terima kasih semua! -...