
Aku siap, jika harus berdebat panjang lebar dengannya.
Namun, Reaner ternyata tidak banyak bertanya, dia hanya membuka mulutnya, tapi tanpa mengubah ekspresi di wajahnya.
"Karena rumah ini hanya tempat tinggal sementara ayahku, dia biasanya tidak datang kemari, jadi aku tidak menyiapkan kamar lain untukmu. Tadi malam itu, hanya kebetulan saja kamu bertemu dengannya, jangan khawatir. Menurutku, dia tidak akan kembali malam ini. Jadi, aku akan membersihkan kamar tamu besok, agar kamu bisa pindah ke sana"
Chelseae menatap Reaner dengan penuh curiga dan tidak bisa mempercayai kata-katanya. 'Apakah tadi malam itu benar hanya kebetulan saja?"
Berkat pengalaman sebelumnya, membuatnya sadar bahwa anak ini tidak dapat dipercaya.
Reaner mengangkat bahunya dan berkata, "Jika kamu tidak percaya, pergi dan lihatlah sendiri"
Chelsea lalu berkeliling ke kamar-kamar lainnya. Dan benar saja, dia melihat kamar lain yang tertutup dengan kain putih dan berdebu.
Sepertinya memang sudah lama tidak ditempati.
Baiklah, jika memang harus kembali ke kamar tidur utama. Lagipula, hanya untuk semalam Reaner sangat gembira dari dalam hubuk hatinya. 'Oh, ibuku tertipu lagi.!
Lebih baik, sekarang dia meminta seseorang untuk membuat kekacauan di kamar utama terlebih dahulu.
Hari ini, Chelsea menghabiskan waktu yang cukup lama di stasiun TV hingga tengah hari, setelah dari sana dia kemudian menemani Reaner pergi ke supermarket sepanjang hari. Sesampainya dari supermarket, dia langsung mandi dan setelah itu dia baru bisa berbaring di tempat tidurnya hingga tertidur pulas.
__ADS_1
Klub TOP, sebuah klub mewah yang berada di gedung lantai enam.
Ditempat itu, datang Leo sambil menendang pintu sebuah ruangan hingga terbuka lebar. Dua orang yang sedang duduk di sofa kemudian menatapnya.
Pria bernama Dody, bertanya sambil tersenyum, "Siapa yang telah membuat Presiden Leo kita ini menjadi sangat menakutkan?"
Leo mengabaikannya dan memeriksa ruangan itu tetap dengan sikap dinginnya. Dia lalu bertanya dengan wajahnya yang terlihat suram, "Di mana Franky?"
"Belum lama ini, aku mendapat telepon dari Franky dan dia berkata Aku harus pergi.' Kemungkinan, dia sudah berada di pesawat sekarang.
Leo menarik dasinya dengan kasar, dan duduk di sofa. Kemudian mengangkat tangan untuk menuang segelas anggur untuknya. Dody memperhatikan sambil tersenyum.
"Aku ingat. Dia pernah mengatakan bahwa putramu Yinning telah memesan satu botol obat kemarin. Jika kamu ingin tahu, kamu bisa pergi dan menanyakannya pada putramu"
Ferry mengangkat alisnya seakan dia tidak tahu apapun. Namun sebenarnya, dia diam-diam juga ikut bekerja sama.
"Dia akan mati jika dia berani kembali." ucap Leo sambil
menggertakkan giginya. Kemarin malam, Franky dan Reaner pasti bekerja sama untuk memberinya obat bius di minumannya. Selain mereka, tidak ada yang memiliki keberanian seperti itu.
Ucapannya membuat kedua orang temannya itu hanya saling memandang. Sebelumnya, mereka memang mendengarkan cerita dari Franky, sambil menebak apa yang direncanakan oleh Reaner saat itu juga, dengan melihat reaksi dari Leo. Dody tiba-tiba berteriak dengan keras.
__ADS_1
"Sial, putramu Reaner benar-benar berhasil?"
Selama bertahun-tahun, Leo telah menjadi bahan gosip akan identitasnya.
Banyak wanita yang ingin tidur dengan Leo, dan para wanita itu secara diam-diamn menghalalkan segala cara. Sayangnya, tidak pernah ada yang berhasil. Namun, Reaner berhasil mengirim seorang gadis ke tempat tidur Leo. Itu adalah sebuah prestasi!
"Reaner sangat hebat" Dody mengangkat gelasnya keatas, sambil memamerkan wajahnya dengan senyum mengejek.
Leo meliriknya tajam dan berkata dengan dingin. "Haruskah aku membawamu ke Afrika lalu melemparkanmu ke kawanan gajah?"
Dody yang saat itu sedang merokok, kemudian menghentikan kegiatannya. Dia berkata, "Ini hanya untuk bersenang-senang, apakah harus seserius ini?"
Leo mengerutkan kening, "Kalau begitu, jaga ucapanmu."
Senang-senang apanya, jelas itu sindiran.
Bibir Dody sedikit melengkung, merasa hatinya seakan tidak percaya akan kejadian langkah ini.
Ferry pun dengan santainya menimpali, "Jika ibumu tahu, pasti dia tidak akan setuju dengan pemikiranmu yang tanpa alasan ini."
Meskipun ucapannya barusan tidak banyak yang mengerti, nanun pada beberapa orang pasti akan memahaminya.
__ADS_1