
Sebuah rak kayu tinggi tiba-tiba bergetar, dan membuat sebuah kaleng berisi cat jatuh dari atas rak kayu tersebut. Dessy yang menyadari hal itu, hanya bisa berteriak berkata hati-hati, dan tepat pada saat itu juga kaleng cat tumpah mengenai bahu Chelsea.
Setelah meninggalkan noda kuning di gaun putih yang dikenakan Chelsea.
Kaleng cat itu kemudian jatuh ke tanah hingga menimbulkan suara yang keras.
Dessy yang panik, kemudian maju untuk melihat kondisi Chelsea,
"Chelsea apa kau tidak apa-apa?"
Wajah Chelsea memucat, gemetaran, sambil menutupi bahunya dan dengan hati-hati menghindar dari Dessy, "Aku baik-baik saja. Dan tolong jangan mendekat padaku, nanti kamu akan terkena pewarna juga."
Mereka berdua sebentar lagi akan segera tampil, jadi dia tidak mungkin membiarkan Dessy membuat masalah seperti dirinya.
"Ini pasti kerjaan Sasya, aku akan pergi mencarinya dan memberinya pelajaran." ucap Dessy menggertakkan giginya sambil menatap punggung Sasya dari kejauhan.
"Jangan pergi, dan jangan katakan apapun karena kita tidak punya bukti. Sudah saatnya bagimu untuk tampil sekarang" ucap Chelsea sambil melihat rak kayu di sebelah lorong,
Dia melihat ada kaleng cat lain di rak kayu yang tidak jauh dari posisinya sekarang, dimana cat itu digunakan untuk mendekorasi tempat ini sebelumnya. Para karyawan sangat terburu-buru tadi, hingga mereka lupa tidak membawanya pergi.
__ADS_1
Sebelum Sasya naik ke panggung, dia pasti telah melihat dan memastikan bahwa tidak ada CCTV di ruang tunggu ini. Jadi dia merasa aman untuk melakukan perbuatan di sini.
Saat ini, Desainer yang berada di depan sedang memberikan isyarat kepada para peserta, agar mereka bersiap untuk tampil.
"Bagaimana ini?" Dessy dengan cemas mencoba untuk membersihkan pewarna di tubuh Chelsea.
Chelsea merasa tidak enak, buru-buru dia mengulurkan tangan untuk menghalangi Dessy. "Jangan khawatir. Sekarang kamu tampillah dulu dan sedikit ulur waktu untukku, aku ada ide"
Dessy yang merasa tidak punya pilihan lain, hanya bisa
menggertakkan giginya dan pergi tampil terlebih dahulu.
kembali ke ruang tunggu dan bersiap untuk tampil.
Sang Desainer sangat terkejut, ketika dia melihat banyak pewarna cat pada gaun Chelsea sekarang. Namun Chelsea tidak punya waktu lagi untuk menjelaskannya, jadi dia langsung menuju ke panggung.
Penampilan dari Dessy telah menarik banyak perhatian orang-orang yang berada di bawah panggung, hingga membuatnya berkeringat dingin.
Hingga sampai terdengar seruan dari para para.
__ADS_1
Dessy tahu jika hal itu pasti karena Chelsea yang muncul diatas panggung. Seketika perasaannya jadi tidak enak. Kemudian dia pergi untuk melihat keadaan Chelsea, sambil menarik napasnya dalam. Chelsea yang melihatnya hanya bisa memberikan tatapan menenangkan.
Kemudian dia berjalan ke depan dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Pewarna merah dan kuning di tubuhnya serta berlian merah di lehernya terlihat saling melengkapi satu sama lain, sama sekali tidak terlihat monoton.
Sebuah garis miring berwarna merah di ujung matanya, seperti melambangkan seorang anak muda yang penuh semangat dalam menggapai impiannya. Dan dengan senyum cerah yang dia tampilkan, membuat penampilannya tampak begitu indah. Hingga para penonton pun tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari Chelsea.
Tepat di tribun VIP. Leo terlihat sedang menyipitkan matanya, menatap seseorang yang saat ini berada di atas panggung sambil mengerutkan dahinya.
Namun, Direktur Desain perhiasan di sebelahnya seketika berkeringat dingin, saat melihat Leo mengerutkan dahinya.
Dengan cepat dia langsung menjelaskan, "Tuan Leo, ini pasti sebuah kecelakaan. Kami sama sekali tidak memiliki desain seperti itu sebelumnya. Pasti ini kesalahan yang dilakukan model itu, aku akan menyuruh seseorang untuk pergi ke belakang panggung dan mencarinya.."
Leo hanya menatapnya dengan diam. Sebaliknya, wajah direktur desain terlihat sangat pucat sekararng. Dia telah mencoba melakukan yang terbaik, sehingga dia berharap tidak akan terjadi masalah apapun.
Namun, jika konferensi pers hari ini hancur, maka tidak akan ada seorangpun di seluruh departemen perhiasan yang bisa menahan kemarahan dari Tuan Leo.
Di sisi lain, mata Nara bersinar hingga membuatnya berteriak dengan penuh semangat pada mereka, "Wow, aku suka kecelakaan yang dia buat ini, dia telah memberiku sebuah inspirasi baru. Presiden Hernandez, bisakah
__ADS_1
kamu membawaku ke belakang panggung untuk bertemu dengan model itu nanti?"