MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU

MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU
CHAPTER 30 : KESEMPATAN BESAR UNTUK MENANG!


__ADS_3

"Halo, Nona Chelsea, Perkenalkan aku Nara."


Terlihat Chelsea berusaha agar bisa terlepas dari gendongan Leo, dan ingin turun.


Leo yang tidak peduli, kemudian menatap Chelsea dengan tatapan tajam.


Bibir Chelsea mencebik, dia merasa jika tidak ada pilihan selain tetap meletakkan tangannya dan memegang leher Leo kembali.


"Hallo, Tuan Nara"


Nara yang tidak peduli bahwa Chelsea sedang berada di gendongan Leo, tetap berkata dengan penuh semangat.


"Nona Chelsea, aku sangat menyukai idemu barusan. Idemu memberikan ku sebuah inspirasi baru. Aku ingin tahu, apakah Nona Chelsea bersedia untuk ku ajak berbicara?"


"Terima kasih Tuan Nara atas pujiannya. Saya merasa terhormat bisa mengenal anda. Namun, saya hanya ingin memberitahu anda jika kejadian tadi adalah sebuah kecelakaan dan bukanlah atas ide saya. Jika mungkin,


saya juga tidak akan mengambil resiko sebesar itu."


Chelsea berkedip dan tersipu malu, dia tidak mencoba mengambil kesempatan ini untuk melebih-lebihkan kemampuannya.


"Tidak, justru karena kecelakaan itu, kamu dapat menunjukkan kreativitasmu serta kemampuanmu menghadapi situasi sulit dengan tenang dan berani."


Nada bicara Nara dipenuhi dengan pujian.


Chelsea hanya bisa tersenyum. Kemudian dia mengarahkan pandangannya ke Sasya yang berdiri di kejauhan seakan dia ingin membalas perbuatan gadis itu, Dia berkata dan kembali tersenyum .


"Sepertinya saya harus berterima kasih dengan adanya kecelakaan tadi, karena hal itu telah membuat saya mendapatkan pujian dari anda.!"


"Tuan Nara, maafkan aku. Tapi aku harus membawanya ke rumah sakit terlebih dulu, dan kita akan bicarakan lagi masalah ini nanti." sela Leo pada pembicaraan Nara dan Chelsea, dengan memasang wajah ketus.


Nara hanya mengangkat bahunya pada Chelsea, kemudian dia berkata sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, saya berharap kau lekas sembuh. Terlebih lagi, aku berharap untuk memiliki kesempatan bekerja sama denganmu di masa depan!"


"Terima kasih." ucap Chelsea berterima kasih sambil tersenyum.


Leo melirik ke Direktur Desain, memberinya isyarat agar mengantar Nara pergi terlebih dahulu.


Kemudian dia berjalan keluar bersama Chelsea yang berada di gendongannya.


Para wanita yang masih berada di belakang panggung hanya bisa merasa takjub.


"Wow, Presiden Hernandez begitu baik."


"Jika saja ada kesempatan untuk digendong oleh Pria separuh Dewa seperti itu, jangankan kaki keseleo, bahkan aku sanggup untuk mematahkan kakiku."


Sasya benar-benar sangat marah sekarang ini.


Mengapa Chelsea, gadis s*alan itu bisa begitu beruntung?


Tidak hanya membuat Presiden Hernandez membawanya ke rumah sakit, tetapi dia juga telah mendapat pujian dari Tuan Nara.


Ini adalah sebuah kesempatan besar untuk bisa menang di kompetisi ini!


Keluar dari pusat pameran, Leo langsung membawa Chelsea masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju ke kursi pengemudi.


Sepanjang jalan, Leo sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun, wajahnya pun terlihat tegang.


Chelsea melirik ke arahnya diam-diam dari waktu ke waktu.


'Pria ini, apa dia tidak mau mengungkit masalah yang telah aku timbulkan?'


Dalam dua hari ini Chelsea telah membuat kesalahan.

__ADS_1


Dia merenungkan dengan serius, apakah nantinya dia harus berlutut dan bersimpuh di kakinya agar tidak diusir pergi.


Atau lebih baik berguling-guling dan bertingkah lucu?


Hingga tak terasa mobil sudah berhenti, kemudian Leo kembali menggendongnya keluar. Dan membuat Chelsea menyadari bahwa dia sebenarnya dibawa pulang ke rumah.


Melihat kakinya yang masih memar dan bengkak, Chelsea kemudian mengulurkan tangannya mencolek bahu Leo.


"Hei, bukankah tadi kamu bilang akan membawaku ke rumah sakit?"


"Jangan banyak bicara."


Leo meletakkannya di sofa, berbalik dan kembali ke kamar untuk mengambil botol kecil putih.


Setelah itu, botol tadi di buka dan cream transparan langsung mengeluarkan aroma ringan.


Chelsea yang merasa penasaran, lalu membungkuk untuk melihatnya.


"Benda apa ini?"


Leo mengabaikannya dengan wajah suram. Lalu mengeluarkan sedikit cream dari botol, dan menarik kaki Chelsea untuk mengoleskan cream tadi ke bagian kaki yang memar dan bengkak.


Creamnya terasa dingin dan terbukti menghilangkan rasa sakit di kaki.


Ternyata ini khusus diberikan kepadanya untuk mengurangi


pembengkakan. pikir Chelsea sambil tersenyum. Bau creamnya tidak mengganggu, lagipula dia juga tidak ada alasan untuk, mengeluh pada kenyamanan ini.


Namun, beberapa detik kemudian.


"Aaa, sakit."

__ADS_1


__ADS_2