
Beberapa detik kemudian, suara "Bughh" terdengar dengan keras.
Bersamaan dengan jeritan melengking seseorang di tempat latihan.
Senyum puas di wajah Sasya, seketika menghilang, Alex, si bodoh itu. Jelas-jelas diminta untuk menabrak Chelsea hingga terjatuh. Tapi kenapa malah dia yang jatuh tepat di bawah Chelsea,
Sekarang? "Ouwh? Bagaimana bisa kamu tiba-tiba muncul di bawahku? Bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja?"
Chelsea buru-buru bangkit dari atas tubuh Alex, sambil bertanya dengan polos.
Alex menggertakkan giginya, dan baru saja dia akan bangun.
Tiba-tiba kaki Chelsea terpeleset dan berakhir dengan kembali jatuh di atas tubuh Alex,
"Aaa... " Alex berteriak dan kembali jatuh ke lantai.
"Maaf, maaf, kakiku terpeleset, aku sungguh tidak sengaja" ucap Chelsea merasa tidak enak hati.
"Chelsea, kamu pasti melakukannya dengan sengaja!"
Alex kembali menggertakkan giginya. Secara reflek, menyentuh bagian belakang kepalanya dan melihat darah menempel di sela-sela jarinya.
__ADS_1
Seketika itu, dia langsung menatap tajam Chelsea, ingin segera membalasnya.
Saat pelatih mendengar teriakan di tempat latihan, dia segera bergegas datang.
Sesampainya ditempat, dia melihat noda darah di lantai, buru-buru dia memeriksa luka di bagian belakang kepala Alex. Setelah memastikan lukanya baik-baik saja, selanjutnya staf medis mengeluarkan kotak P3K mengambil perban untuk membalut luka Alex,
Kemudian, pelatih itu bertanya dengan serius. "Ada apa ini?"
Dalam kompetisi sebelumnya, meskipun banyak orang yang telah melakukan beberapa trik untuk mengurangi pesaing, tapi tidak pernah ada kejadian buruk di hari pertama.
"Aku hanya berlatih sendirian. Dan aku tidak tahu mengapa Alex tiba-tiba muncul di belakangku lalu menabrakku" jawab Chelsea dengan polos.
"Kamu berbohong, jelas-jelas kamu yang mendorongku hingga jatuh." ucap Alex sambil menggertakkan giginya.
"Apakah ada saksi, yang melihat kejadian sebenarnya?"
Sasya menatap Chelsea dan berkata sambil mencibir.
"Aku saksinya, jika kejadian barusan adalah perbuatan Chelsea. Dia dengan sengaja mendorong Alex hingga terjatuh dan menyakitinya untuk mengurangi pesaing. Dan jenis hukuman yang pantas diterima, aku menyarankan kepada para juri agar dia didiskualifikasi dari kompetisi ini"
"Saysa, bahkan jika kamu tidak menyukaiku, tidak seharusnya kamu memfitnahku seperti ini, disaat banyak pasang mata yang melihat kejadian tadi. Apalagi kau memanfaatkan statusmu yang sebagai putri pemilik Ranger Group" ucap Chelsea sambil mengangkat alisnya.
__ADS_1
Perkataannya barusan tidak hanya menunjukkan kepada pelatih bahwa dia bukanlah orang yang bersalah disini, tetapi juga membuktikan bahwa Sasya selalu memanfaatkan statusnya agar tidak ada satupun orang yang berani menyinggung dirinya.
Pelatih mengerutkan keningnya, dan ingat akan konflik yang terjadi sebelumnya.
Setelah mendengarkan perkataan Chelsea barusan, pelatih itu mulai menebak kebenaran dari kejadian ini.
Kejadian ini, pasti ada hubungannya dengan Sasya.
Tapi dengan status Sasya saat ini, tidak ada satupun orang yang mau bersaksi untuk Chelsea. Hal itu membuat pelatih merasa khawatir, jika Chelsea akan mendapat masalah besar dari kejadian ini.
"Ada CCTV di tempat latihan. Jika anda ingin mengetahui faktanya, pergi saja ke ruang pengawas untuk melihat rekaman CCTV nya." suara keras terdengar di luar kerumunan.
Orang yang berkerumun segera menyingkir, hingga mereka melihat seorang wanita yang sedang bersandar di dinding tidak jauh dari lokasi, sambil menunjuk jarinya ke arah CCTV yang terpasang di sudut yang berlawanan.
Sasya kemudian menatap wajah wanita itu dengan kesal.
Dia tidak tahu kalau ada CCTV di tempat latihan. Apalagi ada orang yang berani mencampuri urusannya dan tidak takut mati.
"Kalian bertiga pergi ke ruang pengawas bersamaku dan yang lainnya lanjutkan berlatih."
Pelatih itu mengerutkan keningnya sebentar. Lalu berbalik dan bergegas pergi.
__ADS_1
Wajah Alex langsung pucat. Kemudian melihat Sasya bermaksud untuk meminta bantuan, tapi Sasya malah memelototinya.
Alex saat ini hanya bisa diam dengan tubuhnya yang gemetaran.