MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU

MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU
CHAPTER 35 : SATU JUTA PER CANGKIR!


__ADS_3

"Kenapa, apa kamu sedang memandang rendah diriku?"


Wajah Chelsea terlihat ketakutan dan dia memegang cangkir di tangannya dengan erat. Dia tidak tahu bagaimana harus menghadapinya.


Untungnya Dessy ada di sebelahnya, Melihat hal itu, dia segera berdiri dan menarik Chelsea ke tempat duduknya.


Kemudian Dessy menuangkan segelas anggur, menyerahkannya kepada pria itu sambil tersenyum dan berkata, "Tidak Tuan Ryan, adikku hanya belum pernah mengerti apa yang harus dia lakukan. Jadi segelas anggur ini sebagai ungkapan permintaan maaf kami padamu Tuan"


"Huh, aku tidak tahu apa yang baik dan yang buruk"


Presiden Ryan mendengus kesal.


Lalu mengambil segelas anggur yang diberikan oleh Dessy dan meminumnya hanya dalam sekali teguk.


Kemudian dia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Dessy dengan berkata sambil tersenyum.


"Tentu saja, kakakmu lebih berpengalaman dan akan memiliki masa depan."


Ejeknya sambil tersenyum, dengan wajah besar dan berminyak, serta badan yang gemuk.


Dessy menahan ketidaknyamanan di hatinya, namun tidak bisa melepaskan tangan pria itu dan tetap tersenyum.


"Terima kasih Tuan Ryan atas pujianmu, dan mohon agar tidak terlalu menyalahkan adikku."


"Jika kamu ingin aku tidak menyalahkannya, maka minumlah denganku dulu."

__ADS_1


Tanpa memberikan jeda, Presiden Ryan segera memberikan segelas besar anggur di hadapan Dessy.


Chelsea menggigit bibirnya, hendak berbicara. Namun, diam-diam tangan Dessy memegang tangannya di bawah meja dan memberi isyarat agar dia tidak mengatakan apapun.


Dessy mengambil cangkir itu dengan senyum lebar, sambil melihat ke atas dia langsung meminumnya


"Bagus!"


Presiden Ryan tertawa dan kembali minum. Meletakkan tangannya di pinggang Dessy, kemudian menuangkan segelas anggur lagi dan menyerahkannya ke Dessy.


"Minumlah denganku, dan aku akan memberimu satu juta."


Orang-orang yang ada di dalam sini semuanya adalah orang terkaya di kota S. Tentu saja, mereka bukan orang yang kekurangan uang, Hal yang sudah biasa bagi mereka dengan membuang uang jutaan untuk bersenang-senang.


"Ayo, lepas satu pakaian kuberi satu juta."


"Sebuah ciuman, satu juta."


Dalam beberapa saat, suasana di dalam ruangan menjadi panas, dan membuat wajah Chelsea menjadi pucat.


Beberapa orang semakin bertindak berlebihan, dari menemani minum anggur hingga sekarang, mereka pun harus melepas pakaiannya. Kapan hal seperti ini akan berakhir.


Di tengah banyak orang yang datang untuk meminta Chelsea menemaninya minum anggur.


Dessy selalu berbalik dan terus menerus membantu banyak hal untuknya.

__ADS_1


Pada akhirnya, Chelsea mau tidak mau tetap mabuk juga.


Otaknya kini jadi linglung, bahkan melihat suatu objek sudah seperti melihat bayangan.


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka dari luar.


Seorang pemuda bertato dengan sedikit kerutan diantara alisnya masuk


bersama dua wanita cantik, yang salah satunya membawa tas hitam besar.


"Haha, Tuan Ryan, Tuan James, dan yang lainnya... Bos ku mendengar bahwa kalian datang kemari. Jadi dia secara khusus memintaku untuk datang dan memberikan kesenangan pada kalian. Kami baru saja menerima beberapa barang baru, yang pastinya akan membuka lebar mata kalian semua"


Pemuda itu tertawa dengan keras, lalu meminta wanita cantik di sebelahnya untuk meletakkan tas hitam yang dibawanya.


Kota S memiliki tiga perusahaan media terbesar yaitu, Internasional City, Hiburan JK dan Industri Film.


Orang yang dipanggil Tuan James adalah James Walson, Petinggi Industri Film.


Tuan James melihat pemuda bertato masuk membawa tas hitam besar, tapi dia tidak tahu apa yang ada di dalam tas itu. Dia berharap itu adalah sesuatu yang akan membangitkan minatnya. Dan saat pemuda bertato itu


duduk, James Walseon bertanya dengan penuh harapan.


"Mengapa hari ini Tuan Bai tidak datang untuk bermain-main bersama?"


"Haha, Tuan Yuda kita selalu siap untuk datang dan bermain dengan anda secara langsung, Asal anda tahu, Tuan Yuda kita belum pernah mencoba barang ini. Hehe, kebetulan Tuan Bai ada urusan, jadi dia memintaku untuk datang dan bermain-main dengan kalian disini." Pemuda bertato itu menjelaskan sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2