
Jendela mobil perlahan diturunkan, hingga wajah tampan Leo mulai terlihat. Pria itu menyuruhnya masuk ke dalam mobil, namun terdapat keraguan pada hati Chelsea. 'Mengapa orang ini tiba-tiba menjadi baik? Dan juga, mobilnya sangat berisik. Yang benar saja, mana mungkin orang sedingin itu bisa mencair hatinya. Pasti sekarang dalam hatinya dia merasa tidak ikhlas' Keluh Chelsea dalam hati.
"Kenapa kamu hanya berdiri saja disana, apa kamu mau menunggu sampai bunga bermekaran?" ucap Leo mengerutkan dahinya.
Chelsea dengan terpaksa menampilkan senyuman palsu di wajahnya, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.
Dia sebenarnya ingin tetap menunggu taksi lewat daripada harus menerima tawaran pria ini. Namun, terlalu sulit untuk menunggu taksi di sini.
Setelah Chelsea duduk, mobil langsung melesat dan melaju ke depan. Chelsea yang melihat angka pada speedometer, dari dalam hatinya, hanya bisa berharap agar Tuhan selalu memberkatinya.
Chelsea kemudian menoleh kesamping dan diam-diam memperhatikan Leo. Pria itu ternyata memiliki bulu mata yang panjang dan lentik, disertai dengan bentuk wajahnya yang sempurna dan indah. Benar-benar memanjakan mata.
Sayang sekali, bibir tipis itu tertutup dengan rapat. Yang mengartikan bahwa di dia tidak punya niat untuk mengobrol dengannya.
Chelsea yang kesal menjulurkan lidah kecilnya, lalu kembali menoleh ke arah luar jendela sambil melihat jalanan.
Di pagi hari ini, setelah selamat dari dari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya Chelsea bisa sampai di tempat latihan tepat waktu.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mengantarku ke sini" Chelsea menunjukkan senyum manisnya kepada Leo.
"Kebetulan tujuan kita searah, jadi jangan besar kepala" Leo yang melihat senyum Chelsea, seketika membuatnya gugup dan akhirnya menoleh ke depan sambil sedikit mengejek. Kemudian dia langsung menginjak pedal gas dan pergi.
Chelsea tersenyum simpul, berpikir bahwa pria itu mengantarnya tanpa bertanya lokasi tujuannya. Sangat jelas, bahwa pria itu memang berniat mengantarnya kemari sejak awal. Jika dipikir-pikir, pria ini tidak terlalu buruk.
Lokasi tempat latihan Chelsea tidaklah berada di stasiun TV kemarin, tapi berada di tempat latihan khusus.
Dan kehadiran semua orang disana, membuat Chelsea menyadari bahwa sekarang ini hanya ada belasan orang yang tersisa, dari puluhan ribu orang yang telah mendaftar sebelumnya.
Mengejutkan, bahwa dia dan kontestan lain berhasil mengalahkan puluhan ribu orang kemarin! Babak eliminasi nya memang sangat sulit.
Bukan hal yang mnudah, untuk mendapat tempat di antara puluhan ribu orang.
Chelsea melihat para wanita di sekitarnya tampak berpakaian rapi, lalu membandingkan dirinya sendiri yang saat ini tanpa memakai riasan apapun, dan hanya berpakaian biasa.
Setiap saat, para wanita ini hanya memikirkan penampilannya saja, padahal ini kan hanya latihan bukan babak final. Lalu untuk apa itu semua?.
Latihan di hari pertama, diajarkan cara berjalan dan bergaya dengan benar. Sang pelatih memberikan mangkuk ke setiap orang untuk diisi dengan air, lalu mangkuk itu harus diletakkan di atas kepala mereka.
__ADS_1
Peraturannya adalah, saat berjalan air yang ada dalam mangkuk tidak boleh jatuh ataupun tumpah.
Semua orang merasa bingung dengan peraturan yang diberikan oleh pelatih. Lagipula ini bukan latihan sirkus, jadi mengapa mereka harus melakukannya?
Sang pelatih lalu tersenyum. Kemudian mengambil semangkuk penuh air dan meletakkannya di atas kepalanya sembari memberikan contoh.
Semangkuk air itu tampak seperti mahkota di kepalanya, sambil berjalan bolak-balik dengan anggun, tetapi tidak ada setetes pun air yang tumpah.
Pelatih pun menjelaskan, bahwa latihan ini tidak hanya untuk melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh mereka saja, tetapi juga untuk melatih kekuatan leher. Dengan cara ini, tubuh dan kepala tidak akan goyang secara tidak teratur, dan akan terlihat bagus saat berjalan di atas catwalk.
Setelah pelatih menjelaskan beberapa hal penting, dia meminta semua peserta untuk membuat kelompok dan berlatih dengan bebas.
Dari kejauhan Sasya menatap tajam ke arah Chelsea yang berada jauh darinya.
'Padahal kemarin aku sudah mempermalukannya, tapi dia tetap berani datang ke sini hari ini. Aku benar-benar tidak tahu lagi harus berbuat apa.'
Sambil mendengus marah, dia berjalan ke tempat Chelsea berada.
"Chelsea, jika kamu tidak ingin mati. Maka, dalam satu menit kedepan, segeralah pergi dari sini dan secara otomatis kau keluar dari kompetisi"
__ADS_1