MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU

MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU
CHAPTER 14 : IBU SANGAT KEJAM!


__ADS_3

La berusaha dengan keras untuk bisa tidur, namun bayang-bayang Leo selalu saja muncul. Ternyata pria kejam dan berlidah beracun itu juga memiliki sisi lembut dalam dirinya. Entahlah siapa yang sedang menelponnya itu, hingga dia bisa menunjukkan sisi lembutnya. Chelsea menduga, jika itu adalah orang yang pria itu sukai.


Chelsea berpikir dengan marah, menurutnya para lelaki sangat suka mempermainkan para wanita saja. Akan ada pria yang menyukainya, dan ada pula pria yang berani mempermainkannya. Sungguh, para wanita itu memiliki penilaian yang sangat buruk.


Sshh.. bibirnya benar-benar terasa sakit. Pria itu sudah seperti binatang buas saja!


Keesokan harinya, Chelsea membuat sarapan sambil memegangi pinggangnya. Meskipun sofanya empuk, nyatanya pinggangnya jadi sakit setelah tidur disana semalaman. Sekali lagi, dengan marah dia mengutuk


seseorang yang telah membuatnya tidur di sofa.


Di tempat lain, Leo sudah bangun, setelah itu dia memutuskan keluar dari kamarnya. Sebab dia mencium aroma yang sangat menggoda.


Saat melihat seseorang sedang sibuk di dapur, membuat Leo merasa kaget.


Tak lama, Reaner menyusul keluar dari kamar tidurnya, dan melihat Leo berdiri di koridor dan menghalangi jalannya. Dengan tenang Reaner melewatinya dan berjalan menuju ruang makan.


Melihat Chelsea terus menerus memegangi pinggangnya membuat Reaner bertanya, "Ibu, apakah kamu tadi malam ditindih lagi oleh Ayah?"


Tangan Chelsea yang sedang memegang piring langsung bergetar, dan hampir menjadikan piring itu sebagai alat untuk menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


Meletakkan sarapan di meja, Chelsea kemudian berbalik dan mencubit pipi Reaner yang putih dan lembut, serta menggertakkan giginya, "Diam, kamu hanya anak kecil yang baru berumur lima tahun, oke? Dan aku belum selesai berurusan denganmu. Kamu bilang ayahmu tidak akan


kembali, bukan?"


"Ya, tapi aku tidak tahu kalau dia ternyata kembali."


Wajah kecil Reaner berkerut sambil menatap Chelsea dengan sedih, "Sakit"


Chelsea merasa kasihan, tapi juga membuat Chelsea menggertakkan giginya dan melotot padanya, lalu melepaskan, "Untungnya kamu bukan anak kandungku, jika benar, maka aku akan menggantung dan memukulmu dengan keras!"


Reaner mengusap wajahnya yang merah, dan berkata dalam hati 'Ibu sangat kejam!' Berharap dia tidak akan melakukan hal itu, jika dia tahu kebenarannya!


Leo yang sedari tadi berdiri di koridor, hanya mengawasi dari


'Kehidupan seperti ini ternyata lebih baik!' Sambil kakinya yang panjang mulai mlangkah, dan berjalan menuju ruang makan.


Duduk di meja makan, dia melihat Chelsea lalu berkata dengan percaya diri, "Sarapan."


Dengan cemberut, Chelsea bangkit lalu pergi ke dapur dan membawakan sarapan untuk disajikan ke Leo.

__ADS_1


Leo dengan elegan mengambil peralatan makan dan mulai makan dalam suasana hati yang sedang berbahagia.


Mata Reaner terus memperhatikan Chelsea dan Leo. Setelah


itu, dia kembali menundukkan kepalanya untuk melanjutkan sarapannya.


Sambil makan, Chelsea mengeluarkan ponselnya lalu melihat jam yang "Ya Tuhan, ini sudah sangat terlambat!"


Dengan tergesa-gesa Chelsea hanya memasukkan beberapa suap makanan ke dalamn mulutnya, kemudian bangkit dan berkata kepada Reaner.


"Sayang, habiskan makananmu ya. Ibu sekarang harus segera pergi untuk menghadiri pelatihan, Karena ibu tidak punya cukup waktu, jadi ibu tidak bisa menunggumu."


Setelah mengatakannya, Chelsea mencium pipi kecil Reaner lalu mengambil tasnya dan bergegas keluar dari rumah.


Reaner mengulurkan tangan untuk mengusap air mata yang ada di wajahnya. Matanya yang besar melihat ke arah Leo dan berkata, "Di jam segini, tidak akan ada taksi yang lewat di depan apartemen."


Leo mengambil minuman di depannya lalu menyesapnya dengan anggun, dan berkata dengan dingin, "Itu bukan urusanku."


Dengan perlahan menyelesaikan suapan terakhirnya di piring, lalu bangkit dan mengambil jasnya kemudian menyusul keluar.

__ADS_1


Di depan gerbang apartemen Grand Master, terlihat Chelsea berdiri di pinggir jalan, dan menunggu cukup lama. Tapi tidak satupun ada kendaraan yang lewat. Memeriksa waktu dengan cemas, karena dia tidak ingin terlambat pada hari pertama pelatihan.


Sudah tidak bisa menunggu lagi, jadi Chelsea memutuskan untuk berjalan saja. Sambil menggertakkan giginya dan baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba sebuah mobil Ferrari berwarna merah dengan suara yang sangat bising, berhenti tepat di sampingnya.


__ADS_2