MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU

MENCARI SEORANG ISTRI UNTUK AYAHKU
CHAPTER 09 : KEKUATAN DARI SEORANG ANAK KECIL (4)


__ADS_3

Namun, setelah seharian melihat wajah para kontestan dengan riasan yang tebal. Akhirnya sekarang Sutradara Ye bisa melihat wajah yang murni alami. Wajah oval dan halus, memiliki senyum yang cerah, dan sepasang mata besar yang bersinar seperti bintang terang di langit malam. Meskipun senyum dan posenya terlihat aneh, tapi memandangnya terasa sangat menyenangkan. Dia sempat mendengar cerita dari koridor sebelumnya. Bahwa, gadis itu memiliki karakter yang baik dan sangat lucu. Penampilannya saat ini yang alami dan apa adanya malah membuatnya terlihat sedikit lebih menarik.


Kemudian Sutradara Victor melihat data informasi di layar, Chelsea. Dia lalu memberi tanda centang, tapi tak melewatkan untuk mengkritiknya tanpa ampun.


"Kapan terakhir kali kamu selfie? Aneh sekali." Chelsea terdiam sambil menelan ludah.


Terkenal sebagai orang dengan lidah yang beracun, membuatnya mampu mengucapkan kalimat seperti itu dengan begitu santai.


Beberapa juri yang melihat kejadian ini tidak bisa membantu apapun.


Mereka hanya bisa melirik ke arah Chelsea saja.


Komentar Sutradara Victor benar-benar sudah keterlaluan, dan dia sama sekali tidak merasa bersalah.


Ketika seorang juri yang berada di tengah tiba-tiba mengucapkan selamat atas keberhasilan Chelsea yang lolos babak pertama. Membuat Chelsea kemudian menghelas nafas lega.


Seseorang mengatakan bahwa audisi ini bukanlah akhir, dan kontrak yang dijalani akan berlangsung selama sepuluh tahun ke depan.


Mereka yang awalnya meremehkan Chelsea, mulai merasa cemburu dan kesal. "Yang benar saja? Apa yang dilihat oleh para juri?"

__ADS_1


Setelah juri menjelaskan waktu pelatihan, Chelsea kemudian tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia keluar dari dalam studio.


Pada saat Chelsea berjalan keluar dari pintu stasiun TV, teleponnya berdering. Lalu mengeluarkan teleponnya, dan melihat nama Reaner tertera dilayar. Sebelum dia sempat menerima panggilan itu, tak sengaja dia menabrak seorang pria. Chelsea baru saja mau meminta maaf. Lalu mendengar, "Chelsea, berani sekali kamu denganku, Cari mati?" Ternyata


Sasya dan Alex yang sedang menuju kearahnya.


Sebelumnya mereka berpikir Chelsea adalah tukang kebersihan disini. Tpi tanpa diduga, ternyata dia datang kesini untuk ikut kontes kecantikan.


Padahal, dia telah meminta ayahnya untuk melakukan banyak upaya menjalin hubungan baik agar bisa meloloskannya. Tapi si miskin Chelsea ini, malah bisa lolos audisi dengan begitu mudah.


"Sasya, menyingkirlah, sekarang aku sibuk. Aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu di sini" ucap Chelsea sambil mengerutkan keningnya. Sasya padahal lebih dulu menyelesaikan audisinya, tapi dia masih berada disini.


"Hey, apa kau akan melarikan diri sebelum menyelesaikan masalah ini? Jika hari ini aku tidak bisa membuatmu berlutut dan meminta maaf padaku, maka jangan panggil aku Sasya" ucap Sasya marah.


menendang keras ke arah Chelsea.


Chelsea mengangkat sebelah alisnya lalu berbalik melihat ke belakang.


Dengan tetap diam ditempat.

__ADS_1


Sasya puas melihat Chelsea yang tidak berani menghindar. Lagipula sekarang sudah terlambat baginya untuk menghindar.


Sebelum Sasya berhasil menendangnya, tiba-tiba tubuhnya ditarik dengan kuat oleh seseorang dan akhirnya terlempar ke samping. Sasya kemudian menjerit dan jatuh ke tanah. Dia mendongak, dan melihat seorang pria berpakaian hitam berdiri tepat di depannya dengan aura dingin.


Menghiraukan Sasya, pria itu dengan sopan berkata kepada Chelsea,


"Nona Chelsea, Tuan Muda sedang menunggu anda di seberang"


Chelsea mengangguk, tanpa melihat kondisi Sasya yang masih tanah.


Dia berbalik dan bergegas berjalan menuju mobil hitam di seberang jalan.


"Chelsea, dasar wanita ******, berhenti!" teriak Sasya dengan marah saat dia melihat Chelsea pergi. Tak lama dia berucap seperti itu, tiba-tiba dua tamparan keras terdengar. Sasya sungguh merasakan sakit yang luar biasa, sambil menutupinya wajahnya. Pertama, dia dilempar ke tanah,


kemudian wajahnya ditampar dengan begitu keras. Kapan dia pernah mendapatkan penghinaan seperti itu?


Dia tidak sabar untuk segera membalas Chelsea. Tetapi ketika dia melihat pria itu masih berada di depannya, Sasya hanya bisa menatap Chelsea dengan tak berdaya.


Pria tadi kemudian mengulurkan tangan dan menekan earphone yang tergantung di telinganya. sepertinya ada panggilan datang seberang sana.

__ADS_1


Pria itu menjawab dengan hormat, kemudian menatap Sasya sekali lagi dan berkata dengan dingin.


"Tuan muda memintaku untuk memberitahu. Jika lain kali kamu mengucapkan kata-kata tadi pada Chelsea, maka dipastikan kamu tidak akan bisa berbicara lagi"


__ADS_2