
Dari kejauhan, terlihat Sasya yang hampir membanting telepon yang ada di genggamannya.
Kemarin mobil Porsche, dan hari ini mobil Ferrari. Chelsea, wanita s*alan ini.
Berapa penghasilannya, sampai dia bisa mempunyai mobil seperti itu!
Dia tidak percaya bahwa Chelsea memiliki kehidupan yang begitu baik.
Ada kilatan kebencian di mata Sasya. Selama ada di sini, dia tidak akan membiarkan Sasya mendapatkan tempat di kompetisi!
Chelsea membuka pintu mobil, dan duduk di kursi. Langsung saja Leo menginjak pedal gas dan mobil pun melaju.
"Aku... "
"Aku tahu, kamu hanya lewat" Chelsea berbicara lebih dulu sambil mengangkat sudut bibirnya.
Sudah sangat jelas terlihat kalau Leo menunggunya, tapi dia tidak mengakuinya.
Astaga, sombong sekali.
Leo tidak mengubah raut wajahnya sama sekali, "Andai dia
menyadarinya sekarang"
Kepalanya terasa seperti terjepit pintu. Dia merasa cemas jika wanita bodoh ini akan menunggu taksi seperti pagi hari tadi, mangkanya dia datang kemari!
Chelsea tersenyum dan tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
AC di dalam mobil dinyalakan dengan suhu tinggi, Leo saat ini hanya mengenakan setelan jas dan sepatu kulit, terlihat elit seperti biasanya.
Seluruh tubuh Chelsea basah, dan pakaiannya menjadi dingin setelah beberapa saat. Dan dia tidak bisa menahan bersin untuk beberapa kali secara berturut-turut.
Leo melirik dan tak sengaja melihat pakaian yang dikenakan Chelsea basah. Hal itu membuatnya mengangkat alisnya yang indah.
Dia berkata dengan sinis, "Aku tahu aku sangat menawan, tapi kamu tidak perlu merayuku dengan cara seperti itu di siang hari begini."
Chelsea pun tersenyum dan berkata, "Ya, ya, kamu memang sangat menawan. Sampai aku ingin merayumu sepanjang hari. Aku ingin tahu apakah Tuan Leo bisa meminjamkan jasnya untukku?"
"Tidak bisa" Leo menolak begitu aja.
"Apakah kamu tidak bisa melihatnya?"
"Melihat apa?"
"Kamu benar-benar tidak berperasaan"
•••
Chelsea memilih diam, orang ini sama menyebalkannya seperti biasa.
Bibir Leo sedikit melengkung, yang menandakan jika suasana hatinya sedang baik.
Saat berdebat kecil dengan Chelsea, tiba-tiba Leo memutar setir kemudinya.
Dia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari sebuah toko pakaian mewah, Chelsea seketika melihat Leo dengan aneh, "Apakah kamu ingin membeli pakaian?"
__ADS_1
Leo melihatnya dengan malas, "Apakah menurutmu hari ini aku berpakaian buruk?"
Chelsea tidak bisa berkata-kata. Oke, sepertinya Chelsea benar-benar membutuhkan pakaian untuk berganti.
Lalu membuka pintu mobil, Chelsea turun dan berjalan masuk ke dalam toko. Saat memasuki toko, para pekerja disana memandangnya sambil mengerutkan kening mereka.
Salah satu pekerja toko berkata dengan menghina, "Kamu berada di tempat yang salah, di toko ini, kami tidak melayani seorang pengemis!"
"Aku bukan.. " Chelsea sadar, jika dia tidak ada waktu untuk
menjelaskannya pada pekerja itu.
Pekerja itu kemudian mengambil uang lima dollar dari laci kasir dan memberikannya kepada Chelsea, "Cepat pergi dari sini dan jangan ganggu bisnis kami"
Chelsea melihat uang lima dollar di tangannya dan tidak bisa berkata-kata.
Dia kemarin melemparkan uang lima yuan kepada Leo. Dan hari ini dia diperlakukan sama oleh orang lain. Apakah ini balasan dari Tuhan?
"Aku kemari untuk membeli pakaian."
Setelah mendengarkan kata-katanya, pekerja lain memperhatikan Chelsea mulai dari atas sampai bawah, "Apakah kamu yakin ingin membeli pakaian? Kamu bisa membeli pakaian seharga 100 dollar di pasar barang
bekas Toto. Lagipula, kamu tidak akan mampu membeli pakaian di toko kami. Jadi jangan mempermalukan dirimu sendiri."
"Kau tahu, bahwa ada beberapa orang yang berlagak sombong. Berpikir bahwa selama mereka bisa pergi ke toko pakaian mahal, mereka dapat terlihat sama seperti orang-orang kaya" hina petugas tadi yang memberinya uang lima dollar.
Kemudian dia memberitahu pada pekerja yang lain, "Kamu awasi dia! Dan jangan biarkan dia menyentuh pakaian disini yang nantinya akan jadi kotor."
__ADS_1