
Chelsea terkejut, hingga membuatnya berdebar...
"Jangan khawatir Tuan Leo, lagipula aku tidak tertarik dengan pria sepertimu."
Sambil Leo memperhatikan Chelsea dari atas ke bawah, dan dengan sengaja mengamati bagian tubuh tertentunya.
"Bahkan jika aku ingin memiliki pacar, aku tidak akan mencari pria sepertimu."
Chelsea menggertakkan giginya, "Kau sepertinya suka tipe wanita berdada besar. Jadi saranku, berkencanlah saja dengan seekor sapi."
"Lalu, jika aku suka makan ikan. Apakah aku juga harus menjadi seorang nelayan?" Leo menatapnya sekaligus menghinanya, "Dasar wanita bodoh"
Hal itu membuat Chelsea sadar, bahwa pemikiran mereka tidak berada pada level yang sama. Dan sepenuhnya dia menyadari jika pria ini sangat tidak tahu malu, aneh, dan lidahnya sangat beracun. Dia menyesal, Lagipula, berdebat dengan pria itu hanya akan menyiksanya saja.
Akhirnya dia bangun, lalu berjalan keluar kamar dengan membawa selimut.
"Lupakan saja, lebih baik malam ini aku tidur di sofa ruang tamu saja." Dan besok, dia harus bangun lebih awal dan segera merapikan kamar tamu.
__ADS_1
Baru mengambil satu langkah, Chelsea tersandung oleh selimut yang dia bawa. Membuat tubuh Chelsea oleng, hingga membuatnya berteriak dan hampir jatuh ke arah Leo berdiri. Tanpa sadar, Leo mengulurkan tangannya untuk menangkap Chelsea. Hingga mereka jatuh di atas tempat tidur. Posisi Chelsea sekarang menindih tubuh Leo, membuat tubuh keduanya saling menempel dengan erat. Seketika itu, waktu seakan berhenti berputar, Chelsea bahkan bisa merasakan degup jantung Leo yang berdebar kencang di dekat dadanya.
Hingga sentuhan lembut terasa pada bibirnya, seakan memberikan kehangatan. Sebenarnya, bibir tipis pria inilah bagian yang paling kejam.
Tapi saat ini, entah kenapa bibir itu terasa hangat dan lembut. Detak jantungnya pun secara perlahan mulai tidak terkendali.
Kejadian ini membuat Leo menyadari, bahwa tindakan wanita ini sangatlah berani. Bahkan dia mengabaikan peringatan Leo barusan, dengan mendorongnya jatuh ke atas tempat tidur dan menciumnya dengan paksa!
Chelsea yang tersadar, lalu buru-buru ingin bangun. Namun, sebelum dia bisa berdiri, dia kembali tersandung oleh kakinya sendiri. Dan terjatuh menimpa Leo sekali lagi.
Chelsea rasanya ingin menangis. Terlebih Leo, pria itu pasti akan salah paham pada dirinya dan menganggap bahwa dia sudah merencanakan hal ini.
Sebelum dia bisa bangun, tubuhnya tiba-tiba diputar dan sekarang berganti tubuhnya yang ditindih oleh Leo.
"Nona Chelsea, aku telah memperingatkanmu.Tapi karena kamu yang tidak sabar ingin naik ke tempat tidurku, maka jangan salahkan aku, jika aku bertindak tidak sopan."
"Aku... n." Sebelum Chelsea menyelesaikan perkataannya, secara tiba-tiba Leo menciumnya dengan sangat panas. Lalu Leo menggigit bibir lembut Chelsea dengan keras, seolah-olah sedang menghukumnya atas tindakannya tadi.
__ADS_1
Hingga bau darah samar mulai terasa memenuhi bibir keduanya.
Chelsea tak kuasa menahan tangis dan berusaha untuk lepas dari Leo. Namun, dia tidak bisa melawan kekuatan pria itu.
Tak lama, terdengar suara telepon berdering.
Leo mendorong dengan keras Chelsea, lalu berdiri, dan
mengeluarkan ponselnya. Dilihat nama yang terpampang di layar, dia segera mengangkat telepon dan berjalan keluar.
"Hai, sayang.."
Chelsea yang masih berada di kamar, bergegas mengambil selimut di lantai. Dengan cepat, dia pergi ke sofa di ruang tamu lalu menutupi dirinya dengan selimut. Jari-jarinya menyentuh bibirnya yang terasa sakit, dan rasa panas masih mnembekas di bibirnya. Jantungnya pun masih berdegup dengan kencang.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi padanya?"
"Mengapa jantungku berdegup begitu kencang?"
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya dengan kuat, tidak berani untuk berpikir lebih jauh lagi. Berusaha dengan keras untuk bisa tidur, namun bayang-bayang Leo selalu saja muncul.