Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 1 reuni


__ADS_3

Gubrakkkk


"Ini apa yang terjadi sebenarnya...


Aku di mana? aku siapa? ini jam berapa???"


Plakkk....


Jidat resti terasa panas seketika


"Sudah sadar belum?" Tanya rey dengan ekspresi kesal


"Ini sebenarnya ada apa, kenapa kalian gak bilang kalau chen juga ada di sini??" Tanya resti penasaran


"Tau ginikan aku gak akan ikut ke sini" Lanjut resti


"Aku juga baru tau pas udah sampai" Balas rey


"Udahlah res, anggap aja orangnya gak keliatan"


"Ngomong sih emang enak" Jawab resti


Meskipun sudah tiga tahun aku masih belum bisa melupakan chen,


dia dulu adalah temanku yang berkencan dengan sahabatku. Namun aku sungguh tidak menyangka kalau chen adalah laki-laki yang seperti itu, laki-laki yang hanya mempermainkan perasaan wanita dan memanfaatkan kebaikan mereka...


Flashback tiga tahun yang lalu.


Malam itu adalah malam perpisahan siswa kelas 3 sma emte, resti dan rey memutuskan untuk menginap di asrama putri sahabat mereka,


malam itu mereka habiskan bercerita hingga tak terasa sudah menjelang subuh.


"Rey, temani aku ke kamar mandi" Pinta resti


"Gak ah, aku ngantuk" Jawab rey


Mau tidak mau akhirnya resti pergi sendiri, setelah dari kamar mandi resti melihat dari jauh chen sedang berdiri di bawah tangga lalu ia hampiri.


"Chen, kamu ngapain?" Tanya resti


" Tadi habis ngantar putri" Jawabnya


"Ooh, ya sudah aku balik ke atas lagi ya" Kata resti


"Res, tunggu" Panggilnya


"Iya, ada apa?" Tanya resti penasaran


"Aku cuma mau ngajakin kamu lihat pemandangan pagi, kamu mau gak?" Jawab chen ragu


"Tadinya aku mau ngajakin putri, tapi katanya dia lagi malas dan capek habis ngurusin acara tadi malam" Ucap chen menjelaskan.


"Ya sudah aku ambil jaket dulu ya" Ujar resti


"Gak usah, kamu pakai jaketku aja" Ucap chen sambil melepaskan jaketnya...


Kamipun berjalan menuju bukit di belakang asrama, matahari pagi yang baru muncul memang tampak sangat indah memancarkan sinarnya yang hangat..


__ADS_1


"res..." tiba-tiba chen sudah di belakangku, tangannya dengan erat memeluk pinggangku, bibirnya berusaha menciumi leherku.


"apa-apaan ini chen?" tanya resti kaget


"lepaskan aku" ujarku sambil berontak


"res, aku tahu kalau kau tidak punya kekasih" jawabnya


"itu bukan urusanmu.." sahutku


resti berusaha dengan sekuat tenaga melawannya namun chen benar-benar sangat kuat.


Chen menarik resti menghadapnya dan berusaha mencium bibirku resti mendorongnya sekuat tenaga sialnya malah terjatuh menimpa tubuh chen,


Chen balik mendorong resti dan menggunakan kesempatan itu untuk menindih resti, resti hampir putus asa, dan berusaha menahan amarahnya, saat ini resti benar-benar tidak bisa melakukan apapun, keadaan resti bagai berada di mulut seekor harimau...


"Chen, tolong jangan lakukan ini" Bujuk resti


Resti berusaha membujuknya dengan kata-kata yang lembut, karena semakin resti berontak semakin ganas sikap chen terhadapnya.


"Aku adalah temanmu, dan kau sendiri adalah kekasih putri sahabatku sendiri" resti tetap berusaha membujuknya meskipun chen belum mau melepaskan genggamannya.


" Apa kata putri kalau dia tahu sifatmu yang seperti ini"


"Bukankah kau sangat mencintainya"


Perlahan chen mulai melonggarkan genggamannya pada tangan resti.


Tampak keraguan di matanya


"Chen ku mohon, demi putri dan pertemanan kita, tolong jangan lakukan hal bodoh ini, jangan buat kesalahan yang lebih fatal" Ujar resti


"Aku benar-benar malu sama kamu" Kata-katanya terdengar tulus.


Lama mereka saling diam dan berusaha menata kembali perasaan mereka.


"Sudahlah chen, demi pertemanan kita aku akan memaafkanmu kali ini"


"Terimakasih res.., aku benar-benar menyesal, tolong jangan ceritakan hal ini pada siapapun apalagi pada putri" Pintanya


"Oke, aku janji" Jawab resti


"Sudah mulai siang, sebaiknya aku kembali"


"Biar aku antar" Tawarnya


"Terimakasih" Ujar resti sambil tersenyum.


Sebenarnya sejak hari itu resti menjadi trauma melihat chen untunglah setelah lulus tidak pernah bertemu lagi.


Kejadian itu hanya rey yang tahu, resti tetap berusaha seperti biasa di depan putri dan mendengarkan celotehannya yang selalu membanggakan chen.


Pada reuni ini resti benar-benar tidak berharap bertemu dengan chen, namun sepertinya takdir berkata lain.


"Resti..." Terdengar suara seseorang memanggil namanya.


Reati menoleh kebelakang dan melihat putri tengah berjalan menuju ke arah resti sambil menggandeng mesra tangan chen.


'Setelah beberapa tahun tampaknya mereka masih bersama' gumam resti dalam hati

__ADS_1


"Putri...." Pekik resti sambil menunjukan wajah bahagia pada mereka.


Toh bagaimanapun putri adalah sahabatnya yang tidak tahu menahu tentang kekasihnya itu...


"Sudah sangat lama ya, kamu apa kabar?" Tanya resti sambil memeluk putri.


"baik, kamu sendiri gimana?" balas putri


"oya, ini chen masih ingat kan?" ujarnya lagi


"ooh..i...iya, masih dong" jawab resti terbata-bata


"apa kabar chen?" sapa resti bersikap biasa sambil menyodorkan tanganku untuk menyalaminya.


"baik, kamu kesini sama siapa?" tanya chen penasaran.


"sama rey" jawab resti


"kamu masih aja gak berubah res, kemana-mana selalu dengan rey, masih betah menjomblo ya?" timpal putri sambil cengengesan.


Reati hanya tersenyum menanggapi candaan putri wajahku terasa panas menahan rasa malu.


satu sekolah mungkin menganggap resti adalah satu-satunya anak perempuan yang tidak pernah merasakan manisnya cerita cinta anak sekolahan.


bukan karena wajahnya yang jelek sehingga tidak ada satupun anak laki-laki yang mau mendekatinya. ataupun penampilannya yang nampak norak dan culun.


bisa di katakan wajah resti lumayan di atas rata-rata. hanya saja orang tuanya belum membolehkan ia untuk berpacaran.


meskipun demikian orang tuanya tidak membatasi pertemanannya asalkan resti bisa menjaga sikap dan tidak membuat teman laki-laki yang menyukainya terlalu berharap.


"res, kamu di sini kucariin dari tadi" rey datang menghampiri dan memecah suasana canggung


"eh putri..." ujar rey mengalihkan pandangannya ke putri


"apa kabar, kalian masih jalan bareng?"


"baik,..." jawab putri sambil senyum senyum seolah memamerkan kemesraan mereka.


"salut sama kalian sudah lama masih bisa mesra, gak bosan apa pacaran lama-lama?" lanjutnya lagi, aku mencubit pinggang rey karena merasa tidak enak dengan putri.


untunglah putri sudah tahu sifat rey dan tidak tersinggung dengan ucapannya barusan.


"kami masih belum kepikiran ke situ" balas putri dengan tenang.


"apalagi saat ini kami masih sama-sama sibuk" ujarnya lagi...


siapa yang tidak tahu kalau mereka memang orang yang sibuk setelah wisuda putri langsung bekerja di perusahaan pamannya, sedangkan chen juga membantu mengurus perusahaan keluarganya. tidak seperti resti dan rey yang harus bekerja keras memasukan lamaran kerja ke perusahaan perusahaan.


"put,..aku mau nyapa teman-teman yang lain dulu ya" ujar resti


"kapan-kapan kita ngumpul bareng lagi yuk" ajak putri.


"oke, kabarin aja nanti" jawab resti


Resti meninggalkan putri dengan chen dan menyeret rey pergi menjauh.


sudah sejak tadi resti menahan diri untuk pergi namun belum menemukan alasan.


berada di dekat chen membuat napas resti terasa sesak sulit sekali bersikap biasa biasa saja pada orang itu.

__ADS_1


__ADS_2