Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 20 Menjadi idola disekolah


__ADS_3

Siang itu rey menjemput lisa di sekolahnya karena resti sedang sibuk menyiapkan kue pesanan buat ibu ibu arisan jadi ia meminta rey untuk menjemput lisa putrinya.


"Tante..." Panggil lisa sambil berlari ke arah rey


"Oh my princess!!" Sambut rey dengan merentangkan kedua tangannya.


"Tante, di mana mama? Kenapa tante yang jemput lisa?"


"Mama masih repot bikin kue pesanan teman teman nenek buat arisan"


"Bagaimana sekolahmu?" Tanya rey antusias


"Huh..." Lisa hanya menghela nafasnya sambil sedikit cemberut


"Hei, my princess ada apa?"


"Apa ada yang menjahatimu!?"


"Aldo, tante...."


Belum selesai lisa bercerita pada rey, seorang anak kecil berambut ikal dan berwajah tampan mendekati mereka.


"Halo tante..." Sapa anak itu dengan sopan


"Halo anak tampan, siapa namamu?" Balas rey


"Apa kau temannya lisa?"


"Namaku aldo tante" Ujarnya memperkenalkan diri


"Aku dan lisa duduk sebangku di kelas"


"Oh begitu.."


"Apakah tante mamanya lisa?" Tanya aldo


"Bukan, aku tantenya..."


"Oh...."


"Hei, kenapa kau terlihat kecewa, apa kau tidak menyukaiku?" Selidik rey


"Lisaaaa..."


"Lisaaaa!!"


Beberapa bocah laki laki berteriak memanggil manggil lisa sambil berlarian ke arah lisa dan memberikan permen dan coklat untuk lisa.


"Wah, teman temanmu sangat baik!?" Puji rey sambil membantu lisa memegangi permen dan coklat yang di berikan oleh mereka.


"Hah, cuma permen dan coklat apa bagusnya" Nyinyir aldo sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Rey melirik heran ke arah aldo lalu mendekatinya dan berjongkok untuk menyamakan tingginya.


"Anak tampan, apa kau juga mau?" Ujar rey mengacungkan sebatang coklat.


"Tidak..." Sahutnya mendengus


Huh....


Rey menghela nafas panjang


"Tante..." Panggil aldo masih dengan wajah masamnya

__ADS_1


"Bisakah tante memberitahu mamanya lisa supaya menasehati anak anak nakal itu agar tidak mengganggu lisa terus.." Sungutnya


"Bukankah mereka cuma memberi lisa permen dan coklat?" Tanya rey tidak mengerti


"Aku juga bisa memberikannya untuk lisa" Ucap aldo setengah berteriak


Rey merasa ada sesuatu terhadap bocah tampan ini, niat usil rey untuk menggodanya pun muncul.


"Kenapa mereka tidak boleh memberi lisa coklat, bukankah itu artinya kalau mereka senang dan menyukai lisa?" Goda rey sambil menahan senyum


"Tidak boleh.." Teriak aldo


"Pokoknya mereka tidak boleh mendekati lisa" lanjutnya menegaskan


"Oke, kalau begitu biar lisa saja yang mendekati mereka" Rey mengaruk garuk dagunya berpura pura memikirkan sesuatu.


"Lisa adalah milikku dia tidak boleh dekat dengan laki laki mana pun" Aldo menarik tangan lisa dan memeluknya.


Whatttt.....


Rey terkesiap matanya melotot dan mulutnya ternganga melihat tindakan dan sifat posesif bocah kecil di hadapannya ini dalam mempertahankan harta berharganya.


Belum hilang rasa kaget yang dialami rey, ia kembali di kejutkan oleh suara cempreng sam yang menggema di seluruh penjuru alam raya saat itu.


"My boy...." Teriaknya


"Apa kau sudah lama menunggu paman?" Lanjutnya


"Oh boy... Apa yang kau lakukan di siang bolong begini?" Ujarnya sambil menutup kedua matanya dengan jari terbuka saat melihat keponakannya tengah memeluk seorang gadis kecil


"Boy, kau seharusnya mengajaknya pulang kerumah lalu membawanya kekamar" Lanjut sam mengajari.


Plakkkk~~~


"Awwww..." Jerit sam


"Orang bodoh mana yang berani memukulku" Sengitnya sambil menoleh kearah datangnya pukulan tadi.


"Kenapa?" Tanya rey sambil berkacak pinggang


"Kau pikir aku takut denganmu?" Tantangnya lagi


"Bagus ya, paman dan keponakan kelakuannya tidak jauh beda"


"Sama sama tukang main"


"Paman, apa kau mengenal tantenya lisa?" Tanya aldo masih belum melepaskan pelukannya.


"Tentu saja (tidak)" Sahut rey dan sam bersamaan.


aldo yang masih memeluk lisa saling bertatapan.


"apa mereka sedang berkencan?" tanya aldo dengan wajah penasaran.


"mana mungkin!" sanggah lisa


"tapi kenapa mereka bertengkar?"


"apa kalau bertengkar itu artinya berkencan?" tanya lisa balik


"eh, bisakah kau melepaskan aku" pinta lisa


"baiklah, tapi kau harus janji tidak boleh menerima pemberian anak anak nakal itu lagi" ancam aldo seraya melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"hei apa pedulimu, kenapa aku harus menuruti perintahmu?" ujar lisa sewot


"tante, ayo kita pulang" ajak lisa


"oke my princess"


"heh, awas kalian ya..." ancam rey pada sam dan keponakannya aldo sebelum meninggalkan mereka.


******


Setibanya di rumah lisa langsung berlari mencari cari neneknya namun ia tidak mendapati siapapun di rumah itu lalu ia meminta tante rey untuk mengantarnya ke toko untuk menemui mamanya namun rey menolak, karena sebelumnya resti telah meminta rey untuk menjaga lisa di rumah saja, ia takut kalau lisa ikut ketoko hanya akan mengganggu karena bosan.


"tante, lisa bosan di rumah saja" rengek lisa


"baiklah, bagaimana kalau kita jalan jalan" usul rey yang langsung di setujui oleh lisa


rey pun mengajak lisa untuk berjalan jalan di sekitaran taman dekat rumahnya dan membiarkan lisa bermain sepuasnya hingga tak terasa matahari sudah mulai berangsur angsur menyembunyikan dirinya dan mereka pun mengakhirinya dengan pulang ke rumah.


**************


Chen


chen menarik nafas panjang ia duduk dengan menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya, malam ini seperti biasa ia masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, tidak ada alasan lagi baginya untuk pulang apa lagi putri telah terbang meninggalkan negara ini siang tadi.


putri memang mempercepat penerbangannya dengan alasan kesehatan orang tuanya yang butuh seseorang untuk merawat mereka dan itu adalah dirinya, karena ia adalah anak satu satunya jadi sudah menjadi tanggung jawabnya dalam mengurus orang tuanya.


"ayah...."


"ayah jangan pergi..."


"jangan tinggalkan kami"


"ayahhhhh... hiks.."


chen yang tengah tertidur dengan posisi duduk di meja kerjanya karena kelelahan terbangun dengan mata sedikit basah, nafasnya memburu dahinya basah dengan keringat ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya.


"mimpi yang aneh..." gumamnya.


tanpa memikirkan mimpinya lebih jauh chen kembali ke meja kerjanya bermaksud untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.


di ruang kerjanya asisten han telah menunggu dengan membawa sebuah berkas di tangannya.


"tuan..." sapanya saat melihat chen memasuki ruangan tersebut


"bagaimana?" tanya chen


"silakan tuan melihat laporannya" ujar asisten han seraya menyerahkan laporan yang ia dapatkan dari anak buahnya


di laporan tersebut di katakan resti dan nathan telah berteman selama lima tahun bereka berkenalan saat mereka menghadiri acara fashion show yang khusus diadakan untuk para desainer pemula yang dimana saat itu resti sebagai peserta dan nathan sebagai modelnya.


sejak saat itu hubungan nathan dan resti semakin dekat namun tidak pernah ada bukti yang menyatakan mereka pernah menikah atau pun berkencan.


"lalu bagaimana dengan anak perempuan itu?" chen makin penasaran


"sepertinya nona resti telah hamil saat mengenal tuan nathan" jawab aistennya


"apakah kalian menemukan siapa saja laki laki yang pernah berkencan dengannya?" nampak rasa keingintahuan chen makin besar.


meskipun chen sangat yakin bahwa nathan bukan ayah kandung dari anaknya resti namun ia tidak mau gegabah mengklaim gadis kecil itu adalah putrinya tanpa bukti yang kuat dan jelas.



to be continued---

__ADS_1


__ADS_2