Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 7 pergi ke luar negeri


__ADS_3

Di rumah sakit


Beberapa saat kemudian resti pun bangun, matanya melihat sekitar dan mendapati rey yang tengah duduk menungguinya.


"Rey..." Panggil resti


Melihat resti yang sudah bangun, rey langsung mendekat dan berkata


"Dasar gadis bodoh..." Ucap rey kesal


"berapa lama kau akan merahasiakannya dariku"


"apakah aku bukan temanmu lagi" tanya rey dengan nada emosi.


resti memegang erat tangan rey dan berkata dengan pelan.


"Kenapa aku ada di rumah sakit?" Tanya resti tanpa menjawab pertanyaan dari rey.


"kau pingsan karena kelelahan" Sahut rey seraya berdiri dan memeluk resti.


"Kenapa kau tidak menceritakannya padaku res...?" Ucap rey.


"siapa orang itu.."


"apakah chen?"


"apakah itu sebabnya kau sangat membenci dia?"


rey tidak mampu menahan rasa penasarannya, begitu banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada resti.


Air matanya langsung mengalir tumpah turut merasakan penderitaan yg tengah dialami sahabatnya itu.


Resti yang tak mampu berkata-kata hanya bisa menangis menumpahkan semua kepahitan yang selama ini ia pendam sendiri.


"Maafkan aku..." ujar resti terisak


"aku yang harusnya minta maaf" sahut rey


"aku tidak bisa menjagamu"


"Aku juga begitu bodoh tidak mengetahui penderitaanmu" Ujar rey tanpa melepaskan pelukannya.


"Rey...." jeritnya


Resti tidak mampu menahan air matanya.


suaranyanya tertahan di tenggorokan dan air matanya pun makin mengalir deras membasahi pipinya.


selama ini resti berusaha menyembunyikan kehamilannya dari orang tua dan sahabatnya karena merasa malu, meski pun itu bukan kesalahannya, namun ia tidak akan sanggup mendengar cibiran dan omongan orang orang tentang dirinya.


apalagi orang tuanya, akankah mereka mempercayai resti begitu saja tanpa banyak bertanya.


resti yang dikenal suci dan tidak pernah sekali pun berkencan dengan seseorang tiba-tiba hamil, dapat di bayangkan betapa hancurnya perasaan orang tuanya saat mendengar.


Kedua sahabat itu larut dalam kesedihan, mereka saling menyalahkan diri mereka.


saat ini resti merasa sedikit lega karena rey sudah tahu keadaannya, ia tidak perlu harus berpura-pura kuat lagi di depan temannya itu.


sekarang ia punya tempatnya untuk bertukar pikiran atau pun sekedar berkeluh kesah tentang kehamilannya.


*******


Dirumah


rey mengambilkan segelas susu hangat untuk resti dan meminta resti beristirahat di


rumahnya dulu sebelum pulang ke rumahnya.

__ADS_1


"lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" rey memulai pertanyaannya.


"kau tidak mungkin bisa menyembunyikan kehamilanmu selamanya"


"apa lagi kalau anak ini sudah lahir"


"apa kau tidak ingin memberitahu chen tentang anak ini?"


"dan minta dia untuk bertanggung jawab"


"aku juga tidak tahu" jawab resti dengan tertunduk.


"tapi yang jelas, aku tidak akan memberitahu ba****an itu"


"apa lagi memintanya bertanggung jawab"


tangan resti memegang erat gelas yang ada di tangannya, matanya penuh dengan amarah yang membara.


"lalu, bagaimana dengan orang tuamu?" tanya rey lagi


resti terdiam untuk sesaat, ia juga bingung bagaimana mengatakannya kepada kedua orang tuanya.


"menurutmu, apa yang harus aku lakukan?" tanya resti balik kepada rey.


"atau.... aku gugurkan saja bayi ini"


"masih belum terlambat untuk melakukannya" ujar resti dengan putus asa.


"apa kau tidak kasian pada anakmu yang tidak berdosa itu?" rey mencoba mengingatkan rey


"lagi pula, itu adalah perbuatan dosa" lanjut rey


"lalu, aku harus bagaimana?" tanya resti


"kenapa kau tidak berkencan dengan seseorang lalu menikahinya" saran rey.


"apakah ada pria bodoh yang bersedia setelah mengetahui keadaanku?" balas resti.


"aku juga tidak tahu apa yang sebaiknya harus di lakukan" ujarnya jujur.


"alangkah baiknya jika kau mau menerima ayah anak ini dengan tangan terbuka" lanjut rey.


resti yang mendengar perkataan sahabatnya itu merasa kesal dan melengos.


"sampai kapan pun aku tidak akan menerimanya" ujar resti dengan geram.


Jauh di lubuk hati rey sebenarnya ia sangat penasaran kenapa resti begitu membenci chen.


bagaimana jika seandainya chen tidak sedang berkencan dengan putri, akankah resti bersedia menerima chen dengan mudah.


"res..." panggil rey


" sebenarnya... apa yang membuat kau sangat membenci chen?" tanya rey dengan ragu.


"terlepas dari yang telah ia lakukan terhadapmu..."


"apakah karena chen berkencan dengan putri?"


" seandainya ia tidak dengan putri apa kau akan menerimanya?" tanya rey dengan penuh penasaran.


resti menarik napas dan berkata pada rey


"entahlah..."


"sayangnya di dunia ini tidak ada seandainya.."


"yang jelas aku menyesal telah menjadi terlalu bodoh"

__ADS_1


"aku terlalu mudah percaya pada orang"


"semuanya adalah karena kebodohanku..."


resti kembali teringat dengan kejadian beberapa tahun silam. dengan polos dan bodohnya ia menuruti ajakan serta mempercayai kata kata chen dan juga memaafkannya dengan muda.


setelah bertahun tahun berlalu pun ia masih dengan bodohnya mengikuti ajakan orang yang sama, yang membawanya pada kondisi saat ini dan merupakan awal dari penderitaannya...


rey membelai rambut resti, ia mencoba memberikan kekuatan dan semangat pada sahabatnya.


"sudahlah, mulai sekarang kau harus kuat demi anakmu"


"jangan pernah berpikiran untuk melakukan hal bodoh.."


"kau tidak sendiri, kau masih memiliki aku"


"kita bisa membesarkanya bersama.."


"terima kasih rey..." ujar resti sambil membalas pelukan rey.


resti sangat bersukur memiliki sahabat yang benar benar pengertian dan tulus seperti rey.


*****


beberapa bulan kemudian setelah perutnya mulai makin membesar, resti memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya.


ia sudah memutuskan akan melahirkan dan membesarkan anaknya sendirian.


resti berniat keluar negeri sendiri namun rey tidak setuju, ia akan sangat mengkhawatirkan keadaan resti disana seorang diri.


apa lagi sampai saat ini orang tuanya belum di beritahu oleh resti.


dengan alasan akan melanjutkan study resti meminta ijin pada orang tuanya untuk belajar di luar negri. tentu saja orang tua resti tidak langsung setuju, mereka khawatir resti tidak akan betah sendirian di negeri yang asing, apa lagi resti belum pernah berpisah begitu jauh dari orang tuanya.


meskipun dengan perasaan berat orang tunya akhirnya mengijinkan resti pergi karena ada rey yang menemani.


mereka meminta rey untuk menjaga resti dengan baik selama belajar di sana.


******


chen


Di kantor chen tengah sibuk dengan beberapa dokumen yang harus di tandatangainya sehingga ia tidak punya banyak waktu untuk bersantai.


tok tok~~~


sam mengetuk pintu kantor chen yang sudah ia buka tanpa di persilahkan terlebih dahulu.


"kau masih sibuk saja dengan urusan kantormu.." ujar sam


"mau bagaimana lagi?" sahut chen tanpa meninggalkan pekerjaannya.


"bagaimana hubunganmu dengan putri masih berjalan..?" tanya sam


" eum.." chen menjawab tanpa ekpresi


"apa kau sudah bertemu dengan resti?" lanjut sam


"aku dengar saat ini dia akan ke luar negeri" sam sengaja memancing ingin mengetahui reaksi chen.


benar saja mendengar resti chen langsung menghentikan pekerjaannya.


"bagaimana kau bisa tahu?" tanya chen penasaran.


"aku memiliki teman di tempat dia bekerja dulu, sudah seminggu ini dia mengundurkan diri" jelas sam.


"kalau tidak salah dia akan berangkat hari ini pada penerbangan..."

__ADS_1


belum selesai sam bicara, chen sudah bergegas pergi meninggalkannya sendirian di kantor tanpa mengatakan apapun.


-to be continued


__ADS_2