
Sam keluar dari ruangan kerja itu meninggalkan chen yang masih mencerna kata kata yang diucapkannya dan ia nampak berpikir keras mengingat ingat sesuatu...
'Apakah benar yang di katakan oleh sam?'
'Apakah perbuatanku waktu itu membuat resti hamil?'
'Tapi bukankah dia sudah menikah dengan nathan?' Batin chen
Aaaaaakh....
Chen menjambak rambutnya sendiri dengan penuh rasa kesal.
'Apa mungkin itu adalah anakku?'
'Jangan jangan resti sengaja menyembunyikannya dariku' chen terus membatin.
"Aku harus mencari tahu kebenarannya" Ucap chen pada dirinya sendiri.
Pikirannya seketika di penuhi oleh bayang bayang anak perempuan yang memiliki kulit putih rambut panjang pipi cubby dan mata yang agak besar.
Chen meminta asistennya han untuk menyelidiki tentang anak perempuan resti dan apa sebenarnya hubungan antara resti dan nathan ia juga ingin mengetahui alasan resti menghilang pada saat itu.
Entah mengapa chen merasa ada sesuatu yang aneh diantara mereka baik nathan atau pun resti tidak pernah memperkenalkan status mereka sebagai suami istri di depan para kolega mereka.
"Han, tolong kau bantu aku menyelidiki mereka" Perintah chen pada asistennya han.
"Baik tuan" Jawab han penuh hormat
"Usahan secepatnya, karena aku ingin melihat hasilnya sesegera mungkin"
"Saya akan usahakan tuan"
"Ingat jangan biarkan siapapun mengetahui tentang ini apa lagi keluargaku" Chen kembali menekankan.
"Baik..."
"Kau boleh pergi sekarang"
Han mengambil map yang di berikan oleh chen yang berisikan data data tentang resti dan melangkah pergi keluar dari ruangan bosnya.
Chen menjadi bersemangat untuk mengetahui kebenaran tentang hubungan resti dengan nathan, ia memiliki firasat kalau anak perempuan itu bukanlah darah daging nathan.
Tok tok tok~~~
Suara ketukan pintu membuyarkan semua pikiran yang ada di kepalanya.
"Masuk..." Perintah chen dari dalam
Setelah di persilakan pintu pun terbuka dan seorang wanita cantik yang tak lain adalah putri istrinya sendiri memasuki ruangan tersebut.
"Putri..." Seru chen
"Apa aku mengganggu kak chen?" Tanya putri
"Tidak, kebetulan hari ini aku tidak terlalu sibuk, jadi kita bisa pulang bersama" Balas chen seraya mendekat ke arah putri.
__ADS_1
"Apa kau kemari di antar supir?" Chen menyelipkan anak rambut putri yang jatuh di pipinya.
"Iya, aku menyuruh pak dadang menunggu di bawah" Putri mendudukan dirinya di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Kita bisa pulang bersama, suruh saja pak dadang pulang duluan"
"Tidak apa apa, aku cuma sebentar"
"Maaf, aku terlalu sibuk sehingga jarang pulang" Ujar chen beralasan ia pun mendudukan dirinya di sofa yang berhadapan dengan putri.
"Tidak apa apa, aku bisa mengerti kalau kak chen sibuk" Putri mencoba menutupi perasaannya.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya chen berbasa basi, entah kenapa ia merasa hari ini putri sangat berbeda dari biasanya.
Putri yang biasanya selalu ceria dan suka bermanja manja dengannya hari ini menjadi agak kalem dan tenang serta tidak banyak bicara.
"Apa kau ingin minum sesuatu?"
"Tidak..."
"Kalau begitu kau tunggu disini aku akan menyelesaikan pekerjaanku lalu kita bisa pulang bersama"
"Kak chen..." Panggil putri menghentikan langkah chen
"Ada apa?" Chen mulai merasa ada sesuatu pada putri
" Maaf kak chen, sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku berikan langsung pada kakak"
"Dan juga ada yang ingin aku katakan secara langsung" Lanjut putri tertunduk
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya chen
Putri membuka tasnya dan mengambil sesuatu di dalamnya.
"Ini...." Putri menyodorkan amplop berwarna coklat kepada chen
"Apa ini?" Tanya chen penasaran
"Bukalah..." Pinta putri
Chen mengambil amplop berwarna coklat yang memiliki tali sebagai pengunci itu dengan perasaan yang tidak mengerti.
"Maksudmu apa dengan ini?" Chen menjadi tambah tidak mengerti setelah membaca isi di dalamnya.
"Seperti yang kak chen lihat, aku ingin kita bercerai" Jelas putri mencoba setenang mungkin.
"Tapi kenapa?" Chen masih tidak mengerti alasan putri ingin bercerai darinya
"Apa karena aku terlalu sibuk?"
"Aku akan berusaha sebisa mungkin agar tidak terlalu sibuk lagi" Bujuk chen
"Bukan begitu..." Sahut putri
"Lalu apa...?" Desak chen
__ADS_1
"Aku hanya ingin kita bercerai" Ujar putri beralasan
"Kenapa kau tiba tiba ingin bercerai?"
"Aku...."
"Sebaiknya kau pulang dan pikirkan kembali" Chen berusaha menenangkan dirinya
"Tidak, aku sudah memikirkannya baik baik"
"Putri...." Chen menahan emosinya sebisa mungkin
"Apakah orang tuamu sudah mengetahui tentang ini?" Tanya chen dengan suara yang di tahan
"Aku sudah dewasa dan bisa memutuskannya sendiri" Putri masih memberi alasan yang makin membuat chen tidak habis pikir
Chen mengusap wajahnya dengan kasar ia benar benar tidak percaya atas apa yang di lakukan putri
Apakah kali ini ia telah benar benar melukai perasaan putri sehingga ia sangat marah berani untuk menggugat cerai dirinya.
"Kau pulanglah dulu, aku akan memikirkannya" Chen mulai melunak
"Aku sudah menandatangani bagianku" Putri bangkit dari duduknya dan bersiap untuk melangkah pergi
"Aku harap kak chen tidak terlalu lama memikirkannya, karena minggu depan aku sudah harus pergi"
"Kemana?"
"Aku akan ke luar negeri menyusul orang tuaku"
"Apa...??" chen benar benar merasa sangat terpuruk kali ini, bagaimana bisa putri yang selalu terlihat lemah dan mencintainya sejak dulu kini tega meninggalkannya begitu saja.
"sampai jumpa" putri pun melangkah pergi meninggakan chen di ruangannya.
kali ini putri berharap ia telah mengambil keputusan yang tepat dengan memilih jalan perceraian.
setelah bertahun tahun ia bertahan dan mencoba bersabar dengan harapan suatu hari nanti chen bisa menerima kehadirannya dan memberikan cinta seutuhnya untuknya.
Seperti malam itu dimana chen tengah mabuk dan menganggap diri sebagai orang lain dan memaksanya melayani nafsu iblisnya, ia pun masih bersabar dan meyakinkan dirinya chen akan berubah dan akan menjadi miliknya seutuhnya.
Tidak di pungkiri putri masih sangat mencintai chen dan selalu menunggu kehadirannya, namun sayangnya chen benar benar buta, setelah mengatakan kata maaf atas perlakuannya malam itu terhadap putri ia malah menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.
Sudah dua bulan sejak kejadian malam itu, putri sangat berharap ia bisa hamil hingga dengan begitu chen bisa bertanggung jawab atas perbuatannya dan ia pun memiliki alasan untuk tetap bersama dengan pria yang selama ini ia cintai sepenuh hatinya.
putri pun memutuskan untuk pergi kerumah sakit untuk memeriksakan dirinya, ia ingin tahu kenapa belum ada perubahan pada dirinya padahal ia sering merasa mual dan pusing namun setiap kali ia melakukan tes dengan air seninya hasilnya selalu negatif.
setelah menjalani pemeriksaan yang cukup detail putri pun di vonis oleh dokter mengalami hidrosalping
Hidrosalping merupakan gangguan rahim berupa terjadinya pembengkakan pada salah satu atau kedua tuba falopi, atau melebarnya salah satu atau kedua tuba falopi tersebut akibat akumulasi cairan di dalam. Gangguan ini terkenal sebagai salah satu penghambat kehamilan. Munculnya gangguan ini bisa disebabkan oleh infeksi kronis dari saluran indung telur.
Untuk menyembuhkannya, perlu waktu sekitar dua sampai tiga tahun dengan pengobatan rutin.
putri terduduk lemas setelah mendengar penjelasan dari dokter harapannya kini benar benar telah hancur tak bersisa, tidak ada lagi alasan baginya untuk bertahan bersama orang yang ia cintai apa lagi selama ini orang tua chen selalu memaksa ingin cepat cepat memiliki cucu.
menurut putri perceraian adalah jalan terbaik dan terhormat dari pada ia di tendang keluar secara paksa karena kekurangannya tidak bisa mengandung cucu yang mereka inginkan.
__ADS_1
---To be continued