Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 22 Wanitanya chen


__ADS_3

"tuan nathan, aku sarankan sebaiknya kau jangan ikut campur urusan antara aku dan resti. kalau tidak, aku bisa melakukan apa saja untuk menghancurkanmu" ancam chen


raut wajah nathan terlihat meradang mendengar ancaman yang di lontarkan oleh chen, rasanya ia sangat ingin meninju kembali wajah chen yang sangat tidak tahu malu itu, namun ia tahan karena tidak ingin membuat resti jadi semakin ketakutan.


Nampak sekali gurat ketakutan terpancar dari wajah resti, keringat dingin yang membasahi dahi hingga pelipisnya turut memperjelas, ia menggigit bibir bawahnya menahan ketakutannya sekuat mungkin hingga jantungnya pun berdetak turun naik lebih cepat dari biasanya.


"Jangan takut" Bisik nathan, ia pun menggenggam erat tangan resti mencoba untuk memberikan rasa aman pada wanita yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu beberapa tahun silam.


Resti menganggukan kepalanya, ia semakin mempererat ganggaman tangannya terhadap nathan.


Tangan chen mengepal erat saat melihat nathan menggenggam tangan resti, rasa cemburu dan tidak suka atas sikap nathan terhadap resti makin menguasai dirinya.


Rahang chen makin mengeras, matanya merah memancarkan emosi yang tengah membara.


Bukhhh...


Chen langsung memukul rahang nathan dan merebut paksa resti dari pelukannya.


"Dasar ba**jingan, beraninya kau menyentuh wanitaku" Umpat chen kesal karena nathan memeluk resti.


Hei... Wanitamu???


Sejak kapan aku menjadi wanitamu?? Gumam resti dalam hati.


Nathan yang terjatuh akibat mendapat pukulan dari chen berusaha bangkit dan menyeka darah yang menetes dari sudut bibirnya.


"Heh, wanitamu??" Ujar nathan dengan senyuman sinisnya


"Sejak kapan resti menjadi wanitamu?" Lanjutnya lagi


"Apa kau sedang bermimpi, tuan chen!?" Ejek nathan


"Kau yang bernimpi..." Teriak chen penuh amarah tangannya sudah terangkat ingin kembali menghajar nathan, namun di tahan oleh resti.


"Hentikan..." Bentak resti.


"Tolong hentikan chen" Bujuk resti sambil memegangi tangan chen.


Resti mulai tidak nyaman dengan situasi yang terjadi, terlebih orang orang mulai berdatangan memasuki tokonya untuk berbelanja.


"Aku mohon, sebaiknya kau pulang" Pinta resti kepada chen.


"Kenapa aku yang harus pulang..." Chen menolak karena tidak terima di suruh pulang.


"Kau dengar itu..." Ujar nathan


"Resti memintamu untuk pergi, jadi tunggu apa lagi cepat pergi sana" Nathan seolah mendapat dukungan dari resti.


"Diam kau, bre***ngsek!!" Tunjuk chen ke arah nathan


"Heh, dasar pec***undang..." Gumam nathan pelan namun masih bisa di dengar oleh chen


"Kau...."


"Sudah..." Bentak resti sekali lagi


"Aku mohon pada kalian berdua untuk berhenti"


"Dan kau nathan, bisakah kau untuk tidak memprovokasinya lagi" Resti melotot kesal menatap nathan lalu sesaat kemudian berbalik menghadap ke arah chen


"Dan kau chen..."


"Aku mohon tinggalkan tempat ini" Ujar resti dengan suara bergetar


"Aku tidak mau pergi, sebelum kau mengatakan semuanya" Tolak chen


"Apa lagi yang kau inginkan?" Resti memberanikan dirinya

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan anak kita" Jawab chen dengan santai


"Sudah aku bilang dia bukan anakmu..." Bantah resti


"Aku tidak percaya..." Chen masih tetap dengan pendiriannya


Resti menghela napas panjang sambil memutar bola matanya malas


"Baik... Aku akan memberikan buktinya kepadamu" Ucap resti dengan pasti


Deg~~~


Chen menatap lekat kedua bola mata resti, ia ingin mencari tahu kebenaran melalui mata indah itu


Apakah yang dikatakan resti itu benar?


Kenapa ia tampak tidak ragu sama sekali saat mengatakannya.


Benarkah lisa itu bukan putrinya?


Lalu siapa ayah dari anak itu


Apakah semua kemungkinan yang aku pikirkan itu sama sekali tidak benar?


Pikiran chen seketika di penuhi tanda tanya saat mendengar kata kata dari resti.


"Baik, aku akan pergi..." Akhirnya chen mengalah


"Aku harap kau secepat mungkin memberikan bukti yang masuk akal padaku"


"Kalau tidak, aku akan menuntutmu karena telah menculik anakku" Ancam chen


Whattt!!!!


"Hei apa kau waras?" Sungut resti


chen melangkah keluar tanpa menghiraukan rutukan dari resti, matanya masih menatap tajam ke arah nathan.


Setelah chen pergi meninggalkan resti dengan nathan ia kembali ke kantornya, sementara resti mengoleskan obat luka pada bibir nathan.


"Aww..." Rengek nathan berpura pura kesakitan.


"Apa sangat sakit?" Tanya resti khawatir


"Eum.." Angguk nathan dengan manja


"Siapa suruh untuk berkelahi" Omel resti sambil menekan luka nathan lebih kuat


"Awww... Apa kau ingin membunuhku?" Protes nathan


"Kenapa tadi saat di tonjok kau tidak meringis sama sekali, sekarang saat di obatin kau malah seolah olah akan mati" Kesal resti


Oh... Jadi sekarang kau sudah tidak peduli lagi sama aku?" Sindir nathan


"Bodo..." Sahut resti cuek


"Baik, aku akan adukan kau pada lisa" Ucap nathan seraya mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nama 'my little princess'


Tut... Tut... Tut....


"Halo, papa ya?" Tanya suara kecil dari sebrang


"My princess... Hiksss..." Ujar nathan dengan akting menangisnya yang lebay.


"Papa, ada apa?" Terdengar suara kecil lisa mengkhawatirkan nathan


"Kenapa papa menangis?"

__ADS_1


"Siapa yang belani membully papa?" Lanjutnya dengan suara imut penuh keberanian.


"Lisa... Tolongin papa, hiksss..." Lanjut nathan masih dengan aktingnya, resti yang menyaksikan tingkah nathan jadi gemes di buatnya.


"Halo sayang" Ujar resti merebut ponsel dari nathan


"Mama, papa kenapa ma?"


"Tidak ada apa apa sayang"


"Tapi kenapa papa menangis?"


"Papa nathan hanya di gigit semut"


"oh... di gigit semut, Papa nathan jangan nangis lagi ya, nanti lisa tiupin lukanya biar tidak sakit lagi"


"Baik sayang, nanti mama bilangin sama papa nathan, sekarang sudah waktunya putri mama tidur siang"


"Oke, ma.."


"Bye sayang, i love you. muach,."


"Love you too ma, muach muach muach!!"


Resti mengakhiri panggilan telponnya dengan putri kecilnya lisa, dan menyerahkan kembali ponsel nathan.


"Dasar tidak berperasaan" Sungut nathan


"Dasar kekanak kanakan" Balas resti


"Ngomong ngomong, kenapa tuan chen datang kemari?" Tanya nathan dengan serius


"Apa kalian saling mengenal?"


"Eum.." Angguk resti


"Lalu, ada hubungan apa diantara kalian, bukankah tuan chen sudah mempunyai istri?"


"Tidak ada hubungan apa apa, kami hanya kebetulan saling kenal" Elak resti berusaha menyembunyikan


"Tidak mungkin, sepertinya hubungan kalian lebih dari hanya sekedar saling kenal" Selidik nathan


"Nathan, bisakah kita tidak membicarakannya"


"Kenapa, apa ada yang coba kau sembunyikan dariku?"


"Tidak ada, aku hanya tidak ingin"


"Resti...."


"Sudahlah nat, aku benar benar tidak ingin membicarakannya"


"Katakan padaku, ada apa sebenarnya?" Desak nathan


"Kenapa tuan chen mengatakan kalau kau adalah wanitanya"


"Aku tidak tahu" Elak resti


"Aku benar benar tidak tahu..." Resti mencoba menyembunyikan kegelisahannya namun nathan sudah menyadarinya.


"Resti, aku harap kau bisa jujur padaku, mungkin saja aku bisa membantumu, hem!?"


mata nathan memandang lekat pada kedua bola mata resti, tangannya menggenggam tangan resti agar resti bisa merasa nyaman dan melepaskan kegelisahannya...



---TBC

__ADS_1


__ADS_2