
-Nathan
-Pengusaha
-Teman Resti
-Ayah angkat lisa
"lalu apa yang akan kau lakukan di sana?" tanya nathan.
"aku berencana membuka toko roti untuk saat ini.."
"whattt??"
"kenapa aku baru tahu kau punya bakat tentang roti?" tanya nathan setengah tidak percaya
"tentu saja, ibuku sangat pandai membuat kue sebagai anak pasti akan menuruni bakat ibunya" balas resti membela diri.
"oke, oke.. aku percaya kue bikinanmu jauh lebih enak dari ibumu" puji nathan.
"baiklah, kau pasti sangat sibuk, lain kali kita sambung lagi.."ujar resti
"oke, sampaikan salamku buat ibumu"
"eum.."
"bye!!"
Resti mengakhiri panggilan dari nathan dan pergi ke dapur menemui ibu dan putrinya yang tengah asik mengobrol.
"siapa yang menelpon?" tanya ibunya
"teman.." sahut resti singkat
"itu papa nek.." sahut lisa dengan polos
ibunya resti mengernyit, matanya menatap lekat pada putrinya seolah meminta penjelasan.
Resti mengerti maksud ibunya, ia menarik napas panjang dan mulai menceritakan segala tentang nathan kepada ibunya.
Nathan adalah teman baik resti selama di luar negeri, selain rey nathan juga sering membantu resti dalam banyak hal.
Meskipun nathan seorang pengusaha yang sukses dan selalu disegani oleh para karyawan rekan bisnisnya, ia selalu menyediakan waktu untuk menemani lisa, bahkan tidak pernah melewatkan ulang tahun lisa selama lima tahun ini.
Nathan bahkan sudah menganggap lisa seperti putrinya sendiri, apapun yang lisa inginkan selalu ia turuti.
Resti sering menasehati nathan agar tidak terlalu memanjakan lisa, ia takut lisa akan menjadi ketergantungan kepada nathan.
Terbukti setiap kali nathan tidak datang kerumah lisa selalu menanyakan keberadaan nathan, bahkan lisa tidak akan tidur sebelum mendengar suara nathan.
"Mama, kenapa di tutup telponnya?" Ujar lisa
"Lisa masih mau ngomong sama papa" Lanjutnya dengan muka cemberut.
"Papa nathan masih sibuk, lisa tidak boleh gangguin papa kerja" Nasehat resti.
"Hmmm, mama bohong" Lisa meninggalkan mamanya sambil ngoceh tidak karuan karena kesal.
Resti hanya geleng-geleng melihat tingkah putrinya, terkadang resti merasa bersalah kepada lisa karena tidak bisa memberikan keluarga yang lengkap.
Beruntung nathan selalu ada untuk lisa hingga lisa tidak merasa kehilangan sosok seorang ayah.
Resti bukannya tidak mengerti perasaan dan sikap baik nathan, hanya saja ia belum siap membuka hatinya untuk menerima cinta dari seseorang.
Rey sering memberinya saran agar bisa membuka hatinya dan memulai keluarga yang lengkap dengan nathan atau pun dengan lelaki manapun yang benar-benar tulus mencintainya.
Namun entah mengapa resti benar-benar tidak bisa membuka hatinya, meskipun jauh di dalam hatinya sangat ingin merasakan cinta dari seseorang.
"Res, kenapa kau tidak terima saja lamaran nathan?" Ujar rey
__ADS_1
"Menurutku nathan adalah lelaki yang sangat cocok untukmu"
"Selain baik, perhatian dia juga sangat sayang terhadap lisa"
"Selama ini nathan selalu ada untukmu, tidak pernah mengeluh atau pun marah"
"Nathan juga sangat mapan dan yang lebih penting ia sangat tampan..." Lanjut rey sambil membayangkan wajah nathan.
"Entahlah rey..." Sahut resti
"aku merasa tidak pantas untuk nathan"
"sangat tidak adil baginya bersama denganku seorang ibu tunggal"
"aku tidak berhak mengambil hidupnya, sedangkan dia pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku"
"aku ingin suatu hari nathan bisa menemukan kebahagiannya yang sejati" ujar resti dengan tulus.
"pernahkah kau membayangkan hidup bersama nathan dan putrimu?" tanya rey
"sebenarnya pernah"
"namun, aku kembali tersadar akan kondisiku sendiri.."
"apa lagi keluarga kami memiliki begitu jauh perbedaan"
"orang tua mana yang ingin anaknya menikahi seorang wanita dengan status ibu tunggal?"
"sudahlah rey, aku tidak mau berharap, lagi pula aku juga tidak yakin akan perasaanku terhadap nathan" ujar resti tersenyum simpul.
_
_
********
ditoko
Dengan membuka toko ia bisa menjalankan usahanya sendiri sambil menemani putrinya bermain sekaligus menghabiskan waktu bersama ibunya.
Meski toko kue resti baru di buka namun sudah banyak pelanggannya setiap hari, resti sering mengunggah foto-foto roti dan kue yang baru ia bikin ke media sosial dengan model putri kecilnya yang menggemaskan.
~~klintinggg
lonceng yang ada diatas pintu berbunyi, nampak seorang wanita cantik tinggi semampai berpakaian cukup anggun dengan kacamata hitam memasuki toko roti resti.
"selamat datang..." sapa resti
"ada yang bisa di bantu?" tanya resti dengan sopan.
wanita itu tidak begitu menghiraukan resti ia asik melihat lihat kue yang ada dietalase.
"tolong ambilkan yang itu" tunjuk wanita itu
resti mengambikan kue yang di tunjuk oleh wanita tersebut.
"apakah ada yang rasa mangga?" tanya wanita itu lagi.
"maaf, yang ada hanya rasa vanila dan strawberry" jawab resti.
"ya sudah, tolong bungkuskan yang rasa strawberry saja" ucap wanita itu.
ketika akan membayar wanita itu mendongak dan memperhatikan wajah resti
"resti..." panggilnya
"kamu restikan?" tanya wanita itu sambil melepas kacamata hitamnya.
"aku putri.." ujarnya lagi
__ADS_1
"teman sekolahmu.."
"masih ingatkan?"
"putri??" tanya resti tidak percaya
"iya, aku putri.." sahut putri dengan girang.
"apa kabar kamu..?" tanya putri lagi sambil memeluk resti.
"ya ampun putri..." pekik resti
mereka saling berpelukan melepaskan rasa rindu diantara sahabat, resti mengajak putri untuk duduk dan bercerita tentang kehidupan mereka selama beberapa tahun ini.
"jadi selama ini kau di luar negeri?" tanya putri
"iya, aku sama rey memutuskan belajar bersama di luar negeri"
"kenapa kalian tidak memberi kabar padaku?" ujar putri kesal.
"maaf, saat itu kami pergi mendadak jadi tidak sempat mengabarimu dan juga teman teman yang lain" ujar resti beralasan.
"kamu sendiri sekarang lagi sibuk apa?"
"hah... sejak menikah aku tidak pernah melakukan apa-apa, kecuali keluar untuk pergi berbelanja dan ke salon" keluh putri.
"sepertinya kehidupanmu cukup menyenangkan" puji resti.
"yah, orang orang menilai kehidupan sebagai nyonya chen sangat menyenangkan"
"chen..."
"apakah akhirnya putri menikah dengan chen?"
"sepertinya mereka sangat bahagia" ujar resti membatin.
"bukankah begitu?"tanya resti
" semua orang pasti berharap bisa menikmati hidup sepertimu.." lanjut resti.
putri terdiam, matanya memandang jauh ke depan, di benaknya ia mengingat ingat kehidupan yang tengah ia jalani.
semua orang mengira pernikahan dirinya dengan chen sangat bahagia apa lagi mereka di kenal sebelum menikah telah lama berkencan dan saling mencintai.
namun nyatanya...
sudah sejak lama putri kehilangan hati dan cinta yang tulus dari chen, meskipun chen selalu menuruti semua keinginannya itu tidak bisa menutupi rasa kesepian putri
mereka menikah hanya karena desakan oleh kedua orang tua mereka.
"chen..."
"apakah kau pernah mencintaiku" ujar putri
putri teringat saat ia mempertanyakan perasaan chen pada dirinya, namun chen hanya menjawab singkat
"maaf..."
dan sejak itu putri mengerti hati chen bukan miliknya lagi dan putri tidak mungkin mengakhiri pernikahannya begitu saja karena hubungan baik kedua keluarga.
drrrt~~~
ponsel putri bergetar, dan sebuah pesan masuk di terimanya.
"res, maaf ya aku harus pulang dulu, chen sudah menungguku didepan.." ujar putri sambil beranjak dari tempat duduknya.
"oh, baiklah hati-hati ya" sahut resti sambil memeluk sahabatnya itu.
"kau tidak ingin menyapa chen?" tanya putri sambil menggenggam tangan resti
dari dalam toko resti bisa melihat dengan jelas mobil mewah yang di kendarai oleh chen sudah terparkir sedang menunggu putri.
__ADS_1
---To Be Continued