
Resti, aku harap kau bisa jujur padaku, mungkin saja aku bisa membantumu, hem!?"
mata nathan memandang lekat pada kedua bola mata resti, tangannya menggenggam tangan resti agar resti bisa merasa nyaman dan melepaskan kegelisahannya...
Resti menundukkan wajahnya, tangannya diatas meja mengepal erat dan napasnya terdengar berat.
untunglah beberapa pembeli masih bisa di atasi oleh celin, anak sekolah menengah yang melakukan kerja part time di tempat resti, sehingga resti tidak terlalu repot.
"Tuan chen dan aku dulu satu sekolah saat di menengah atas, hanya saja dia satu tahun di atas aku" Resti memulai ceritanya
Nathan mendengarkannya dengan penuh perhatin.
"Aku tidak tau pasti sejak kapan dia mulai menaruh perasaan terhadapku namun aku menolaknya mentah mentah, yang aku ingat saat itu dia sangat mengerikan saat dia menyatakan perasaannya terhadapku..."
Resti berhenti sesaat untuk mengatur napasnya, matanya menatap kosong jauh kedepan dan bayangan masa lalunya kembali berselewaran dikepalanya...
"Dia ingin aku menjadi kekasihnya... Ck" Lanjut resti dengan seringainya
"Kau tahu, dia menyatakan perasaannya padaku padahal dia tengah menjalin hubungan dengan temanku, teman dekatku sendiri yang saat ini menjadi istrinya..."
"Aku tidak habis pikir kenapa ada orang seperti dia di dunia ini?" Resti masih menatap nanar kedepan
"Dia bahkan bersedia meninggalkan temanku itu asal aku bersedia menerimanya"
"Lalu, apa yang kau lakukan, apa kau menerima perasaannya?" Tanya nathan
"Sudah aku bilang aku menolaknya, apa kau pikir aku akan menghianati sahabatku sendiri?"
Nathan ingin bertanya namun ia urungkan, ia memilih untuk mendengarkannya kembali
"Sejak hari itu aku selalu berusaha menghindarinya dan tidak ingin mendengar berita apapun tentang dirinya, hingga hari kelulusan dan beberapa tahun lamanya kami tidak pernah bertemu lagi
Namun takdir berkata lain, betapapun aku ingin menghindarinya akhirnya kami kembali bertemu lagi pada saat reuni sekolah"
"Apakah saat kalian kembali bertemu tuan chen sudah berpisah dengan temanmu itu?" Nathan pun akhirnya bertanya
"Tidak..." Ucap resti menggelengkan kepalanya
"Aku juga tidak mengira hubungan mereka tetap berjalan dengan baik hingga bertahun tahun"
"Apa kau merasa kecewa pada hubungan mereka?"
"Tentu saja tidak, aku bahkan turut senang saat mendengar mereka masih bersama"
"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" Nathan makin tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Kalian tidak menjalin hubungan secara diam diam kan!?" Tanya nathan penuh selidik
"Apa kau gila, buat apa aku melakukannya?"
"Maaf, aku hanya penasaran saja" Jawab nathan merasa bersalah
Huff....
Resti kembali menghela napas beratnya
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu kenapa tuan chen mengatakan kalau lisa adalah putrinya?" ucap nathan
"Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berpikiran seperti itu"
"Selama ini selain rey, aku tidak pernah mengatakan pada siapapun tentang ayah kandung lisa, bahkan hingga ayahku meninggal dia tidak mengetahui bahwa putrinya telah memiliki seorang anak" Resti menggigit bibir bawahnya, matanya kembali berkaca kaca mengingat hal mengerikan yang terjadi pada dirinya beberapa tahun yang lalu.
ia tidak berani mengatakan apapun kepada kedua orang tuanya dan lebih memilih pergi keluar negeri untuk menutupi keadaannya yang tengah hamil pada saat itu, ada sedikit rasa penyesalan di hatinya karena tidak jujur kepada orang tuanya bahkan hingga akhir hayat ayahnya ia tidak sempat meminta maaf karena telah berbohong.
untunglah saat ini ibunya bersedia memaafkan dan menerima kehadirannya bersama putri kecilnya.
"Nathan..." Ucap resti dengan suara lirih
"Aku takut kalau dia mengetahui kebenarannya dia akan mengambil lisa dariku.."
"Apa maksudmu?" Nathan makin tidak mengerti perkataan resti
"Apakah tuan chen benar benar ayah kandung lisa?" Tanya nathan sedikit ragu
Resti mengangkat wajahnya dan menatap sayu ke arah nathan dengan sedikit berat ia menganggukan kepalanya
"Jadi benar lisa adalah anak kandung tuan chen?" Sekali lagi nathan ingin memastikan
Rasa syok dan tidak percaya nampak jelas di wajah nathan, ia tidak tahu harus berkata apa kali ini.
"Baji***ngan itu melakukannya..." Isak resti
"Dia menodaiku setelah malam itu..." Resti tidak sanggup untuk meneruskan kata katanya, kedua tangannya menutup rapat wajahnya bahunya bergetar di iringi dengan suara isak tangis.
"Dasar baji***ngan..." Geram nathan, giginya mengatup rapat menahan amarah.
Nathan berjalan mendekat ketempat duduk resti dan merangkul bahu resti membiarkan resti memeluk pinggangnya dan menangis sepuasnya.
Resti menggelengkan kepalanya sambil menyeka airmata yang membasahi pipinya.
"Nathan, aku sangat takut" lirih resti
"Apa yang harus aku lakukan kalau dia mengambil lisa dariku"
"Aku tidak mau berpisah dengan lisa"
"kau tenanglah, kurasa dia tidak akan melakukannya..." nathan mencoba untuk menghibur resti.
"apa kau yakin?" tanya resti penuh harap.
"ya, kalau pun dia akan melakukannya kita akan menyewa pengacara sekelas hotman paris untuk melawannya"
"terima kasih nathan..."
Beberapa saat kemudian resti pun sudah kembali tenang dan sudah bisa tersenyum kembali, raut kecemasan dan ketakutan telah berangsur hilang.
"oya, ada apa kau kemari?" tanya resti.
"ouch aku hampir lupa.." jawab nathan sambil menepuk dahinya
"'aku berencana untuk kembali besok" lanjut nathan dengan serius
__ADS_1
"kenapa begitu cepat"
"ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di wakilkan..."
"aku akan mengusahakannya secepat mungkin agar bisa menemani lisa lagi"
"tidak perlu, kau selesaikan saja urusanmu jangan terlalu lelah..." nasehat resti
"apa kau tidak ingin aku cepat kembali?"
"tidak..." jawab resti tegas
"aaakh... kau melukai perasaanku" nathan meremas dadanya yang tidak sakit
dengan gemas resti memukul lengan nathan yang satunya.
"kamu berdosa banget..." ucap nathan
mendengar kata kata yang di ucapkan nathan mata resti langsung membulat, sesaat kemudian mereka pun langsung tertawa terbahak bahak.
"kamu tidak apa apakan kalau aku tinggal" ucap nathan mengkhawatirkan
"eum, tidak apa apa, lagian di sini masih ada rey sama ibu yang bisa menemani" sahut resti
"tapi aku sangat khawatir..."
"bagaimana kalau kau dan lisa ikut aku saja..." ajak nathan
"itu tidak mungkin,"
"kenapa tidak mungkin?"
"tuan nathan yang terhormat tertampan terunyu dan terter lainnya, kalau kami ikut bagaimana dengan usaha yang baru aku rintis ini dan siapa yang akan menjaga ibuku?"
"lagian lisa baru saja memulai sekolahnya di sini..."
"baiklah kalau begitu, tapi kau harus mengabari aku kalau terjadi apa apa"
"iya, aku janji..."
sebenarnya nathan enggan meninggalkan resti apalagi setelah mengetahui kalau chen adalah ayah kandung lisa dan juga sebagai laki laki nathan bisa merasakan kalau chen punya perasaan yang khusus terhadap resti ia takut resti akan di ambil oleh tuan chen itu.
ooh restiku yang baik hati penyayang dan tidak sombong namun sedikit kurang peka tolong jangan berikan hatimu pada mahluk yang bernama chen itu. ucap nathan dalam hati.
.
.
.
.
.
---------TBC
__ADS_1
mohon maaf kalau up nya agak lama tapi plissss dukung author terus biar semangat... like terus ya biar exp baca kalian juga naik 😊😉