
Keputusan putri untuk berpisah dengan chen sudah bulat, ia sudah tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan hubungan aneh ini.
Bagaimana tidak aneh, sebelum menikah mereka sempat berkencan selama bertahun tahun dan chen pun begitu baik serta perhatian terhadap putri, selalu menuruti setiap permintaan putri, bahkan chen tidak pernah menyentuhnya selain bergandengan tangan dan berpelukan selama berkencan.
Meski demikian putri sudah merasa sangat bahagia tidak pernah berpikiran buruk terhadap chen dan ia berpikir chen melakukan itu karena menghargai dirinya dan tidak ingin melakukan hal seperti itu sebelum mereka resmi menjadi pasangan suami istri.
Namun kenyataannya setelah menikah pun chen sama sekali tidak tertarik untuk menyentuhnya, meski pun putri telah mengenakan lingerie yang super sexy dan tidur di satu ranjang yang sama tetap tidak bisa meruntuhkan pertahanan chen, hingga putri sempat mengira chen mengidap suatu penyakit ocd atau semacamnya.
Sebenarnya putri sangat ingin menanyakan hal tersebut namun ia takut akan menyinggung perasaan chen hingga ia hanya bisa bersabar dan mencoba mengerti pada keadaan chen.
Saat itu putri tidak begitu mengambil pusing masalah yang ia alami baginya menjadi istri chen sudah membuatnya sangat bahagia dan ia pun tidak membutuhkan apapun lagi asal bisa bersama dengan chen namun setelah menjalani pernikahan selama dua tahun dan mulai memasuki tahun ke tiga ini, orang orang mulai sering mempertanyakan tentang kehadiran anak diantara mereka bahkan ada yang menyarankan untuk melakukan pengobatan alternatif karena tidak berhasil di dokter kandungan, di tambah desakan oleh kedua orang tua chen yang selalu menginginkan agar ia bisa segera hamil dan memberikan mereka cucu secepat mungkin.
"Bagaimana bisa membuat cucu kalau chen saja tidak pernah menyentuhku bahkan my virginity masih terkunci aman di dalam sana" Jerit batin putri
Hingga kejadian malam itu barulah putri sadar kalau selama ini chen tidak menyentuhnya bukan karena chen memiliki suatu penyakit namun karena dirinya bukanlah wanita yang ia cintai tapi orang lain.
Sakit!!
Tentu saja, seandainya malam itu chen tidak mabuk dan memanggil manggil nama wanita lain entah sampai kapan putri akan di buat buta oleh perasaan cintanya terhadap chen.
Seandainya kejadian malam itu bisa membuat dirinya langsung hamil, ia tidak akan mengajukan cerai dan akan tetap bertahan dengan pernikahan "aneh" ini.
Sayangnya takdir berkata lain ia harus menerima kenyataan ada gangguan pada rahimnya, meskipun bisa di obati namun butuh waktu tiga tahun dan itu adalah waktu yang terlalu lama baginya itu pun tidak menjamin seratus persen berhasil.
Sudah cukup bagi putri untuk bertahan dan ini adalaha waktunya untuk menyerah, ia akan menyerah dengan mengangkat kepala tanpa harus menunggu hari ia akan di permalukan karena tidak bisa hamil dan di campakkan begitu saja.
Yah, putri sudah membuat keputusan untuk bercerai dan tidak akan mengatakan kepada siapapun alasan sebenarnya dia ingin bercerai karena baginya itu adalah suatu aib karena tidak bisa hamil.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, chen bergegas pulang menuju rumah tempat yang ia dan putri tinggali.
Di rumah yang sangat luas itu hanya di tinggali oleh mereka berdua dan beberapa pelayan yang khusus bertugas untuk mengurus rumah tersebut.
Setibanya di rumah chen langsung menuju kamar tempat putri dan dirinya melepas penat, yah tempat yang seharusnya menjadi tempat favorit bagi pasangan suami istri namun tidak bagi mereka, kamar yang bernuansa simple dan modern itu cuma sekedar tempat untuk mereka memejamkan mata saja tidak lebih.
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu kamar chen langsung memasuki kamarnya, di sana ia melihat putri sedang membereskan pakaiannya dan memasukannya ke dalam koper.
"Apa kau benar benar akan pergi?" Ujar chen sambil mendekat ke arah putri
Putri yang tidak menyangka chen akan pulang lebih awal hanya mengangguk sambil memandang sekilas ke arah chen, entah kenapa ia melihat segurat perasaan kecewa pada wajah pria yang selama ini sangat ia cintai.
"Kak chen..." Putri mendudukan dirinya di samping chen
"Tolong maafkan aku selama ini..." Lirih putri
"Seharusnya aku yang minta maaf bukan kau" Potong chen
"Aku ingin tahu alasan kau ingin kita bercerai?" Tatapan chen penuh dengan rasa ingin tahu
"Aku minta maaf jika selama ini...." Ucap chen tertahan
"Kak chen, aku tahu selama ini kakak tidak pernah mencintaiku" Putri berusaha mengatakannya dengan menahan air mata.
"Maaf kalau selama ini aku terlalu egois" Tangis putri mulai tumpah
"Aku tidak pernah mau peduli tentang perasaan kak chen karena aku terlalu mencintai kakak"
"Apakah sekarang kau sudah tidak mencintai aku lagi?" Tanya chen
"Bukan... Bukan itu maksudku"
"Lalu kenapa kau ingin pergi?"
"Kurasa ini sudah waktunya aku melepaskan kak chen.."
"Tidak bisakah kau hanya tinggal di sisiku?" Pinta chen
"Kak chen, aku juga ingin memiliki kehidupan yang bahagia"
__ADS_1
"Aku bisa membahagiakanmu, aku juga bisa membelikan apapun yang kau inginkan"
"Namun kakak tidak bisa memberikan hati kakak untukku"
Chen terdiam, ia bisa memberikan apa saja yang putri inginkan, namun ia tidak bisa sepenuhnya memberikan hatinya pada orang lain termasuk putri.
"Putri..."
"Tidak bisakah kita memulainya dari awal?"
Putri menarik napas panjang dan mengusap air matanya, ia menggenggam tangan chen dan berkata dengan lembut
"Kak chen..."
"Saat ini aku sudah sangat lelah, aku ingin menjauh sesaat dari kehidupan seperti ini, aku merasa ini bukanlah tempatku, semakin lama aku di sini aku merasa akan semakin tercekik" Jelas putri
"baiklah, aku tidak akan menahanmu lagi" chen berdiri dan melangkah pergi keluar dari kamar itu meninggalkan putri yang masih bersimpuh di lantai.
"apakah itu yang selama ini putri rasakan saat bersamaku" batin chen
chen berjalan gontai ke ruang kerjanya, pandangannya menatap kosong lurus kedepan, ia tidak pernah menyangka akan mengalami hari seperti ini lagi, keegoisannya telah menyakiti seorang wanita lagi, wanita yang sangat mencintainya.
Meskipun ia ingin mempertahankan putri di sisinya namun ia takut keputusannya akan malah membuat putri tersakiti lagi.
dengan pikiran yang sedang kacau ia menenggak habis minuman beralkohol yang ia ambil di lemari penyimpanan tadi, ia ingin menelan habis segala masalah yang tengah ia hadapi seperti ia menelan habis minumannya.
Setelah beberapa lama kemudian chen kembali ke kamarnya, ia melihat putri telah terlelap tidur seolah tidak terjadi apapun, ia pun mendekat dan duduk di sisi putri yang tengah berbaring menghadap ke arah samping perlahan chen pun merebahkan dirinya di samping putri dan memutar badannya menghadap putri yang membelakanginya.
chen menyorongkan tangannya di bawah kepala putri sedang tangan satunya menyibak rambut putri yang jatuh menutupi sebagian wajahnya.
"maafkan aku..." ujar chen lirih seraya mencium puncak kepala putri.
putri yang ternyata tidak tidur menitikkan air mata dan menggigit bibir bawahnya menahan agar suara tangisnya tidak keluar.
__ADS_1