Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 16 mengulangi kesalahan yang sama


__ADS_3

Resti memegang erat lengan nathan, nampak jelas di wajahnya ada gurat ketakutan yang berusaha ia sembunyikan, ia terus menundukan kepalanya dan tidak mau melihat ke arah chen.


"Bukankah ini nona resti?" Chen berpura pura bertanya


"Kau mengenalnya?" Nathan balik bertanya


"Kami kebetulan satu sekolah waktu di tingkat menengah" Jelas chen


"Bukan begitu nona resti?" Lanjutnya


"Senang bisa bertemu denganmu lagi" Chen mencoba menyodorkan tangannya untuk menyalami resti.


Resti hanya mengangguk tanpa menyambut uluran tangan chen, kepalanya tetap menunduk menghindari tatapan chen yang makin membuat resti ketakutan.


"Oh, ternyata begitu..." Nathan masih belum menyadari resti yang mulai tidak nyaman.


"Apa tuan chen datang sendirian?" Tanya nathan.


"Tidak, aku datang bersama asistenku"


"Bukankah tuan chen sudah memiliki istri, kenapa tidak di ajak?" Pertanyaan itu spontan keluar dari mulut nathan.


"Benar, aku menikahi istriku yang sekarang ini beberapa tahun yang lalu karena desakan orang tuaku dan juga wanita yang aku sukai menghilang entah kemana dan tidak ada kabar sedikit pun"


Chen mengatakan dengan perasaan yang teramat dalam, sesekali matanya melirik ke arah resti yang bersembunyi di balik lengan nathan.


"Benarkah?" Nathan makin tertarik


"aku turut prihatin atas kisah cintamu, tuan chen" Ujar nathan tulus


"Tidak apa apa"


"Meski pun aku telah memiliki istri, aku akan tetap menunggunya"


"Wow, kau sangat luar biasa tuan chen" Nathan benar benar tidak menduga atas jawaban yang di lontarkan chen.


seseorang yang telah beristri masih mengharapkan kehadiran wanita lain.


"kau sangat beruntung mendapatkan wanita seperti resti" Chen mencoba menggali lebih dalam tentang hubungan antara nathan dengan resti.


"Yah, ku rasa juga begitu" Jawab nathan bangga, ia tersenyum penuh kebahagian yang mana makin membuat chen merasa kesal.


Chen meminum habis minuman dalam gelas yang tengah ia pegang, matanya merah menahan amarah.


"Nathan..." Ujar resti dengan suara lirih


"Bisakah kita pulang sekarang" Bisik resti kepada nathan


" Apa kau tidak enak badan?" Nathan berbalik ke arah resti dan meletakkan kedua telapak tangannya di kedua pipi resti.


"Aku sedikit pusing" Jawab resti beralasan.


Melihat wajah resti yang memucat nathan menjadi sangat khawatir, ia takut kalau resti kenapa napa


"Tuan chen, aku mohon maaf tidak bisa menemanimu lebih lama"

__ADS_1


"Apakah istrimu sedang sakit?" Tanya chen


"Mungkin sedikit masuk angin" Jawab nathan sambil mengelus tangan resti


"Baiklah, sampai jumpa lagi kalau begitu" Ujar chen


"Terima kasih, kami mohon diri terlebih dahulu" Pamit nathan


"Ayo kita pulang sekarang..." Nathan merangkul resti berlalu dari hadapan chen.


_


_


_


***********


Chen


Dengan langkah sempoyongan Chen pulang ke rumahnya dalam keadaan berantakan rambutnya acak acakan, badannya penuh dengan bau alkohol, putri yang selalu menunggu chen pulang cukup kaget melihatnya, ini adalah pertama kalinya putri melihat chen dalam keadaan begini selama pernikahan mereka.


"Ada apa dengan kak chen?" Putri menanyakan penyebab chen mabuk mabukan kepada supirnya.


"Sepertinya tuan muda terlalu banyak minum waktu di pesta" Jawab supirnya sambil menyerahkan chen kepada putri.


"Sayang, kemarilah..." Chen mulai melantur dan merentangkan kedua tangannya


"Sayang kau sangat cantik jangan pergi lagi ya..." Lanjut chen sambil menangkup kedua pipi putri.


"Kak chen, kau mabuk.." Putri memapah chen menuju kamar mereka.


"Lepaskan...." Teriak chen sambil mendorong putri.


Chen terus berjalan memasuki kamarnya sambil melepaskan dasi yang mengikat lehernya dan bajunya kemudian melemparkan ke sembarang tempat, ia merebahkan dirinya ke kasur tanpa melepaskan sepatunya.


Dengan penuh kesabaran putri melepaskan sepatu yang masih melekat pada kaki chen, kemudian ia mengambil air dan mulai menyeka seluruh tubuh chen dengan handuk kecil.


"Jangan pergi..." Chen tiba tiba meraih tangan putri


"Aku tidak kemana mana" Jawab putri lembut


Chen menarik putri hingga terjatuh tepat di dadanya, ia memeluk putri dengan sangat erat.


"Kau adalah milikku"


"Kau tidak boleh pergi lagi"


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu dariku"


Chen terus melontarkan kata kata yang membuat putri berpikir itu adalah untuk dirinya.


"Res...." Suara chen menjadi lirih dan kemudian ia terisak


"Jangan pergi..." Ucapnya lagi sambil menangis

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku..."


"Maafkan aku..."


"Res???"


"Siapa yang di maksud chen? Apakah ada wanita lain di hatinya?kenapa dia tampak sangat sedih?" Batin resti


Saat putri bangkit chen kembali menarik tangan putri dan menindihnya, ia membelai wajah putri lalu kemudian mencium kening putri, pipi hidung lalu bibir putri.


Putri yang sejak lama tidak pernah di sentuh oleh chen hanya diam pikirannya di penuhi dengan berbagai pertanyaan atas kata kata chen yang barusan.


"Res..." Lagi lagi nama itu yang keluar dari mulut chen.


Meskipun saat ini wanita yang tengah ia cumbu adalah putri istrinya namun yang keluar dari mulutnya malah nama orang lain.


Chen makin menggila dengan kasar ia membuka paksa pakaian yang dikenakan putri


"Kau adalah milikku..." Chen kembali ******* bibir putri dengan kasar.


"Kak chen apa yang kau lakukan?" Tanya putri di sela kegiatan chen.


Chen sama sekali tidak menghiraukan perkataan putri, ia terus saja melancarkan aksinya yang malah membuat putri merasa ketakutan.


"Hentikan..." Teriak putri, ia mulai menangis


"Diam..." Bentak chen dengan kasar


"Lepaskan aku, aku tidak mau" Putri coba melawan chen dengan mendorong sekuat tenaga namun tidak berhasil.


Meskipun putri sangat mencintai chen dari dulu dan sekarang ia telah menjadi istri sah nya, namun putri juga tidak ingin diperlakukan kasar dan tidak adil dalam hal perasaan terlebih saat ini chen malah mengira dirinya adalah orang lain, orang yang mungkin saja sangat chen cintai.


Alkohol telah mengacaukan pikiran chen, ia benar benar mengira di hadapannya adalah resti, wanita yang meninggalkannya


"Aku akan menghukummu karena telah meninggalkanku"


"Aku akan terus menghukummu hingga kau sadar kesalahanmu dan tidak berani lagi meninggalkan aku" Chen terus melantur tanpa sadar.


"Sadar chen..." Ratap putri


"Aku adalah putri, istrimu" Ujarnya mengingatkan


Putri kembali mencoba berontak namun malah membuat chen makin marah dan menahan tangan putri dengan kuat.


Chen benar benar tidak sadar atas apa yang telah ia lakukan, sekali lagi ia mengulangi perbuatan yang telah ia lakukan pada resti beberapa tahun silam, namun kali ini ia melakukan pada putri, istrinya sendiri.


Putri duduk sambil bersendekap di atas tempat tidurnya keadaan nya sangat berantakan air matanya pun turut mengalir.


Sementara chen sudah terlelap tidur di sampingnya setelah melakukan perbuatan itu pada dirinya.


Putri merasa sangat hancur dan sakit hati atas perbuatan chen pada dirinya, meskipun chen adalah suaminya ia masih merasa tidak rela pengalaman pertamanya di ambil begitu saja tanpa ada keromantisan apa lagi belaian kasih sayang.


Air mata putri kian mengalir deras meratapi nasibnya, ia tidak habis pikir kenapa chen tega melakukan hal ini pada dirinya, kenapa ia mau menikah dengannya kalau memang ia tidak mencintainya sama sekali.


---to be continued

__ADS_1


__ADS_2