Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 2 di jebak


__ADS_3

Resti dan rey menyapa teman sekelas dan seangkatan mereka, banyak diantara mereka yang sudah menikah dan memiliki anak


"Kamu kapan dong res?" Tanya emma


"Nanti aja lah, kalian aja dulu" Ujar resti


"Jangan bilang nunggu anakku gede ya" Celetuk mira sambil meluk anaknya yang baru berumur satu tahun.


"Hmm boleh juga, kalau begitu mulai sekarang kamu jadi mertuaku" Balas resti tak mau kalah.


"Menantuku tolong jaga suamimu sebentar ya, aku mau ke kamar mandi dulu" Ujar mira seraya memberikan bocah kecil yang tampan itu kepadanya.


"Baik, ibu mertua.." Balas resti sambil menggendong bocah tampan itu dengan gemas ia ciumi pipinya yang bulat kayak bakpao hingga merah...


"Makanya buruan cari suami biar punya anak sendiri" Teriak rey...


"Halahh kaya kamu sudah ada aja" Cibir resti pada rey.


"Kalian tuh ya, gak takut apa di katain sama orang-orang, kemana- mana berduaaaa terus" Ujar emma


"Di katain apa?" Tanya resti penasaran


"Apa lagi kalau bukan...." Emma sengaja menggantung kalimatnya


"Maksudnya aku sama resti pasangan, gitu?" Tegas rey


"Haaaaah??" Reati melotot kaget mendengar ucapan rey


"Memangnya kamu gak suka sama aku rey?" Ujar resti menggoda rey


"Idihh amit-amit, gini gini aku masih normal ya.." Balas rey belagak marah


Hahahahah


Semua pada tertawa bahagia malam itu benar-benar penuh dengan suasana ceria bercanda gurau seperti masa di sekolah dulu.


Dari jauh chen nampak memperhatikan resti pandangannya sedikit terganggu saat putri datang membawakan minuman untuknya.


"Merhatiin apa sih? Kok fokus bener?" Tanya putri


"Ah bukan apa-apa" Jawab chen


Putripun mendelik acuh tak acuh, putri tidak mau ambil pusing sama apa yang di perhatikan chen toh dia sangat yakin kalau wanita yang seratus persen di cintai chen adalah dirinya.


Chen berdiri meninggalkan putri yang tengah asik menikmati hidangannya.


"Mau kemana?" Tanya putri


"Mau ke luar sebentar nyari udara segar" Sahut chen


Dari luar mata chen tidak berhenti memandangi resti...


"Hai sob,.. ngapain di sini sendirian?" sam yang tiba-tiba muncul di sampingnya mengagetkan chen


"Chen, chen kalau suka tuh bilang ngapain mesti di simpen begitu lama sih?"ujar sam.


Chen hanya menarik napas dalam tanpa menjawab pertanyaan temannya itu.


" Aku benar-benar tidak bisa mengerti sama kamu, yang kamu suka itu resti kenapa mesti berkencan dengan putri?" Sam semakin penasaran


Setahu sam chen sudah menyukai resti sejak sekolah dulu, tetapi anehnya dia malah jadian sama putri...


Setiap kali di tanya chen tidak pernah mengatakan alasanny..


"Dia benar-benar sulit di dekati" Ucap chen lirih


"Dan dia juga tidak seperti gadis kebanyakan yang mudah di rayu" Lanjut chen

__ADS_1


"Hmmmm, satu-satunya cara agar dia menjadi milikmu seutuhnya kau harus menidurinya" Bisik sam ke telinga chen


"Mustahil, bagaimana bisa aku melakukannya, dia terlalu menjaga jarak denganku" Sanggah chen


"Baiklah, karena aku teman baikmu, kali ini aku dengan senang hati membantumu" Ujar sam sambil menepuk bahu chen.


"Bagaimana caranya?" Chen jadi penasaran dengan apa yang akan di lakukan sam.


" Kau tunggu saja.." Ujar sam sambil pergi meninggalkan chen yang nampak bingung.


Tidak berapa lama kemudian sam sudah berada di antara resti dan teman-temannya.


"Wahh ini dia malaikat suci kita, makin cantik saja" Ujar sam memuji resti


"Kamu, apa-apaan sih sam" Resti jadi tersipu malu di buatnya.


"Iya.. Iya, sebagai permintaan maafku, silakan tuan putri minum jus yang aku tuangkan ini" Sam menyodorkan segelas jus yang di tuangnya sendiri kepada resti.


"Terimakasih..." Ujar resti sambil mengambilnya dari tangan sam


Sam melirik ke arah chen dan mengedipkan matanya.


Acara reunipun selesai, semua tamu sudah mulai meninggalkan aula.


Resti dan rey nampak berdiri di pinggir jalan sedang menunggu taksi.


Titt tittt


Suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua, nampak dua orang yang mereka kenal tengah duduk di dalamnya.


" Kalian nungguin taksi?" Tanya putri


" Iya.." Jawab rey


" Bareng aja yuk.." Ajak putri


" Gak usah put, kan beda jalur" Sahut resti


"Bolehkan chen, mereka ikut?" Tanya putri kepada chen.


Chen hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun.


Akhirnya resti dan rey pun tak mampu menolak paksaan putri dan ikut dalam mobil mereka.


Pertama mereka menurunkan rey, tadinya resti tidak berpikiran macam-macam karena ia pikir ada putri, lagipula kejadian itu sudah tiga tahun yang lalu mungkin chen sudah berubah.


Namun saat chen menurunkan putri di rumahnya perasaannya mulai tidak tenang, chen meminta resti pindah duduk di kursi depan dengan alasan dia bukan supir pribadi.


Dengan rasa enggan resti pun pindah kedepan duduk bersebelahan dengan chen.


"Hati-hati ya.." Pesan putri sambil melambaikan tangannya. resti pun membalas lambaian tangannya sambil tersenyum.


Suasana canggung sangat terasa aku berusaha memulai percakapan di antara kami.


"Terimakasih ya, sudah mau mengantarkan pulang" ujar resti memecah kecanggungan


"Maaf jadi merepotkan" Lanjutnya lagi


"Tidak apa-apa.." Sahut chen


"Lagian kita sudah lama tidak ketemu"


mereka jadi asik dengan pembicaraan mereka sehingga tak ada suasana canggung lagi, resti pun menepis pikiran buruk sebelumnya tentang chen.


"Res..." Panggilnya


"Ya..." sahut resti

__ADS_1


"Kamu lapar gak?"


"Tidak juga, tadi sudah makan lumayan banyak kue di acara tadi" Jawab resti jujur


"Aku masih sedikit lapar, temani aku makan dulu yuk" Ujarnya


Tanpa berpikir panjang resti pun mengiyakan ajakan chen.


"Kamu yakin gak mau makan?" Tanya chen memastikan.


" Iya, aku minum aja" Jawab resti yakin


Chen pun memesan makanan dan minuman yang ada di daftar menu setelah menanyakan minuman yang ku inginkan.


"Sekarang kamu kerja apa res" Tanya chen memulai pembicaraan


"Aku masih magang di perusahaan periklanan bareng rey" Jelas resti.


"Kenapa kau tidak pindah ke kantorku saja, kebetulan kantor kami lagi membuka lowongan untuk desainer pakaian untuk musim ini"


"Aku belum begitu hebat mana mungkin bisa bersaing dengan desainer yang sudah berpengalaman" Jawab resti menolak


"Itu bukan masalah, aku bisa membantumu" Ujar chen.


Sebelum aku sempat menjawab pesanan kami pun datang, pelayan meletakkan jus jeruk dan kentang goreng pesananku di depanku


Chen menikmati makanannya sambil sesekali mengajak aku bicara.


"Sudah mulai larut, pulang sekarang yuk" Ajak resti


"Baiklah, habiskan dulu minummu" Ujar chen menyuruhnya.


Tanpa ragu resti pun menghabiskan minuman jus jeruknya.


entah kenapa kepala resti tiba-tiba sangat pusing matanya terasa sangat berat..


"res... resti kamu kenapa?" sayup sayup terdengar suara chen mencemaskan resti.


"chen... kepalaku sangat pusing" ujarnya lemas


"tolong... an.. antar a..aku pulang" resti berusaha mengatakan kepada chen namun ia benar-benar sangat lemah tak bertenaga.


saat itu resti tidak bisa lagi membuka matanya yang ia rasakan chen tengah menggendongnya menuju mobilnya.


visual para tokoh



-Resti


-Sederhana


-Mandiri


-Tidak egois



-Chen


-Tuan muda


-Dingin


-Susah ditebak


-Menyukai resti sejak lama

__ADS_1


itu dulu ya untuk hari ini.. see u !!!


-to be continued


__ADS_2