Mencintai Dengan Paksaan

Mencintai Dengan Paksaan
Bab 9 memulai hidup baru


__ADS_3

lima tahun kemudian



Setelah lima tahun resti kembali ke negaranya ia mendapat kabar kalau ayahnya meninggal dunia karena kecelakan mobil.


Untunglah saat kecelakaan ibunya bisa di selamatkan meski pun mengalami luka luka.


Dengan terburu buru resti menarik koper bawaannya bersama seorang gadis kecil bernama lisa, yang tak lain adalah putrinya sendiri.


"Ma...tunggu lisa" Panggilnya


"Kenapa sayang, berat ya?" Tanya resti penuh perhatian.


"Lisa capek ma.." Rengeknya


"Ya sudah, kita istirahat di situ saja sambil menunggu tante rey jemput" Bujuk resti pada anak kesayangannya.


Setelah beberapa saat mereka menunggu akhirnya rey datang sambil melambaikan tangan pada mereka.


"Res..." Ujar rey sambil berteriak


"Tante rey..." Teriak lisa sambil berlari ke arah rey.


~bukk....


Aaaaaa hiks hiks...


Lisa yang berlari ingin memeluk rey malah terjerembab.


"Anak pintar, jangan menangis" Bujuk seorang lelaki tua sambil membantu membangunkan lisa.


"Lisa... " Rey langsung memeluk lisa


"Sakit ya, sini tante tiupin" Bujuk rey sambil mengusap air mata lisa.


"Terima kasih sudah menolong keponakan saya" Ujar rey kepada orang yang menolong lisa barusan.


"Tidak apa-apa" Ujar orang itu


"Lain kali hati-hati ya" Lanjut orang itu kepada lisa.


Lisa menganggukan kepalanya sambil berkata.


"Makasih, kek.."


lelaki tua itu tersenyum sambil mengelus pipi lisa lalu pergi meninggalkan lisa dan rey.


"Gadis kecil itu sekilas sangat mirip dengan tuan muda ya tuan" Ujar seseorang yang sedari tadi berada di samping orang tua itu.


"Apa menurutmu begitu?" tanya lelaki tua itu pada asistennya


"Iya tuan, apa lagi matanya yang coklat terang sangat persis dengan mata tuan muda"


"Hah, anak itu kapan dia akan memberikan aku cucu?" Gumamnya.


"Di mana dia sekarang, apakah dia tidak menjemputku?" tanyanya sedikit gusar


"Tuan muda baru saja tiba ia menunggu di luar tuan"


Di luar tampak chen sedang menunggu seseorang yang seharusnya sudah turun dari pesawat dari tadi.


Chen langsung menyambut orang tua yang merupakan ayahnya itu, Tanpa banyak bicara ia membukakan pintu mobil untuk ayahnya.


Sebelum masuk kedalam mobil orang tua itu menoleh ke arah mobil taksi yang berhenti sedikit agak jauh dari mobilnya.


Lisa yang tengah di gendong oleh rey melambai ke arahnya.


"Dadah kakek..." Ujar lisa dengan suara kecilnya.

__ADS_1


Ayah chen membalas lambaian lisa sambil tersenyum.


Chen yang penasaran dengan ayahnya ikut menoleh ke arah yang ayahnya lihat.


Namun chen tidak melihat siapa-siapa, hanya mobil taksi yang baru saja melaju pergi.


"Siapa yang ayah lihat?" Tanya chen penasaran.


"Hanya anak kecil yang sangat manis" Jawab ayahnya.


Selama di perjalanan ayahnya tidak hentinya menceritkan tentang anak kecil yang terjatuh saat berlari tadi.


"Sayang sekali ayah lupa menanyakan namanya" Ujar ayahnya.


"Dia benar-benar mirip denganmu, untungnya dia perempuan jadi lebih manis dari kamu" Lanjut ayahnya dengan semangat, bibirnya selalu tersenyum.


"ayah harap dia akan tumbuh menjadi gadis manis dan hangat"


Pertemuannya yang tidak sengaja dengan lisa benar-benar membuatnya makin menginginkan seorang cucu,


"Chen,.." panggilnya


"Kalian sudah menikah selama dua tahun, kenapa putri belum juga hamil?" Tanya ayahnya tiba-tiba.


"Kapan kalian akan memberikan aku cucu.." Lanjutnya dengan tidak sabar.


"Ayah...."


"Kalau ayah mau, aku bisa mengadopsi anak untuk di jadikan cucu ayah" Sahut chen dengan sedikit kesal.


Selama dua tahun menikah, chen tidak pernah sekalipun menyentuh putri, bahkan tidur seranjang pun sangat jarang, bagaimana mungkin akan ada seorang anak diantara mereka.


"Yang aku mau itu cucu kandungku, darah dagingku sendiri" Ayah chen jadi marah mendengar jawaban anaknya itu.


******


Resti


"Maafkan resti bu..." Ujar resti terisak


Ibunya pun turut meneteskan air mata sambil memeluk resti.


"Sudahlah, ini semua sudah takdir" Ibunya mencoba bersabar dan iklas menerima kenyataan pahit ini.


"Sekarang ibu hanya punya kamu, ibu mohon kamu jangan pergi lagi ya.." Pinta ibunya


"Resti janji tidak akan meninggalkan ibu.."


"Resti akan selalu menjaga ibu.."


"Nenek..." Panggil lisa


"Gadis kecil, siapa namamu?" Ibu resti mengelus rambut lisa.


Sampai saat ini resti belum menceritakan kepada ibunya kalau ia telah memiliki seorang anak.


"Namanya lisa bu.." Sahut resti


"Dia... Dia anakku" Lanjut resti sedikit gugup.


"Anakmu?" Ibu resti sangat kaget mendengar jawaban resti.


"Apa maksudmu res..." Tanya ibunya tidak mengerti maksud resti.


"Maafkan resti bu...." Ucap resti


"Resti sengaja tidak mengatakannya kepada ibu"


Ibu resti makin tidak mengerti yang dikatakan oleh resti. Kenapa resti mesti menyembunyikan hal yang begitu besar dari orang tuanya.

__ADS_1


Dengan beruraian air mata resti menceritakan semua kisah pahit yang ia alami beberapa tahun yang lalu.


Ibunya tidak mampu menahan air mata mendengar kisah anaknya itu, ia memeluk resti dengan erat.


"Maafkan ibu..."


"Ibu tidak tahu kau menjalani hidup yang begitu sulit"


"Ibu sangat menyesal..."


"Anakku yang malang.."


"Tolong maafkan ibu dan ayahmu"


"Resti yang salah bu, harusnya dari dulu resti katakan pada ayah dan ibu" sesal resti


"Resti takut ibu dan ayah akan kecewa pada resti.."


"dasar anak bodoh..." ujar ibunya sambil menangis.


Tangis resti pun kembali pecah saat mengingat ayahnya yang baru saja pergi untuk selamanya.


Seminggu sebelum terjadi kecelakaan, ayahnya menghubungi resti meminta resti untuk segera pulang karena ibunya sangat merindukan dirinya.


"Nak, kamu kapan pulang?" Tanya ayahnya


"Mungkin nanti setelah akhir tahun " Jawab resti.


"Apa tidak bisa kamu minta cuti saja"


"Kasihan ibumu sangat kesepian sejak kamu pergi" Lanjut ayahnya


"Tidak bisa ayah, saat ini sedang banyak kerjaan yang harus di selesaikan di kantor" Resti tetap bersikeras tak ingin pulang.


"Baiklah kalau begitu"


"Ayah hanya ingin kamu pulang dan menemani ibumu" Ada nada kecewa yang terdengar dari suara ayahnya saat itu.


Ternyata itu adalah panggilan terakhir dari ayahnya. Resti merasa sangat kehilangan sosok ayah yang selama ini sangat menyayangi dan memanjakannya.


Resti sudah memutuskan akan tinggal di kota ini dengan ibunya, ia sudah mengajukan resign dari pekerjaannya di negara C.


Dengan ibu dan putri kecilnya yang cantik ia akan memulai hidup baru lagi di kota yang penuh dengan kenangan ini.


"Ma... Mama..." Panggil lisa


"Mama, papa nelpon.." Ujar lisa sambil memberikan ponsel kepada resti.


" Halo nat, ada apa?" Sapa resti setelah mengambil ponsel dari lisa.


"Res, kenapa kau resign?"


"Apa kau tidak akan kembali lagi?" Tanya nathan dengan suara khawatir.


"Maaf nat, sepertinya aku akan tinggal di sini dengan ibuku" Jawab resti.


"Ayahku sudah tidak ada, aku tidak tega meninggalkannya sendirian"


"Baiklah kalau itu keputusanmu" Ujar nathan pasrah


"Tapi ingat segera hubungi aku kalau ada apa-apa" Pesannya.


"Iya,.." Jawab resti sambil tersenyum


"Nat... Terima kasih selama ini selalu ada untukku, maaf aku dan lisa selalu merepotkanmu"


"Apa yang kau katakan..." sahut nathan


"Lisa juga adalah putriku, kalian harta paling berharga bagiku"

__ADS_1


---to be continued


__ADS_2