
"apakah kalian menemukan siapa saja laki laki yang pernah berkencan dengannya?" nampak rasa keingintahuan chen makin besar.
"tidak tuan"
"Menurut informan yang kita kirim nona resti tidak pernah berkencan sekalipun, dia juga tidak memiliki teman dekat selain nona rey" Penjelasan han langsung di respon oleh chen dengan senyum tipis yang tersungging
"Lalu bagaimana dia bisa memiliki seorang putri, apa dia mengadopsinya?"
"Sepertinya nona resti telah hamil sebelum dia pergi keluar negeri"
"Maksudmu!?"
"Itu dapat di pastikan dari tanggal keberangkatannya dan hari dia melahirkan hanya beberapa bulan setelah dia tinggal di sana"
"Mungkin sajakan dia melahirkan lebih awal!?"
"Meskipun dia melahirkan lebih awal atau prematur itu juga sangat tidak mungkin karena pada dasarnya batas wanita hamil adalah selama sembilan bulan sepuluh hari sedang bayi yang lahir secara prematur biasanya pada usia kehamilan tujuh bulan"
Chen mengetuk ngetukan jarinya di atas meja, wajahnya tampak serius sedang memikirkan sesuatu.
"Han..."
"Iya tuan"
"Apakah mungkin itu adalah anaknya nathan dengan resti?"
"Bukankah mereka sudah kenal sejak lama?" Lanjut chen masih menerka nerka
"Tidak mungkin tuan"
Han mengeluarkan sesuatu dari balik kantong jasnya dan menyerahkan kepada chen.
"Apa ini?" Tanya chen.
"Ini adalah dokumen dari rumah sakit tempat nona lisa di lahirkan"
"Lisa? Siapa dia? Buat apa kau menyelidikinya, akukan hanya memintamu menyelidiki tentang resti!?" Chen jadi kesal dengan asistennya yang seperti kurang kerjaan.
"Lisa adalah anak perempuan yang di lahirkan oleh nona resti, tuan" Sahut han setelah mengambil nafas panjang untuk menyabarkan dirinya.
"Kenapa kau baru bilang" Chen membuka amplop yang berisikan dokumen dan beberapa foto resti bersama lisa yang di berikan oleh han.
Han hanya diam tanpa membalas perkataan tuannya karena itu percuma pikirnya toh ia akan selalu menjadi orang yang selalu di salahkan oleh tuannya.
"Gadis kecil ini... Kenapa terlihat persis..." Gumam chen, sesaat kemudian ia kembali menyunggingkan senyum.
__ADS_1
"Kami juga meminta keterangan dari rumah sakit tempat nona resti melahirkan kalau tuan nathan bukanlah ayah dari anaknya dan kami juga sudah memastikannya"
Mendengar penjelasan dari asistennya han, chen makin tersenyum senang, ia semakin yakin kalau lisa adalah anak kandungnya bersama resti.
"Bagus..." Ujar chen memuji hasil kerja han yang memuaskan.
"Sekarang kau tidak bisa lagi lari dariku" Gumam chen seraya menyeringai penuh kemenangan.
Chen berdiri dari tempat duduknya dan mengambil jasnya yang tengah di gantung lalu bergegas keluar dari ruangannya.
"Tuan, anda mau kemana?"
Chen tidak menjawab pertanyaan dari han ia hanya mengedipkan matanya seraya tersenyum penuh tanda tanya yang membuat asisten han bergidik kebingungan.
"Sebentar lagi kita akan rapat tuan" Han mencoba mengingatkan tuannya yang nampak aneh itu.
"Kau urus sebaik mungkin.." Sahut chen tanpa menghentikan langkahnya
"Sepertinya hari hariku akan semakin sulit kedepannya.. **" Ratap han.
Chen melajukan mobil yang di kendarainya sendiri dengan kecepatan sedang, ia sengaja meninggalkan asisten han di kantor untuk menyelesaikan semua urusan perusahaan yang di tinggalkannya begitu saja.
Tanpa mempedulikan perasaan asistennya dan panggilan telpon dari seketarisnya, chen malah asik bersenandung mengikuti irama lagu yang sedang di dengarkannya melalui radio mobil.
Chen menghentikan mobilnya di area pertokoan dan kemudian memarkirkannya.
Dengan hati yang berbunga bunga seperti orang yang lagi jatuh cinta ia melangkahkan kakinya memasuki toko family bakery yang menjual aneka kue dan roti yang diolah secara langsung oleh pemiliknya.
Family bakery adalah toko roti yang baru buka beberapa bulan yang lalu namun sudah cukup terkenal karena keunikan dan kelezatan dari setiap olahannya.
si pemilik family bakery memang bertujuan ingin menciptakan perasaan kekeluargaan pada setiap orang yang menikmati roti olahannya, ia bahkan juga menyediakan kue kue rumahan yang bisa membantu orang orang mengingat kenangan mereka saat menikmatinya bersama keluarga, terlebih bagi mereka yang jauh di perantauan dan merindukan kehangatan keluarga itulah sebabnya banyak orang orang yang datang untuk mencari kue rumahan bikinannya.
tap tap tap....
terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah si pemilik
"selamat da....tang" suaranya langsung menghilang setelah melihat sosok yang berdiri tegap di hadapannya
ia tidak menyangka tokonya akan kedatangan seseorang yang berpenampilan elegant dengan mengenakan pakaian, sepatu, serta jam tangan super mahal.
tanpa bisa mengatakan apa apa ia hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya karena masih tidak percaya.
"ma... mau apa kau kemari?" dengan suara gugup ia memberanikan untuk bertanya.
"katakan, apakah lisa anakku!?" tanpa basa basi chen langsung melontarkan pertanyaan yang membuat orang makin ketakutan.
__ADS_1
"resti, katakan padaku"
"dia adalah anakku kan..." tuding chen
"bu.. bukan, dia bukan anakmu dia anakku" resti menjawab dengan suara gugup dan perasaan takut
"kau tidak bisa membohongiku selamanya, aku tahu dia adalah anakku..." tangan chen memegang kedua bahu resti dengan kuat
"lepaskan, aku tidak mengerti apa yang kau katakan" resti mencoba untuk melepaskan diri dari chen
"apa kau ingin melakukan tes dna untuk membuktikannya?" chen mulai tidak sabar
"bukan... dia bukan anakmu..." resti mulai menjerit, ia takut membayangkan anaknya yang sangat ia sayangi akan di bawa pergi.
"resti..."
"aku tahu selama ini kau menyembunyikannya dariku"
"dia bukan anakmu, dia anakku... aku mohon tolong jangan ganggu kami" resti mulai menangis menghiba dan memohon.
chen yang melihat resti menangis pilu mendekatinya, ia sangat ingin memeluk resti dan menenangkannya, namun sebelum tangannya berhasil memeluk resti sebuah bogem mentah di terimanya tanpa peringatan.
badannya terhuyung ke samping dan darah segar menetes dari bibirnya.
"apa yang kau lakukan terhadap resti?" nathan yang saat itu baru masuk melihat resti menangis di hadapan chen langsung tersulut emosi dan memukul rahang chen.
"ini bukan urusanmu" ujar chen sambil menyeka darah di sudut bibirnya
"apapun yang berhubungan dengan resti berarti itu juga urusanku" balas nathan dengan suara lantang
"heh, apa hak mu ikut campur urusan keluarga kami?" chen mengatakanya dengan sinis kepada nathan.
"keluarga?" gumam nathan
"apa maksud perkataan orang ini?"
nathan berbalik ke arah resti dan memeluknya
"kau tidak apa apa?" tanya nathan menghkawatirkan
resti tidak menjawab ia hanya menganggukan kepala seraya menyeka air matanya.
"tuan nathan, aku sarankan sebaiknya kau jangan ikut campur antara aku dan resti. kalau tidak, aku bisa melakukan apa saja untuk menghancurkanmu" ancam chen
---TBC
__ADS_1