Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Reno vs Zayn


__ADS_3

Sejenak, Reno menggeser hordeng ventilasi kamarnya. Menatap langit yang hitam pekat berpadu dengan segarnya udara malam. Tatapannya berkaca-kaca. Ia memandang sambil menitikkan sedikit air mata. Tampak lampu-lampu kota bersinar indah di malam itu.



"Bagaimana ini? Dian... udah pasti ga suka sama gue. Gue ungkapin sekarang? Atau nanti? Kenapa sih dia ga pernah nyadar kalau gue suka sama dia? Kenapa sih, perasaan gw ga terbalas?". Keluhan Reno dalam hatinya.


Tangisannya semakin menjadi-jadi. Ia merasa dewi fortuna tidak memihak padanya. Disaat orang yang dicintai, tidak bisa mencintai dia. Batinnya sesak. Terlebih saat mata Reno menatap sebuah foto, terpampang wajahnya bersama Diandra ketika masih kecil. Mereka berlarian ditaman. Saat itu Reno mengejar Diandra yang mendahuluinya.



Tapi Reno tidak akan menyerah begitu saja, ia mengusap kedua air mata dengan kedua tangannya. Perasaannya benar benar tulus untuk Diandra. Laki laki mana yang akan menangisi wanita? Sangat jarang ditemukan didunia ini, tak terkecuali Reno.


Reno tidak gentar, ia percaya Diandra akan membalas perasaannya, tapi mungkin butuh proses dan waktu yang mengungkap semua. Saat tangisannya mereda. Reno baru teringat, bahwa ia harus memberi pesan kepada Diandra.


Reno lalu mengambil ponselnya sambil mengusap air mata dan mengetik.


"Makasih buat hari ini, buat materi pelajarannya hehe. See you tommorrow, good nite si nyebelin!" (Reno) - 21.01


Ting~~


Diandra yang tengah asyik membaca buku, melihat ke layar ponselnya ada notifikasi dari Reno, ia membaca pesan Reno dan membalas.


"Iya sama-sama, see you tomorrow si jengkel". (Diandra) 21.02


Senyum tampak tergores di bibir Reno saat membaca balasan pesan dari Diandra. Ia kemudian tidak melanjutkan percakapan itu. Reno lanjut memandangi foto sahabat yang sangat dicintainya itu.


Malam yang sendu, kelam bagi Reno. Mau bagaimana lagi, ia harus beradu nasib dan menerima kenyataan Diandra tidak menaruh perasaan padanya.


.....



"Ayo! Ayo! Dian go go go!" (Seru seluruh siswa laki laki kompak mendukung dan menyemangati Diandra yang sedang bermain basket dilapangan).


Saat itu pelajaran jam pertama adalah pelajaran olahraga, dan murid-murid perempuan dibagi menjadi 2 tim, harus bermain tanding basket.

__ADS_1


"Ternyata Diandra itu menarik ya".


"Dia cantik, aura nya keliatan pas main basket".


(Bisik-bisik siswa yang mengidolakan Diandra tersebut).


Mereka melihat, Diandra sangat bersemangat main bola basket. Ia tampak berlari sambil men-dribble bola basket. Aura perempuan itu memang menyihir dan memikat setiap siswa laki laki yang melihatnya. Dengan berat badan 48 kg, dan postur tubuh 160 cm, yang terbilang ideal. Kulitnya putih, matanya khas berbentuk kacang almond, dan hidungnya mancung, ditambah rambut panjangnya terikat. bagaimana setiap siswa bisa menolak paras nya yang mempesona?


termasuk Zayn yang memandangi Diandra sedari babak awal tadi. Mata nya tak bisa berhenti berpaling dari Diandra.


"Dian.. Dian..


Mungkin sekarang lo benci sama gue, tapi liat aja, lo akan menjadi milik gue". Batin Zayn, sambil tersenyum licik.


Semua siswa mungkin meneriaki dan menyemangati Diandra yang sedang bermain basket kecuali Reno. Reno hanya duduk seorang diri, memandangi Diandra dari pinggir lapangan.


Bola basket di dribble oleh Diandra sambil berlari. Lalu Diandra mencoba three point yaitu menembakkan bola dari jarak yang jauh, dan bola itu tepat masuk ke dalam ring!


Pandangan Diandra pun tertuju pada Reno, ia melemparkan senyuman manis kepadanya setelah shoot three point nya tepat sasaran.


Semua siswa laki laki memuji Diandra.


"Eh Dian, lo tadi mainnya keren banget!"


"Iya, jadi mvp luh hari ini".


Namun sayangnya, Diandra hanya membalas mereka dengan mengucapkan terima kasih, dan tersenyum.


Sekarang, giliran Zayn yang menghampiri gadis itu.


"Selamat ya. Tadi lo mainnya bagus banget, cetak skor banyak". Puji Zayn dihadapan wajah Diandra.


Raut wajah Diandra tampak sama sekali tidak menghiraukan pujian dari Zayn. Ia mungkin sudah terlanjur kesal dengan Zayn, karena ia tahu, Zayn tidak suka pada Reno.


"Ya ya ya, makasih" jawab Diandra dengan singkat dan ketus, ia pergi dari hadapan Zayn, dan menghampiri Reno, duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Eh lo keringetan banget!" Kata Reno memandang Diandra.


"Hahaha biasa kok. Nanti juga kering". Balas Diandra tertawa. Ia sangat menikmati setiap obrolan, canda tawa dengan Reno. Karena Diandra memperlakukan Reno sangat berbeda dengan siswa lain. Siswa laki laki lain yang melihat kedekatan mereka sangat iri dan menimbulkan pertanyaan. "apakah mereka hanya sekedar sahabat? Atau bahkan lebih dari itu? Atau Diandra benar benar menyukai Reno?".


Pak Herman kembali meniup pluit nya.


"Sekarang giliran basket putra!" Ujarnya.


Semua siswa laki laki berkumpul dilapangan, terkecuali Reno yang masih saja duduk manis, dipinggir lapangan. Kakinya bergemetar ketakutan. Ia ingin bangkit berdiri tapi rasanya lemas. Ingin bermain, tapi Reno sendiri sudah menerka pasti bahwa ketika ia bermain nanti, bola basketnya tidak akan ada yang passing ke dia.


Dengan berat hati, Reno ikut bermain basket. Masih sama, timnya akan dibagi menjadi 2. Reno terpisah dengan Zayn dan kawan kawannya. Sebelum itu, Diandra memberi semangat kepada Reno dari pinggir lapangan.


Tatapan tidak senang, sudah tampak dari regu satu tim Reno. Mereka tidak sudi tentang keberadaan Reno di tim mereka. Tapi apa boleh buat, daripada mereka nanti dihukum dan dimarahi oleh Pak Herman.


Pluit dibunyikan, tanda permainan Bola basket dimulai.


Kali ini, Thomas menggenggam bola itu, lalu di passing kepada Richard.


Richard mendribble bola sambil berlari, ia ingin passing bolanya kepada Zayn, namun Zayn dijaga ketat oleh beberapa pemain regu lawannya.


Zayn melangkah ke samping kiri sedikit, memberi celah bagi Richard, agar Richard bisa memberi bola padanya. Akhirnya Richard mengoper bola dan Zayn segera memasukkan bola ke ring, masuk!


Skor 2-0!


Zayn menaikkan rambutnya, dan mengangkat alisnya, menatap genit kepada Diandra, tetapi wajah Diandra datar. Tidak menanggapi dan tak merespons Zayn.



Permainan berlanjut.


Tetapi tampak, Reno hanya sebagai figuran di lapangan, ia tidak menerima bola, dan hanya mengikuti alur permainan. Seperti tidak ada niat bermain, karena dirinya sendiri tahu, ia akan dikucili.


Melihat itu, wajah Diandra tampak kesal. Pemandangan yang buruk dan permainan yang tidak adil karena tidak ada satu pun yg passing bola kepada Reno. Akhirnya Diandra, memberikan support kepada Albert.


"Ayo Reno! Semangat!" Teriak Diandra kencang dari pinggir lapangan untuk Reno.

__ADS_1


Reno yang mendengar itu hatinya semakin menggebu gebu dan berbunga bunga. Ia akan menunjukkan bahwa ia juga bisa bermain basket, tanpa ada yang memberikan passing bola kepadanya.


__ADS_2