Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Reno di kerjai oleh Zayn dkk


__ADS_3

Malam yang saat itu terasa sangat indah kian berlalu menjadi pagi. Hari berganti.


Tatkala surya mulai menyinari bumi pertanda seluruh insan yang ada di muka bumi segera memulai aktivitas, termasuk Diandra dan Reno yang bersekolah.


"Bu, Reno sama Dian pamit berangkat ke sekolah dulu ya".


Tak lupa Reno memberi salim kepada ibu yang sudah membesarkannya sejauh ini.


"Iya bu, kita pamit dulu ya" sambung Diandra tersenyum kepada Bu Sumi.


Seperti biasa, mereka berangkat bersama ke sekolah. Sesampainya di sekolah, pembelajaran di lakukan seperti biasa. Hanya saja mereka agak kebut materi karena 2 minggu lagi, mereka akan menjalani ujian kenaikan kelas dan akan segera duduk dibangku SMA, siswa-siswi dikelas tampak fokus dengan materi pembelajaran yang dijelaskan guru terkecuali Reno. Reno tampak tidak bisa fokus. Baginya pelajaran terlihat membosankan.


"Dian..." Panggil Reno mencolek pundak Diandra disebelahnya.


Diandra menolehkan kepalanya kesamping "sttt, diem weh, guru lagi jelasin nanti lo kena marah lagi kayak waktu itu".


"Huftt, yasudah deh". Kata Reno menggerutu.


Wajahnya tampak semrawut bagaikan pakaian yang kusut. Pikirannya sama sekali tidak mengarah ke pelajaran tersebut. Ia menopangkan dagunya. Berharap setiap jam demi jam pelajaran segera berlalu agar bisa beristirahat dan pulang.


Bel lonceng menggema dengan keras, pertanda waktu istirahat dan jeda bagi murid murid.


"Dian, gue ke toilet dulu ya. Kebelet hehe".


Izin Reno kepada Diandra.


Diandra hanya menganggukan kepalanya yang berarti iya.



Disinilah ulah Zayn Dan kawanannya beraksi menjahili Reno. Saat Reno hendak memasuki toilet, mereka membasahi Reno dengan menuangkan 1 ember air dari atas kepala.


Saat Reno baru saja selesai buang air kecil, ia hendak keluar. Namun sebelum membuka pintu toilet, ia terkejut. Sekujur tubuhnya tiba tiba saja basah kuyup. Karena ada yang menyiraminya dari atas (Ruang atap wc itu terbuka).


"Woi siapa yang basahin gue? Teriak Reno, tubuhnya mengiggil kedinginan.


Mendengar teriakan Reno didalam toilet. Zayn dan teman temannya menahan tawa mereka. Bagaimanapun juga, mereka tidak boleh mengeluarkan suara dari mulut mereka supaya tidak ketahuan dan tidak terdengar oleh Reno.

__ADS_1


Saat Reno ingin membuka pintu, mereka bertiga dengan secepat kilat kabur dari toilet pria itu.


"Untung ga ketahuan, rasain lo kebasahan! Haha" timpal Zayn tertawa puas.


"Dia emang berhak digituin, nyebelin sih abisnya". Tambah Thomas.


...


"Kurangajar, ini ulah siapa sih. Teganya basahin gue, apa ulah nya si Zayn dkk ya? Ih dasar". Reno tampak kesal dan wajahnya semrawut.


Saat Reno keluar dari toilet, dan berjalan ke area lingkungan sekolah, semua mata murid tertuju padanya, karena tubuh nya basah kuyup, rambutnya basah lepek. Mereka mengira Reno gila, bermain main air di toilet, ada pun murid yang menertawakannya.


Setiba nya dikelas, Diandra terkejut. Perasaannya tadi, saat sahabatnya ke toilet dalam keadaan baik baik saja, kenapa tiba tiba ia balik ke kelas dalam keadaan basah kuyup.


"Lo kenapa? Kok basah semua?" Tanya Diandra, Alisnya terangkat karena heran.


Reno menunduk, tubuhnya menggigil kedinginan.


"Gue juga gak tau, tadi pas gue kencing ada yg sirem gue pake air dari atas makanya basah semua". Kata Reno sambil menaikkan kacamata kotaknya dibawah hidung.


"Hmm yaudah pake ni jaket, lo udah kedinginan daritadi" kata Diandra sambil memberikan jaket bomber hijaunya pada Reno supaya tidak kedinginan.


Diandra mengelus dagunya, ia berpikir sejenak.


"Kayaknya gue tau ini ulah siapa, ayuk ikut gue". Ajak Diandra spontan menarik tangan Reno dengan tidak sengaja dan reflek.


Seketika jantung Reno berdegup kencang. Ia menatap Diandra tepat dihadapannya, sejenak gadis itu memegang tangan Reno yang membuat Reno tampak malu dengan wajahnya agak memerah. Diandra pun terkejut, mengapa ia tiba tiba memegang tangan Reno.


"Eh sorry gue ga maksud gitu, yuk ikut gue aja". Diandra melepas genggaman tangannya dari Reno.


...


Mereka menghampiri Zayn Dan kawan kawan yang sedang asyik memainkan ponsel dan nongkrong duduk di kantin sekolah.


"Eh lo, lo bukan yang ngebasahin Reno pake air?" tanya Diandra secara tegas dihadapan Zayn.


Zayn dengan mimik wajahnya berlagak pura pura tidak tahu.

__ADS_1


"nggak kok, lagian kok lo bisa basah kuyup gitu Ren? Kaget loh gue" jawab Zayn.


Reno hanya menunduk, ia tidak melontarkan satu katapun, Karena Reno adalah seseorang yang tidak berani dan takut untuk membela dirinya. Apalagi Zayn dkk, yang paling ia takuti. Beruntung, ada Diandra, sahabat yang selalu membelanya.


Diandra melirik Zayn dengan tatapan sinis, tampak dari lirikannya itu, ia tidak menghiraukan dan percaya dengan jawaban Zayn.


"Gausah pura pura ga tau, gue udah tau, lo ga seneng kan kalau Reno deket sama gue".


"Sumpah demi apapun, gue ga lakuin itu. Lagipula jangan nuduh gue dong kalau ga ada bukti". Timpal Zayn dengan emosi.


"Iya bener tuh, jangan salahin temen gue seenaknya" sahut Richard, ikut membela Zayn.


Kali ini, Diandra memang tidak punya bukti yang kuat, begitupun Reno. Meskipun begitu, Diandra sangat yakin pelakunya yg menyiram Reno adalah Zayn dkk. Mau tidak mau, ia berhenti melayangkan tuduhan pada Zayn dan kawan kawan.


"Kali ini lo boleh bebas. Tapi awas aja, kalau ketauan lo yg lakuin.


"Ren, yuk pergi dari sini, muak gue liat muka 3 orang ini". Tanpa berkata kata, Diandra pergi meninggalkan kantin, diikuti Reno.


"Sial.. lagi lagi dibelain Sama Diandra. Menyebalkan." Ucap kata hati Zayn.


Kring..


bel lonceng berbunyi. Tanda jam pelajaran kembali dimulai, namun tetap rambut dan tubuh Reno belum mengering. Bu Melly yang hendak masuk ke kelas, dan memulai pelajaran, menatap Reno dengan terheran heran.


"Lho Reno, kok kamu basah kuyup? Habis main air kamu?" Tanya bu Melly melihat ke arah Reno dengan penasaran.


(Semua murid dikelas tertawa).


"ngga bu, tadi ada yg nyiram saya dari atas, pas saya lagi mau buang air kecil. " Pernyataan Reno pada Bu Melly.


"Beneran kamu? Kok bisa sih? Kan kamu selalu bareng Diandra. memang kamu gak lihat Dian?" Tanya bu Melly.


"Saya waktu itu ga temenin Reno. Emang saya selalu sama Reno kok. Tapi masa iya bu, Reno ke wc saya juga ikut, kan ga lucu bu". Jawab Diandra kepada bu Melly.


Sekali lagi, seluruh murid tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Diandra.


"Nanti Reno lompat dari jurang, Diandra juga lompat, kocak haha".

__ADS_1


"Namanya juga sehidup semati haha".


(Bisik bisik seluruh murid dikelas).


__ADS_2