Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
It's all about Fashion & Makeup


__ADS_3

Bu Laura melanjutkan pembicaraan kepada anak gadisnya.


"Pantes ya.. kamu mau melanjutkan kuliah di Jakarta, gak taunya kamu mau ngambil sastra Indonesia toh, haha. Yasudah tidak apa-apa, mama setuju kok".


Katanya sambil mendekati putrinya.


Pak Wandy juga mendekat ke arah Diandra.


"Papa juga setuju. Apa yang kamu mau akan kita kabulkan, apa sih yang nggak buat kamu nak. Haha." jawabnya seraya mengelus kepala Diandra.


Diandra sangat tersentuh dengan kedua orangtuanya itu. Apa yang ia mau, selalu dikehendaki, tak pernah di bantah. Karena Diandra adalah anak tunggal, maka tak salah, kedua orang tuanya sangat menyayanginya dan mengabulkan semua cita-cita Diandra.


Ia pun memeluk kedua orang tuanya dengan erat dan penuh haru.


Waktu sudah berdetak menunjukkan pukul setengah 4 sore. Sontak, ia terkejut. Ia sudah berjanji akan bertemu dengan Rio, penganggum rahasia dibalik cerita karangannya.


"Oh iya mah pah, Dian hari ini ada janji sama Rio, jam setengah 6 hehe".


"Bagus dong, jalan-jalan sana. Sudah lama kan kamu gak ke mall yang ada di Jakarta, refreshing sebelum kamu masuk kuliah". Timpal Bu Laura.


Diandra menggaruk kepalanya, dan mulai tersenyum malu, mengajukan suatu hal.


"Mah, hehehe". Kata Diandra dengan wajah memelas dan memeluk ibunya.


"Kenapa nak?"


"Mama bisa bantuin Dian pilih baju gak? Hehe malu nih soalnya". Wajahnya tampak memerah untuk mengakui itu kepada mamanya. Ia harus tampil cantik, didepan Rio, agar tidak grogi nantinya.


Bu Laura tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"Yaampun dasar anak muda! Oke lah kamu mandi dulu, nanti kita pilih baju sama-sama".


"Yey sayang mama!"


Ujar Diandra sangat bersemangat. Ia pun segera menuju ke kamar mandi, semoga ia sempat untuk berdandan yang cantik. Imbuhnya.


Selepas membersihkan diri, Diandra terlihat buru buru mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Dan mulai mengacak-ngacak lemarinya, penuh dengan baju yang kekinian.


"Yang ini bagus gak mah?". Tanya nya, menunjukkan sebuah baju model shoulder off top berwarna merah marun, dan celana hitam.



"Hmmmm, coba yang lain!" Perintah Bu Laura kurang yakin dengan pilihan Diandra.

__ADS_1


Diandra pun memilih baju lain dengan sweater pink + overall denim atau kalau di Indonesia disebut (baju kodok).



"Kalau yang ini bagaimana mah? Cocok?". Tanya Diandra dengan polosnya.


Namun bu Laura menggeleng.


"Baju overall cocok buat yang berbadan tinggi, sementara tipe badan kamu kan mungil, jadi kurang cocok". Jawab Bu Laura, yang benar-benar sangat mengerti tentang cara fashion yang benar. Wajar saja, ia dulu adalah seorang primadona yang cantik, dan terkenal pintar memadupadankan baju.


Diandra tampak lelah dan bertanya kepada ibunya.


"Terus yang cocok apa dong mah? Sarannya?" Tanya nya sambil melihat jam dinding di tembok kamarnya.


"Lebih baik kamu pakai ini". Imbuh Bu Laura, ia mengambilkan sebuah tank top hitam yang berlengan buntung.


Diandra sangat terkejut dan tertawa.


"Yaampun mah, ini seksi banget. Serius pakai ini?".


Bu Laura belum selesai melanjutkan pembicaraan nya.


"Maksud mama, kamu pakai tank top ini sama cardigan". Tampak sebuah cardigan putih.


"Terus bawahan nya pake apa mah?" Lanjut Diandra.


"Pakai rok jeans pendek ini, karena kamu akan kelihatan lebih tinggi kalau pake rok. Dan cowok kan suka yang feminim, pasti dia suka cewek yang pakai rok. Ini kalau dipake semua sangat bagus. Tapi kalau kamu gak mau pake cardigan nya gapapa, pake tank top aja biar seksi! Hahaha".


Kata Bu Laura tampak menggoda putrinya itu.


Diandra segera mengganti ootd seperti yang dikatakan ibunya. Mula mula ia mengenakan tank top hitam yang ketat. Dan dimasukkan kedalam rok jeans pendek. Ia belum memakai cardigan. Diandra menatap dirinya di cermin.


Terlihat lekukan tubuhnya yang indah dan langsing.


"Kalau kayak gini... Aduh jangan deh, pasti bakal di liatin banget nanti hadeh". Pikir Diandra sudah aneh-aneh, padahal belum juga bertemu dengan Rio.


Lalu, Diandra memakai cardigan nya, sebagai pelengkap, supaya lengan dan lekukan tubuhnya tertutup.


"Nah, anak mama cantik banget nih yang mau kencan sama si ehem ehemmm, hahaha". Tambah Bu Laura melihat Laura yang sudah selesai memakai fashion yang dianjurkannya itu.


Diandra tampak tersenyum malu.


"Mama cuman bohong kok, yang tadi. Kamu selalu cantik memakai apapun." Jawab Bu Laura.

__ADS_1


"Eh ya, fashion udah, sekarang tinggal catok rambut sama makeup, Ayuk!".


Bu Laura tampak membantu Diandra mencatok rambutnya yang lurus dan panjang, menjadi keriting.


Sementara itu, Diandra tampak mengambil peralatan make up-nya. Ia benar-benar dikejar oleh sang waktu. Dengan sigap, ia mengambil moisturaizer, foundation, dan concealer untuk menutupi lingkaran hitam pada bawah matanya.



Lalu ia mengambil bedak tabur, dan diaplikasikan pada wajahnya.


Wajah telah selesai, kini giliran alisnya. Ia mengambil pensil alis dan menggambar, merapikan cukup sedikit alis nya. Karena alisnya sudah lumayan tebal.


Berikutnya giliran matanya. Ia mengambil eyeshadow, berwarna coklat muda dan dipulaskan ke kelopak matanya. Tak lupa, ia menambahkan eyeliner untuk mempertegas garis matanya dan menggunakan mascara serta penjepit bulu mata, agar bulu matanya lentik.


Wajahnya kurang merah merona, ia mengambil brush dan memoleskan sedikit blush on pink muda di pipinya.


Tak lupa, Diandra menambahkan liptint di bibir mungilnya.


Selesai! Diandra tampak cantik dengan make up naturalnya dan juga rambut panjangnya terurai bergelombang.



"Eh ada lagi yang kurang! Kamu pakai tas ini". Ujar Bu Laura mengambilkan tas selempang rantai miliknya.


Diandra mengambil tas itu dan terkejut.


"Lho, tapi ini kan tas punya mama?" Tanya gadis itu.


"Mama sudah lihat tas-tasmu, semuanya terlalu simple. Nanti lain kali, kalau kita ke mall bareng, kita beli tas baru yang keren ya! Sekarang pakai ini dulu, jangan lupa pakai heels warna coklat muda ini". Kata nya mengambilkan kembali heels 7cm berwarna coklat dari kotak.


"Oh iya, Dian hampir lupa, jam tangan! Biar inget waktu!"


Ucap nya seraya mengambil jam tangan kecil berwarna pink muda di meja tata rias, dan memakainya.


...


"Mah, makasih banyak lho udah bantuin ootd Dian hari ini haha. Udah rapi dan cantik belum?" Tanya Diandra sekali sambil merapikan rambutnya.


"Udah kok, udah cantik. Yang lancar ya kencannya! Kasih tau mama. Dan jangan malem-malem pulangnya, ok!" Kata Bu Laura memperingatkan anaknya.


Diandra pun menganggukan kepala dan memeluk Bu Laura.


"Yuk, papa jemput kamu naik mobil soalnya ada janji juga sama temen papa, jadi sekalian". Ajak pak Wandy.

__ADS_1


Mereka pun pergi ke garasi dan masuk ke dalam mobil Pajero hitam itu.



__ADS_2