
Reno dan Diandra sudah sampai dirumahnya masing masing.
"Baru pulang nak?"
"Mau makan dulu tak? Ada sup macaroni kesukaan kamu tuh didapur". Tanya Bu Laura pada anak gadisnya itu.
Diandra tampak kelelahan. Ia segera duduk di kursi dapur.
"Enggak dulu ma, Dian capek banget soalnya".
"Lho kok tumben sih Dian bisa capek, biasanya semangat". Lanjut kali ini Pak Wandy angkat bicara, menaikkan alisnya terheran putrinya bisa juga lelah karena biasanya, Diandra selalu semangat baik sekolah maupun pulang sekolah.
"Iya Dian juga gak tau, sudah ya mah, pah. Dian keatas dulu, mau istirahat". Kata Diandra
Tanpa menunggu jawaban dari kedua orang tuanya, Diandra langsung pergi melesat ke kamarnya. Kamar yang bernuansa pink penuh dengan buku, gantungan, dan barang barang unik seperti dream catcher, serta meja belajarnya tersusun rapi, tak lupa ada buku harian diatas itu.
Diandra segera mengemas diri, dan duduk. Menulis cerita pada hari ini. Buku harian itu penuh dengan kisah perjalanan hidup Diandra dari kecil, serta ada juga Reno yang tercantum dibuku itu.
Setelah menulis buku harian, Diandra membuka buku yang ia pinjam tadi di perpustakaan. Dibaca dengan seksama dan hayati olehnya, bahkan asyik sekali sampai ia bosan dan matanya kantuk, gadis itu pun terlelap dalam tidur.
Tringgg.... Tring...
__ADS_1
*Maaf nomor Yang anda hubungi sedang tidak aktif*.
"Lho kok dia gak angkat ya." Ucap Reno seraya memegang ponselnya, rupanya ia mencoba untuk menelfon Diandra tapi tidak diangkat Karena Diandra terlelap tidur.
Reno menghembuskan nafasnya sejenak "Coba sekali lagi deh," imbuh Reno.
Tringg tringgg~~~
Dengan kedua mata yang berwarna merah, Diandra terbangun karena mendengar getaran dari ponselnya. Ia meraih ponsel miliknya yang tergeletak tepat di sebelah bantal.
Ekspresi terkejut tampak dari wajah Diandra saat melihat layar panggilan tak terjawab dari Reno. Yang sedari tadi wajahnya tampak kusut saat bangun tidur seketika berubah. Dan kedua matanya melotot memandangi missed call dari Reno. Diandra pun mencoba menelfon Reno kembali.
...
"Eh akhirnya di telfon balik". Ujar Reno tampak senang sambil menggenggam ponselnya.
...
"Eh ya maaf lho, jadi tadi gue baca buku terus sambil sanderan dikasur, dan ketiduran. Ini kalo lo ga telpon aja gue ga bangun". (Diandra) ~ pk.19.07
"gue minta maaf ya, gw gak maksud ganggu tidur lo, ah lagian kebo sih lo haha". (Reno) ~pk. 19.08
"ih kebo apanya sih, namanya ketiduran". (Diandra) ~pk 19.08
"Canda gue elah, gue mau bahas buku ini yg gue baca, bagus lho bukunya cuman gue belum selesai baca". (Reno) ~pk 19.08
__ADS_1
"oh ya? Nanti gue pinjem ya, Kalo lo udah selesai baca, Kita tukeran. Hmm udah dulu ya, gue mau mandi dulu, baru bangun". (Diandra) ~pk 19.08
"Oke, bye" (Reno) ~pk 19.09
.....
Tanpa membalas perkataan Reno ditelefon, Diandra segera menutup ponselnya dan bergegas mandi. Reno masih saja menatap layar ponselnya. Tepatnya, dia menatap foto Diandra. Ya, Reno menyimpan foto gadis itu diam diam.
"kamu cantik, andaikan menjadi milikku"... Reno tampak tersenyum saat melihat foto seorang gadis yang tak lain merupakan sahabatnya sendiri. Difoto itu ada Diandra yang tersenyum dengan ciri khas gigi kelincinya.
Reno melanjutkan untuk kembali membaca buku itu sampai larut malam.
Dan dibuku itu, ada adegan dimana si laki laki mengungkapkan perasaan kepada sahabat perempuannya, dan ternyata mereka saling menaruh perasaan.
"Kalau dipikir pikir... Sampai kapan juga ya gue mendem perasaan kayak gini. Apa gue ungkapin aja? Siapa tau, Dian juga suka sama gue kayak di cerita ini." ujar Reno mulai berkhayal dalam pikirnya.
"Tapi, ah ga mungkin deh, gue culun gini. Apa yg bisa disukai." lanjut batin Reno. Ia mulai menerka-nerka dan menatap dirinya di cermin bulat yang terpampang di kamarnya.
Cast Bu Laura (ibu Diandra)
Cast Pak Wandy (ayah Diandra)
__ADS_1