
Selang beberapa detik, Diandra dan Rio saling bertatapan dan mencuri pandang. Mereka sama-sama dibuat malu dan salah tingkah, hingga akhirnya, Rio tertawa dengan wajah memerah.
"Kenapa kak? Kok tertawa?". Jawab Diandra tersenyum. Jantung rasanya seperti berhenti berdetak saking gugupnya ia didepan Rio.
Rio menggelengkan kepalanya.
"Gapapa, yuk masuk ke dalem. Nggak enak disini, berdiri di lihatin". Ucap Rio mempersilahkan Diandra berjalan terlebih dahulu.
"Ladies first". Kata pria itu sambil membuka jalan agar Diandra lewat disebelahnya.
Sebelum memasuki mall, Diandra menyerahkan tasnya, mesin untuk melacak apakah pengunjung ada yang membawa bom/narkoba. Diandra menaruh tasnya, begitupun Rio dibelakangnya, menyerahkan backpacknya. Setelah diperiksa aman. Mereka berjalan berdampingan didalam mall.
Sepanjang mereka berjalan, tidak ada percakapan terjadi. Rio masih tampak memikirkan topik apa yang harus diperbincangkan. Bertemu langsung dengan di dunia nyata memang berbeda rasanya.
"Jadi kamu pengen jalan kemana? Disini luas loh mall nya hehe". Jawab Rio, setelah akhirnya separuh perjalanan mereka ke dalam mall, ada percakapan yang terjadi.
"Terserah, kakak aja". Jawab Diandra menggigit bibirnya. Ia berusaha agar tidak kaku dan canggung didepan Rio.
"Kamu canggung ya?" Tanya Rio mendekat ke arahnya. Ia bisa membaca setiap gerak gerik orang yang salah tingkah, kecewa, marah, dan banyak lagi.
Diandra tidak mengeluarkan sepatah kata pun, ia hanya tersenyum malu-malu.
"Santuy aja (bahasa gaul dari santai). Lemesin, jangan kaku haha." Jawab Rio.
Gadis itu hanya mengikuti langkah jejak dari Rio yang ingin turun menaiki eskalator. Niatnya, ia ingin mengajak Diandra makan malam di lantai LG. Karena di lantai ini, sederet toko menyediakan banyak sekali kedai resto makanan.
Rio mengelus dagunya, melangkahkan kaki kanannya ke eskalator dan membalikkan badannya ke arah Diandra.
"Kamu lapar?" Tanya Rio perlahan.
Diandra menginjakkan kaki kanannya ke eskalator, perutnya terdengar keroncongan dan Diandra pun sangat malu.
"Hehe tau aja kakak satu ini". Jawabnya tersenyum manis. Ia malu karena suara perut keroncongannya terdengar oleh Rio.
Pria itu pun tertawa dengan tingkah lucu Diandra.
"Haha kamu lucu. Tau dong, soalnya kakak juga laper, tadi di kantor belum makan hehe".
Setelah mereka tiba di lantai LG, berbagai macam kedai restoran terjejer rapi di mall itu. Banyak pengunjung berbondong-bondong dan mengantri untuk makan malam.
Rio dan Diandra berkeliling untuk mencari kedai restoran yang akan mereka santap bersama.
"Kamu lagi ada kepengen makan sesuatu? " Tanya Rio menatap gadis mungil itu yang berjalan disebelahnya.
Diandra menatap kedai yang sedikit saja baru dilewatinya bersama Rio.
__ADS_1
"Makan ini aja kak, muter-muter lagi capek. Toh udah lama gak makan udon, enak juga". Jawab Diandra sambil menunjuk restoran ******** **** itu.
....
"Berapa orang mas?" Tanya salah satu pelayanan restoran di sana kepada Rio.
"Dua orang". Jawabnya.
"Mau pesan yang mana mas?". Tanya pelayan resto menatap Rio sambil menyediakan dua buah mangkok besar, yang sudah berisi mi udon. Tinggal menaruh topping-nya sesuai pesanan.
"Hmm udon teriyaki 1". jawab Rio sambil menatap menu pesanan yang tertera diatas.
"kamu yang mana?" Tanya nya mendekat kepada Diandra.
"Yang ini deh". Kata Diandra menunjuk gambar udon curry.
"Oke mas. Jadi tadi 1 udon teriyaki, 1 nya lagi udon curry".
Pelayan itu menghitung pesanan.
"Baik, totalnya semua jadi Rp. 124.000,00".
Rio kemudian mengeluarkan kartu kredit nya. Sementara Diandra mengeluarkan selembar uang Rp. 100.000,00 dan menyerahkan kepada Rio.
"Ih gapapa kak, aku nggak enak. Nggak usah bayar punyaku". Sambung Diandra menyodorkan kembali uang Rp. 100.000,00.
Rio tampak melambaikan tangannya dan berkata.
"Cincai lah, gapapa. Udah ini kamu simpan uangnya buat ditabung".
*(Cincai : deal, cocok, sepakat).
Melihat ke arah dua sejoli itu, pelayan kasir tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kalian ini lucu banget. Baru pertama kali ngedate ya?" Tanya pelayan itu.
"Tau saja nih mas nya haha." Jawab Rio sambil memberikan kartu kredit nya. Sementara wajah Diandra tampak memerah dan membiarkan ulah Rio untuk memaksa membayar.
Setelah membayar, pelayan itu menyuruh Rio untuk menekan pin nomor kartu kreditnya. Selesai menekan, ia kembali menyerahkan alat penggesek kartu atm.
"Tempat duduk kalian dimeja nomor 26 sebelah kanan pojok. Oh ya, kalian cucok! semoga kalian langgeng! Haha". Ucap pelayan udon.
Rio segera mengambil tempat duduk nomor 26 itu, Diandra mengikut dibelakangnya. Sambil memberikan tatapan sinis kepada pelayan itu.
__ADS_1
"Dasar, kepo banget ini orang sampe ngomong gitu segala." Imbuhnya dalam hati".
....
"Kak, mau ambil minumnya juga?". Ucap Diandra. Sebelum pesanan mi udon nya sampai, pelanggan di sana memang mengambil minum terlebih dahulu. Minum di sana bisa di Refill.
*(Refill : bisa di isi ulang).
"kamu aja yang ambil". Jawab Rio. Ia sengaja menyuruh gadis itu yang berdiri mengambil minum. Supaya bisa memandangi badan Diandra dari jauh. Memang sudah menjadi dasarnya para lelaki mempunyai hawa nafsu tinggi. Dan Diandra pun juga tidak curiga, karena pikirannya masih polos seperti anak sekolah.
"Kak, mau ocha/lemon tea?". Tanya Diandra berdiri memegang kedua gelas.
"Lemon tea aja".
Diandra segera pergi ke tempat pengisian minum yang saat itu ada pilihan ocha/lemon tea. Ia mendekatkan gelasnya itu ke pilihan lemon tea. Dan merasa, bahwa ia dipandangi oleh Rio dari jauh, lewat pantulan kaca, dekat minuman. Karna ia bisa melihat lirikan mata pria itu.
Setelah kedua gelas itu penuh dengan minuman, Diandra membalikan badannya menuju tempat duduknya bersama Rio. Rio menatap Diandra dari ujung kepala hingga ujung kaki dan tersenyum nakal.
"Ah nggak seru, kenapa dia pake cardigan. Kalau dilepas kan pasti sexy".
Pikirnya dalam hati.
Memang, Rio adalah pria yang sudah dewasa, sehingga wajar saja, jika mempunyai nafsu yang tinggi dan senang melirik perempuan sexy.
Namun saat Diandra menyadari. Rio tampak malu, mengalihkan pandangannya dan menunduk. Ia takut gadis itu akan ilfeel.
*(ilfeel : hilangnya rasa yang dimiliki seseorang akibat perilaku).
****Kenapa sih.. dia ngeliatin gue gitu banget. Lihat badan lagi. Untung gue pake* cardigan**.* batin Diandra dalam hati.
Lalu Diandra menaruh kedua gelas dimeja makan dan duduk. Disini, Rio mulai bertanya- tanya kepada gadis itu sembari menunggu pesanan.
"Kamu umur berapa ya?" Tanya Rio memandangi Diandra sambil menopangkan dagunya.
"Aku? Baru 18. Mau masuk kuliah hehe". Jawabnya.
...
(Rio POV)
*Owh, berarti dia sama kayak Reno, dan lebih muda setahun dari adek gue*.
....
"Kalau kakak sendiri umur berapa?" Tanya Diandra kembali pada Rio.
__ADS_1