Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Rio dan Diandra (?)


__ADS_3

"Ah, coba gue chat deh pengarangnya". Umpat Rio dalam hatinya. Ia memberi pesan kepada pemilik akun @xxxxxxxx tersebut yang tak lain adalah Diandra.


....


Rio : "Hai!"


Ia mengetik sambil bekerja dikantornya.


.....


Sementara itu, muncul sebuah notifikasi dari handphone milik Diandra. Ia mencoba buka dan ia melihat.


"@rionaldotanjaya now is your friend!"


"Siapa nih?" Lirih Diandra dalam hatinya. Ia menekan foto profil Rio yang dipasang. Terpampang fotonya, yang tertawa manis saat dimobil.



"Lumayan juga haha". Batin Diandra berkata.


Melihat notifikasi chat dari Rio, Diandra membalas sambil tersenyum. Senyuman mulai merekah di wajahnya saat diberi pesan oleh seorang pria yang ia tidak tahu siapa, namun rupanya tampan.


.....


Diandra : Hai juga!


...


Rio yang sambil bekerja memandangi monitor komputernya, Mendengar notifikasi. Ia melihat sekilas ke layar handphone-nya yang memiliki latar background mobil tersebut.


Tak salah lihat lagi, itu adalah notifikasi dari Diandra. Dengan sigap dan semangat, Rio kembali membuka handphone nya dan membalas.


...


Rio : "Aku suka ceritamu. Sangat menarik. Membuat aku terkesan hehe ^_^"


....


Gadis tersebut yang melihat balasan dari Rio terlihat senang dan tersenyum kembali.


...


Diandra : "Makasih hehe"


...


Pria itu kembali melanjutkan percakapannya dengan Diandra, ia mulai bertanya tanya.


....


Rio : "Kamu.. Orang Jakarta?"


...


Diandra : "Iya kak, aku orang Jakarta hehe"


Rio : "Oalah, sama aku juga orang Jakarta. salam kenal ya, boleh kenalan kan?"

__ADS_1


Diandra :"Boleh kok"


.....


Pria itu tidak membalas pesan dari Diandra lagi, karena ia sedang sibuk bekerja. Daripada, nanti ada pekerja lain sedang memergoki nya berbalas pesan dan memainkan handphone, lalu mengadu pada bos. Bisa-bisa, ia dimarahi dan dipotong gaji .


Diandra tampak menunggu balasan pesan dari Rio, namun ternyata sangat lama. Akhirnya ia membiarkan dan menaruh handphone nya tergeletak di kasur.


...


"Jadi ini pak fotocopy lengkap CV saya, data diri saya, riwayat hidup saya, ini KTP saya". Kata Reno menyerahkan CV nya karena ingin melamar pekerjaan di kantor yang baru.


(Buat yang nggak tau, jadi CV \= surat lamaran kerja, biasanya terdiri dari daftar riwayat hidup).


Pak Ronald, yang merupakan bos PT xxxx xxxxx tampak mengusap usap dagu, dan mengeritkan dahinya. Sorot mata itu menatap penampilan Reno dari atas sampai bawah.


Reno hanya menundukkan kepalanya, wajah pak Ronald memang galak dengan kumis tebalnya itu. Ia takut lamaran pekerjaannya akan ditolak. Ditambah, Reno belum berkuliah dan belum bergelar S1.


"Jadi kamu mau ngelamar pekerjaan disini? Begitu?" Tanya pak Ronald dengan nada tinggi.


"I... I.. iya pak hehe". Jawab Reno terbata-bata dengan kepala menunduk.


Pak Ronald mengangguk nganggukkan kepalanya.


"Tapi, kamu belum berkuliah ya?"


"Iya pak, rencananya saya mau magang sekalian buat membayar kuliah saya". Jawab Reno dengan sopan.


"Baik, jadi karena kamu belum ada gelar S1. Saya test terlebih dahulu pengetahuanmu sejauh mana. Ini ada kertas, dengan beberapa pertanyaan, silahkan kamu isi". Jawab pak Ronald menyerahkan kertas kepada Reno.


.....


1 jam, selesai dijawab. Reno menyerahkan selembar kertas itu kepada pak Ronald. Pak Ronald melihat semua jawaban Reno dan menganggukkan lagi kepalanya.


"Baik, sangat baik. Kamu cukup pintar di bidang ini. Untuk itu, saya menerima lamaran pekerjaan kamu. Jadi kapan kamu mau mulai kerja?" Tanya pak Ronald kepada Reno.


Reno sangat bersyukur dan tersenyum terharu.


"Wah makasih banyak pak, saya keterima disini. Mulai besok bisa kok, pak".


"Baik kalau begitu saya tunggu kamu besok jam 8 pagi. Semangat ya". Pak Ronald memberi motivasi kepada Reno.


Reno tidak menyangka, awal tampang pak Ronald memang terlihat galak dengan jenggot dan kumis yang tebal. Tapi siapa sangka, dibalik itu semua pak Ronald adalah pribadi yang baik, tegas kalau sudah dikenal.


"Terima kasih banyak pak. Makasih". Jawab Reno seraya memberikan salam kepada bos itu.


Pak Ronald tertawa melihat Reno


"Haha sudah berapa kali kamu mengatakan terima kasih nak. Iya sama-sama. Sudah sepantasnya kamu menerima pekerjaan ini, saya melihat jawaban test mu, kamu sangat pintar, anak muda. Saya doakan kamu sukses ya."


Ujarnya seraya menepuk pundak Reno.


Pria itu terharu dan menitikkan sedikit air mata, saking terharunya.


"Makasih pak, saya pamit pulang dulu ya". Pamit Reno.


.....

__ADS_1


Diandra tampak mengemasi barang-barang nya, jelang keberangkatan nya ke Jakarta. Ia tak sabar untuk segera bertemu dengan Reno di sana. Pergi ke taman yang mereka janjikan itu. Ia sudah membayangkan wajah Reno seperti apa, apakah ada perubahan atau tidak. Bagaimana dia sekarang, gadis itu sangat penasaran.


"Gimana ya, Reno yang sekarang. Semoga nanti di Jakarta ketemu deh". Ucap Diandra, tengah memasukkan barang barangnya ke koper.


Handphone nya berdering, dan benar saja, itu adalah notifikasi dari Rio.


...


Rio : "Eh maaf ya, aku baru balas sekarang tadi lagi sibuk bekerja, yuk kita kenalan. Aku Rio, namamu siapa?"


...


Diandra : "Namaku Diandra hehe"


Rio tersenyum sambil membalas pesan.


Rio : "Oh hai Diandra. Hehe. Salam kenal. Kamu suka menulis ya?"


Diandra :"Iya aku suka menulis semenjak aku masih kecil hehe"


Rio : "Kakak suka membaca cerita-ceritamu. Buat lagi dong yang banyak haha.


Diandra :" Ah, ko bisa aja deh ahhaha".


.....


Semenjak hari itu, Diandra dan Rio saling berkirim pesan hingga hari-hari selanjutnya. Bahkan bukan mengirim pesan lagi melainkan mereka saling bercengkrama melalui telepon. Mereka senang berbagi cerita dan pengalaman. Diandra juga bercerita ke Rio tentang pengalamannya di Sydney. Tampaknya gadis itu mulai terpikat dengan pesan-pesan manis dan perhatian dari Rio. Bahkan, bukan hanya pesan yang manis. Namun jika dilihat dari foto, Rio adalah sosok pria yang tampan. Sesuai kriteria pria idaman Diandra.


Begitupun Rio, ia tampak kesepian hingga ia menemukan Diandra. Sosok gadis yang berhasil membuat ia terpana dan terperangkap dalam cerita.


Kali ini, mereka saling menegur sapa lewat telepon.


..


"Hai Dian."


Ucap Rio seraya mengesap secangkir kopi hitam hangat, dikontrakannya.


"Hai kak Rio, hehe".


Jawab Diandra sambil memegang handphone nya.


"Suara kamu lembut, lucu haha".


Kata Rio. Suara Diandra memanglah terdengar sangat cempreng jika di telepon.


"Haha suara kakak juga tau, ngga ada bedanya, cempreng ih".


"Memang cempreng, penyanyi soalnya hahaha".


..


Diandra hanya tertawa kecil. Selama ia mengirim pesan, dan menelfon Rio. Ia merasakan kenyamanan diluar teman. Mungkinkah Diandra sudah menemukan sosok pria yg berhasil membuatnya jatuh hati?


"Dari cerita-ceritamu sebelumnya, kamu lagi di Australia ya?"


Tanya Rio penuh penasaran.

__ADS_1


"Iya kak hehe."


Gumam Diandra, gemah gemulai dan pelan.


__ADS_2