Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Perseteruan di kelas


__ADS_3

Bu Melly memukul meja guru dengan perlahan.


"Sudah sudah, harap tenang semuanya. Jadi fear aja. Ngaku, disini siapa yang nekad basahin Reno pas lagi di wc? Kalau iya, tolong ngaku dan berdiri".


Tidak ada satupun murid yang mau mengakui dan berdiri, termasuk Zayn dan kawanannya, mereka sedari tadi, saling melirik mata, Karena panik. Tapi mereka sadar mereka tidak boleh panik supaya tidak ketahuan.


"****** gue, mudah mudahan ga ketahuan deh". Batin Zayn berkata.


Karena tak ada satu pun yang berani angkat bicara. Diandra segera bangkit berdiri dari kursinya dan mengucap sepatah dua patah kata.


"Bu saya boleh kasih pendapat gak?"


"Boleh, silahkan nak." Jawab bu melly mengizinkan Diandra untuk berbicara.


Diandra mengelus dagunya.


"Jadi ya bu saya pikir pikir hmm... Pelaku nya itu ada dikelas ini deh, saya pikir yang ngelakuin itu.... Zayn dan teman temannya bu!". Kata Diandra, ia berbicara menghadap ke arah tempat duduk Zayn dan kawan kawannya yang duduk di sebelah.


"Ok Dian, kenapa kamu bisa menuduh Zayn dan kawan kawan?" tanya Bu Melly.


Diandra mengangguk dan seolah membenarkan dugaannya. Semua siswa dikelas menyaksikan perdebatan itu. Jam pelajaran pun tertunda sejenak, gara gara masalah tentang siapa yang menyiram Reno di toilet.


"Karena saya tau, yang paling tidak suka dengan Reno disini adalah Zayn dan teman temannya bu". Jawab Diandra.


Bu Melly menjawab


"Tapi kamu tidak mempunyai bukti yg konkrit buat nuduh Zayn dan teman temannya. Kalau berdasarkan tuduhan dengan alasan seperti itu, ibu kurang percaya. Karena kalau ibu lihat disini, yang tidak suka dengan Reno bukan cuma Zayn dan teman temannya doang, disini Banyak yg tidak suka sama Reno. Kenapa sih kalian?".


Diandra mengelak dan tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Ia sangat percaya bahwa yang melakukan penyiraman terhadap Reno adalah Zayn dan kawanannya.


"Yah tapi kan bu, Yang paling ga suka sama Reno itu Zayn. Nah pasti udah ketahuan pelakunya dia. Saya percaya 100% bu".

__ADS_1


"Zayn, lo yg nyiram si cupu itu ya?"


"Weh, lo tadi sirem dia di toilet?"


"Emang bener ya?"


(Seketika semua murid dikelas itu melirik Zayn dan bertanya, apakah dia yang menyiram Reno sewaktu di toilet).


Ya maklum saja, disekolah SMP Harapan Bangsa saat itu belum memasang cctv sehingga setiap ada orang yang melakukan tindak tanduk kejahatan, hanya bisa saling tuduh menuduh.


"Harap tenang semuanya, oke"


Kata bu Melly tegas.


"Jadi Zayn, Richard dan Thomas. Apa kalian Yang melakukan penyiraman terhadap Reno pas istirahat tadi? Jawab jujur! Kalian ini udah banyak lho buat onar."


Kali ini bu melly benar terlihat tegas dan galak.


"Enggak bu". Jawab Zayn dengan lugas. Ia berhasil menunjukkan wajah yg sama sekali tidak panik dan pandai menipu.


"Iya bu, bukan Kami pelaku nya". Tambah Thomas Dan Richard.


Bu melly Sama sekali tidak curiga dengan mereka bertiga Karena Zayn menjawab dengan lantang. Ia berhasil mengontrol wajahnya dengan baik.


"Baik semua nya. Saling tuduh menuduh ini tidak ada gunanya juga. Kita tidak akan tahu siapa pelakunya tanpa bukti yang jelas. Tapi ibu rasa memang benar, 1 kelas ini kelihatannya pada tidak suka dengan Reno, ibu mungkin tidak tau kenapa, tapi ibu Minta, kalian disini semua harus Minta maaf sama Reno. Karena kalian semua bersalah". Ujar Bu Melly.


Bu Melly memanglah sosok guru yang tegas dan Adil Dalam menentukan keputusan. Ia tidak sembarangan bertindak dan berbicara. Terlihat dari sini, sisi kebijaksanaan dan kelembutan dari bu Melly.


"Baik, Reno silahkan kamu maju kedepan kelas". Panggil bu melly menunjuk ke arah Reno.


Sontak saja, lelaki yang di benci satu kelas itu terkejut. Ada apa dengan dirinya sehingga ia dipanggil maju ke depan kelas. Apakah Yang akan dilakukan bu Melly kepadanya? Dengan sangat ketakutan dan gemetar, Reno bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya secara perlahan. Kepalanya menunduk. Ia sudah pasrah, pikirnya bu Melly akan memarahinya lagi dan lagi untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Bu Melly menatap Reno dengan sangat terheran. Betapa polosnya remaja itu. Padahal tidak bersalah, kenapa harus takut untuk maju?


"Sudah tidak usah takut. Kamu ga di apa apain kok. Ibu cuma mau minta, kalian semua 1 kelas maju ke depan, buat salaman dan minta maaf Sama Reno kecuali Diandra." Ujar bu melly.


Bu Melly bermaksud agar angkatan mereka bisa damai , dan.tidak saling bully membully sebelum mereka menjalani ujian dan memasuki jenjang SMA. Lagipun, mereka sudah dewasa. Tinggal menghitung Hari, ke Bulan mereka sudah duduk dibangku SMA. Pola pikir sudah berubah harusnya, begitu imbuh bu Melly.


Tapi, ternyata perkataan bu melly tidak dihiraukan juga. Seketika kelas terdiam hening tanpa ada suara atau kata sedikit pun Yang terucap dari mulut seorang siswa siswi. Terdengar hanyalah detik jam berlalu di tembok putih.


"Heh. Malah diam. Ayo maju, minta maaf kalian sama Reno dimulai dari paling depan, baris kiri. Ayo!". Kata bu melly, wajahnya memerah karena marah.


Akhirnya mereka satu per satu bangkit berdiri dari bangku dan meminta maaf, memberi salam tangan satu per satu kepada Reno.


"Gue minta maaf". Kata Zayn singkat dan cuek sembari memberi tangannya kepada Reno, namun ia tidak menatap. Ia mengulurkan tangannya dengan tidak ikhlas.


Reno dengan segala kepolosannya hanya mengatakan "iya gue maafin".


Seluruh murid memang satu per satu meminta maaf dengan memberikan salam pada Reno. Namun terlihat dari raut wajah mereka semua, tidak ada yang benar benar tulus meminta maaf kepada Reno. Hanya karena diperintahkan bu Melly, mereka dengan berat hati melakukannya.


Selesai itu, Bu Melly menyuruh Reno mengeringkan dirinya terlebih dahulu di luar kelas. Karena dalam keadaan basah kuyup, Reno tidak bisa mengikuti pelajaran. Dan yang ditakutkan, ia bisa masuk angin. Tadinya, Diandra mengajukan diri untuk ikut menemani Reno di luar, tetapi bu Melly membantah dan tidak mengizinkan.


Selesai pelajaran, waktu berlalu hingga siang Hari.


*Tring. Saat nya murid untuk pulang ke rumahnya.


Reno mengemaskan barang barangnya kedalam tas coklat miliknya. Diandra pun begitu. Ia memasukkan buku, kotak pensil ke dalam tasnya dan segera pulang. Tatapan kedua mata Diandra masih saja tertuju pada Zayn. Ia memberikan lirikan tajam. Tak lama ia menghampiri Zayn dan teman temannya.


"Kali ini lo bisa lolos, awas aja kalau lain kali, lo ketangkep basah ngerjain Reno, liat aja" ancaman Diandra kepada Reno.


Zayn tidak menghiraukan perkataan Diandra dari raut wajahnya ia berpura pura tidak peduli.


"Terserah. Terserah lo mau bilang apa." balas Zayn didepan Diandra.

__ADS_1


__ADS_2