Mencintai Untuk Terluka

Mencintai Untuk Terluka
Pertemuan Rio dan Diandra di mall


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju ke mall, Pak Wandy menanyakan lokasi mall tempatnya bertemu dengan Rio.


"Di mall mana ya, Dian ?". Tanya Pak Wandy.


"Di **** ***** mall, pah". Jawab Diandra singkat.


....


Sementara itu, Rio baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan menaikkan kedua tangan, menariknya. Ia lega karena akhirnya pekerjaan bisa selesai.


"Huh akhirnya selesai juga, saatnya cabut ke mall untuk bertemu Diandra." Imbuhnya dalam hati.


Jantung nya berdegup saat mengingat sahabat lama Reno itu, dan seketika jantungnya terasa nyeri. Rio mengeluarkan obat penghilang sakit dari kantung celananya secara perlahan, agar karyawan lain tidak melihatnya. Satu pil berada di genggaman tangannya, dengan cepat ia memasukkan pil itu ke dalam mulutnya, mengambil dan meminum segelas air putih. Yang tepat berada di atas meja kerjanya.


Tak ada yang curiga dengan aksi Rio menelan pil. Sejak kecil, Rio mengindap penyakit jantung bawaan. Bu Yeni (ibu Rio) pernah membawa Rio semenjak balita untuk mengecek jantung, dan dinyatakan ia mengindap cacat disfungsi jantung sejak lahir. Namun karena masih terlalu dini, Rio tidak dianjurkan untuk melakukan operasi.


Lelaki itu hanya mempunyai seorang ibu. Saat ia lahir, ayahnya sudah pergi berpisah meninggalkan ibunya. Saat ia beranjak dewasa, Rio selalu berbohong pada ibu dan adik-adiknya, ia mengatakan bahwa jantungnya sudah sembuh dan meminta ijin untuk merantau ke Jakarta, dengan tujuan untuk membina hidup yang mandiri.


Bu Yeni tidak melarang putra sulungnya itu untuk pergi ke Jakarta, toh jantungnya juga sudah sembuh. Sehingga baik Bu Yeni maupun adik perempuannya sama sekali tidak menaruh rasa curiga tentang kondisi kesehatan Rio.


Sementara itu, kini Bu Yeni tinggal di Tangerang, bersama anak bungsu dan kakak kakaknya.


Rio bangkit dari kursinya dan mengambil tas backpack hitam miliknya. Sebelum pergi ke mall, ia ke toilet kantor sebentar. Disana Rio menatap bayangan dirinya didepan cermin WC.


Tangan kanan perlahan memegang jantungnya dan ia menarik nafas dalam- dalam, menghembuskannya.


"Jangan grogi, Rio! Siap harus ketemu Diandra!" Imbuhnya dalam hati.


Setelah itu, Rio melangkahkan kakinya keluar dari kantor. Ia benar-benar seperti manusia yang berbeda ketika keluar dari toilet. Saat berada dalam toilet, ia menjadi Rio yang muram. saat keluar, ia merubah mimik wajahnya agar tidak dicurigai, menjadi Rio yang semangat seperti sediakalanya. Sebelum ia keluar, ia pamit kepada Ivan dan pak Harto.


"Bro, gue pamit dulu ya". Ucap Rio menepuk pundak Ivan.


Ivan yang sedang menatap komputernya itu mengalihkan pandangannya ke arah Rio.


"Tumben cepet pulangnya? Mau kemana lo? Mau ngedate? Haha".


Rio tersenyum dan menjawab.

__ADS_1


"Mau ke mall, ketemu someone".


"Tuh kan bener, mau ngedate. Sudah ku duga, wah cepet nih udah punya pacar. Kenalin kali ah. Sombs lu haha". Timpal Ivan.


(Sombs : sombong; lebih kearah bercanda).


Rio hanya melemparkan senyumnya yang manis itu dan tak lupa ia pamit kepada bosnya.


"Pak Harto, saya pamit dulu ya. Iya tau cepet dari biasanya, karena saya ada janji sama orang. Pekerjaan saya udah selesai kok yang hari ini, hitungannya sudah saya koreksi dan laporannya ada dimeja saya, ya pak". Ijin Rio kepada pak Harto.


Pak Harto tampak tersenyum.


"Iya santai, Rio. Bilang aja mau ketemu pacar kan.. haha dasar anak kids jaman now". Ucap pak Harto menyenggol pundak Rio.


Rio tidak menjawab apa-apa, dan melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya. Ia lupa mengabari Diandra dan langsung mengeluarkan ponselnya, memberikan pesan kepada Diandra.


"Hai. Kamu sudah sampai?"


Setelah mengirim pesan, Rio pamit dengan Pak Harto dan mengambil kunci motornya di kantung celana. Motor yang biasa ia pakai tergolong motor gede alias moge berwarna hitam dan bermodel vintage.



....


Diandra baru saja tiba di lobby depan mall. Tak lupa, ia pamit kepada pak Wandy.


"Pah, Dian turun dulu ya". Pamit nya, memberikan salim tangan kepada Pak Wandy.


"Hati-hati! Pulangnya jangan terlalu malam ya!"


Pak Wandy tampak memperingatkan putrinya supaya tidak bertingkah aneh, dan pulang terlalu larut malam.


Diandra pun mengangguk dan keluar dari mobil Pajero hitam itu. Pak Wandy melajukan mobilnya dan keluar dari mall.


Gadis itu tampak tengah berdiri didepan lobby mall dan mengecek ponsel, membalas pesan dari Rio.


"Udah nih. Udah sampai didepan lobby".

__ADS_1


(Diandra).


"Oke, kakak susul kamu kesana ya". (Rio).


Tanpa menunggu balasan dari Diandra, Rio segera melangkahkan kakinya ke lobby pintu utama mall.


Diandra menunggu, sambil berdiri, melihat ke arah sekeliling mall itu karena ia belum pernah pergi ke xxxx xxxx mall. Betapa luas dan besarnya mall itu. Imbuhnya dalam hati.



Saat itu juga, mata setiap orang tertuju kepadanya. Karena ia sudah cantik tanpa polesan makeup pun, kini memakai makeup natural, membuat aura kecantikannya bertambah.


Kebetulan, Reno tengah melajukan motornya melewati daerah itu. Ia baru saja, pulang bekerja. Hari ini, pulang cepat karena pekerjaannya sudah diselesaikan dari hari sebelumnya.


Tanpa sengaja, motor Reno melewati xxxxx xxxx mall. Ia melihat ke arah lobby depan mall itu.


Matanya sekilas melihat sosok gadis berambut panjang, memakai rok, berdiri didepan lobby.


"Kenapa mirip Diandra ya?". Imbuh Reno sambil melajukan motornya di jalan.


Sembari melanjutkan perjalanannya, Reno tampak tidak memperdulikan. seperti angin yang berlalu.


"Ah nggak mungkin, salah liat sepertinya. Toh gue juga pake helm gini, samar-samar". Ungkapnya dalam hati, meyakinkan diri bahwa itu bukan Diandra. Karena tampilan gadis itu sedikit berbeda. Biasa ia tidak memoleskan make up diwajahnya, kini Diandra bertata rias demi bertemu Rio.


....


Rio tampak mengarahkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Matanya tertuju pada sosok gadis yang memakai cardigan dan berambut panjang gelombang. Tak salah lagi, itu pasti adalah Diandra!


Tampak, Rio memberi senyuman dari jauh saat Diandra mengarahkan kepalanya ke kanan. Ia pun melempar senyum nya kembali.


"Hai Dian! Ternyata kamu lebih cantik bertemu langsung ya daripada difoto haha". Gumam Rio mendekat ke arah nya.


Saat itu juga, Diandra benar-benar terpana akan paras Rio. Baru pertama kali, ia merasakan suka pada pandangan pertama. Rio mempunyai senyum yang manis, terlihat humble dan ramah, tak lupa ia juga tampan. Sangat tampan daripada di foto profilnya. 100% Rio adalah pria idaman Diandra.



__ADS_1


Diandra pun tersenyum kaku, karena ia benar- benar salah tingkah di hadapan Rio.


"Hehehe.. ma makasih". Jawab nya terbata- bata.


__ADS_2