
***Hai semua! Apa kabar nih? Sehat selalu and stay safe ya buat kalian😘
Jangan lupa tekan like, komen, rate and vote. Salam hangat dari Author.
Happy reading***~~
....
Walaupun mereka sudah lulus, gadis itu tetap tidak bisa memaafkan perlakuan Zayn kepada Reno. Meskipun begitu, Reno sudah memaafkan Zayn dan mengampuninya walaupun pria jahil itu belum meminta maaf".
"Ren, gue minta maaf ya hehe, gue ngaku salah". Kata Zayn
"Udah, gue maafin kok, ya kan". Lalu Reno menyenggol pelan Diandra yang ada disebelahnya.
Diandra terdiam tidak memberikan kata kata. Namun Reno mengatakan, kalau sebagai umat manusia kita harus saling memaafkan dan mengampuni. Itulah pelajaran kehidupan.
Akhirnya karena bujukan Reno, gadis itu menerima permintaan maaf dari Zayn.
"Iya iya gue maafin lo juga kok, asal jangan diulangi lagi ya". Jawab Diandra.
Zayn mengangguk. Hatinya benar benar tulus dan ikhlas untuk meminta maaf kepada Reno.
Hari hari berikutnya dilewati oleh kebersamaan Reno dan Diandra. Mereka datang ke sekolah pada hari libur, sebelum h-1 jadwal penerbangan Diandra ke Australia. Tujuannya mereka ingin mengembalikan buku yang dipinjam ke perpustakaan.
"Ini Bu, buku kami berdua yang sudah kami baca hehe, maaf ya Bu kami lama mengembalikannya soalnya kami bertukar buku untuk dibaca" kata Diandra kepada Bu Shinta, (penjaga perpustakaan).
"Iya gak papa nak. Selamat ya atas kelulusan kaliannn, haha". sambung Bu shinta
"Makasih bu kami pamit dulu ya". Jawab Reno kepada Bu Shinta.
Ini menjadi kali terakhir dimana, Diandra menginjakkan kaki di sekolahnya itu. Sebelum pulang, ia berdiri didepan gerbang, menatap beberapa detik gedung sekolahnya.
"Gue bakal kangen banget sama sekolah ini". Kata Diandra berdiri terpaku didepan dan menatap bangunan gedung sekolahnya dari setiap sudut.
Dengan melangkahkan jejak kakinya perlahan, gadis itu membalikkan badan meninggalkan gedung sekolah. Reno mengikuti pulang ke rumahnya.
Diandra ingin segera berkemas-kemas pada esok hari jelang keberangkatan nya ke Australia, untuk itu Reno datang, membantu Diandra beres-beres.
__ADS_1
.....
*Perhatian, jadwal penerbangan dari Jakarta-Sydney sebentar lagi akan dimulai. Harap bersiap-siap.*
Maskapai penerbangan pesawat Lion Air itu sebentar lagi akan landing. Membutuhkan waktu sekitar 7 jam perjalanan dari Jakarta menuju kota Sydney.
Langkah kaki insan berlalu lalang. Ada yang baru mudik ke kampung halamannya. Ada pun turis yang datang ke kota metropolitan ini. Para pramugari cantik dengan seragam khas mereka. Juga pilot yang siap menerbangkan maskapai pesawat.
"Dian. Baik-baik ya di sana. Safe flight, om dan tante, safe flight juga yaa". Pamit Reno kepada Diandra dan kedua orangtua Diandra yang sudah memegangi beberapa koper.
"Dian... Bu, pak... Safe flight ya". Sambung Bu Sumi.
Pak Wandy dan Bu Laura memberikan senyum ke arah Reno dan Bu Sumi, lalu tak lupa Diandra juga mengucap perpisahan.
"Iya, gue pamit dulu ya, bye".
"Bu Sumi, Dian pamit ya."
Mata pria itu masih memandangi landasan pesawat, melambaikan tangannya kepada sahabatnya itu. Diandra menatap dibalik jendela kecil sebelah tempat duduk di pesawat.
Dan akhirnya pesawat Lion air tersebut sudah pergi dari hadapannya, dan melayang di angkasa. Ini memang berat bagi Reno, namun ia harus bisa menerimanya.
Tanpa berkata kata, ia pamit pulang dari bandara bersama ibunya.
......
Pukul 10 malam tepat, Reno memandangi jam dinding bulat yang terpaku di tembok kamarnya. Seharusnya, Diandra sudah sampai di Sydney. Pikiran nya mulai kacau. Ia takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. Perasaannya gundah.
*Tring
Notifikasi dari ponsel Reno berbunyi.
__ADS_1
"Gue udah sampe nih, di bandara Sydney". Ucap Diandra mengirim pesan kepada Reno.
Setidaknya, perasaan Reno sekarang menjadi lebih baik setelah tadi, ia mencemaskan Diandra.
"Wih, cie yang udah sampe haha" Balas pesan Reno.
"Eh ya Ren, by the way gue gak bisa lama-lama nih. Disini jam 1 subuh harus langsung ke apartemen. Udah dulu ya. Bye." Ujar Diandra terburu-buru. Ia adalah tipikal orang yang tidak bisa memainkan ponsel jika dalam keadaan terdesak seperti keadaannya saat ini yang harus ke apartemen.
Meriton Suites Zetland, adalah salah satu apartemen mewah yang terletak di pusat kota
Sydney. Apartemen ini terdiri dari 22 lantai dan merupakan apartemen bintang lima.
Disana, Pak Wandy sudah menyewa dan mem-booking kamar VVIP nomor 304. Akhirnya, mereka dapat sampai di apartemen itu dan bisa istirahat dengan nyenyak.
"Akhirnya gue sampe juga, leganyaaa".
Ujar Diandra sambil menghempas tubuhnya ke tempat tidur yang empuk itu.
Tak lupa, ia memberi kabar kepada Reno bahwa ia sudah sampai di apartemen. Reno yang melihat apartemen itu tercengang dan kagum. Bagaimana tidak? Karena Meriton Suites Zetland memang salah satu apartemen yang memberikan fasilitas canggih dan mewah. Ia berkecil hati, berfikir betapa beruntungnya, Diandra. Hidupnya enak, serba ada, keluarga lengkap, fisik yang sempurna. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Reno yang sederhana dan apa adanya, jauh dari kata 'kemewahan'.
Diandra, didaftarkan disekolah Lauriston girls school, sekolah ini adalah sekolah khusus wanita yang berada di Sydney. Sekolah ini tepat berada di jalan 38 huntingtower Rd, Armadale VIC 3143, Australia.
Disini, Diandra menempuh pendidikan. Mendapatkan banyak teman. Terutama teman asing yang berasal dari Australia. Juga percakapan mereka, yang diharuskan menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, baik Diandra maupun keluarganya sudah fasih terhadap bahasa Inggris.
Liburan sekolah telah tiba. Tak lupa Diandra selalu memotret kunjungannya ke beberapa tempat di Sydney dan mengirimkannya pada Reno.
Begitulah kehidupan Diandra yang cukup bahagia. Bagaimana dengan Reno di Jakarta? Reno sudah pindah sekolah semenjak kejadian bully yang menimpanya. Ia takut kejadian itu akan terulang kembali jika ia masih saja menetap di sekolah itu. Ia pindah ke sebuah sekolah swasta. Tidak begitu, dekat dengan teman teman. Karena Reno memang orang yang tertutup dan cenderung Introvert. Baginya berteman dengan Diandra saja sudah cukup. Sambil menanyakan kabarnya di Australia.
Sementara, Zayn dan teman temannya masih menetap di sekolah itu. Meskipun, Zayn sudah tercoreng nama baiknya. Namun di jenjang SMA kali ini, ia menjadi murid baik-baik dan tidak lagi nakal. Nilainya pun juga tinggi, ia giat belajar. Thomas dan Richard pun begitu.
Sekiranya begitulah keadaan singkat mereka. Berbeda beda tempat, Diandra berada di Australia, Reno berada di sebuah sekolah swasta lain dan juga Zayn yang masih menetap di sekolah SMP Harapan Bangsa, tempat pengukir sebuah kenangan, dimana disana terdapat suka duka. Mulai dari kemesraan Reno dan Diandra, juga perjuangan Reno yang dibully di sekolah itu.
__ADS_1