
"Kalau dia lebih dewasa umurnya, pasti dia yg mengatur hubungan. Dan kakak nggak suka. Lebih baik sama yang lebih muda walaupun sedikit jauh seperti beda 6 atau 7 tahun haha". Ujar Rio dengan jujur dan tertawa.
"Terus sampai sekarang kak Rio belum punya pacar, alasannya kenapa? Kok bisa belum ada? Sudah 24 lho".
Gumam Diandra menakut-nakutinya yang sudah berumur 24 tapi masih saja berstatus lajang.
Rio tersenyum.
"Jangan nakut-nakutin kakak, kamu. Haha. Santai. Belum ketemu aja. Soalnya nggak ada yg sesuai kriteria, dikantor juga ngga ada. Percayalah, Ini kali pertama kakak jalan berdua sama cewek. Sebelumnya ga pernah, selalu rombongan campur. Nggak pernah date dan kamu adalah cewek pertama yang jalan sama kakak haha".
Jawab Rio fokus menatap Diandra yang ada didepannya.
"Oh ya kamu sendiri gimana? Punya kriteria cowok juga?"
Tanya nya kembali kepada Diandra.
"Kalau aku ya hmmm..."
Pinta Diandra sambil berpikir sejenak.
"Oh ada, aku suka cowok yang bisa main gitar, terus aku suka cowok tinggi, dewasa, aku suka cowok yang lebih tua dari aku. Udah sih itu aja. Eh, kok kita bahasannya sampai disini ya hahaha".
Rio kembali menatap Diandra dan tersenyum.
"Oh oke, lupain aja. Kakak penasaran. Kamu kan dari Australia nih, tujuan kamu kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah atau ada masalah lain?".
Diandra menundukkan kepalanya dengan wajah termenung,
"Memang benar, aku kesini ingin lanjut kuliah di Jakarta. Tapi ada 1 alasan yaitu lebih tepatnya aku ingin menemukan kembali sahabatku yang sudah lama ngga ada kabar".
....
Diandra mengangkat kepalanya dan tatapannya begitu dalam, mata nya sudah sayu, berkaca-kaca. Seketika pikirannya terbayang akan Reno dulu,
Dimana pria itu sekarang..
Bagaimana keadaannya..
Diandra sangat merindukan.....
Rio menatap mata indah milik Diandra. Berbentuk kacang almond, tidak terlalu besar, dan tidak sipit. Hitam pekat warnanya, kian berkaca-kaca hampir meneteskan sebulir air mata mengenang sahabat tercinta.
"Kalau boleh tau, sahabatmu yang hilang itu pria atau wanita?"
Tanya Rio penasaran dan mendekatkan wajahnya pada Diandra.
"Pria. Kami dari kecil senang menghabiskan waktu bersama sampai lulus SMP, hingga aku harus pindah ke Australia Karena papaku ada pekerjaan disana, mau tidak mau, aku pun ikut dan syukur aku bisa kembali lagi ke Jakarta. Karena inilah keinginanku, kuliah dan menemukan sahabat. Pasti dia sedang kerja atau mempersiapkan kuliah juga sekarang, sama seperti aku."
Jawab Diandra.
__ADS_1
"Oh gitu, yasudah jangan sedih. Waktumu masih banyak kok. Kakak yakin kamu pasti bisa bertemu sahabat kamu itu, pasti kalian bertemu kok".
Ucap Rio menenangkan gadis itu.
Diandra mengangguk, dan mencoba tersenyum tegar dihadapan Rio.
"Iya kak, I know. Eh ya kita sudah lama nih disini. Cabut yuk. Kasihan orang-orang yang mau makan disini. Mereka mengantri kak".
Lalu Rio melihat ke arah smartwatch yg ada dipergelangan tangan kanannya dan mengangguk nggangukkan kepala.
"Hmmm iya, yuk".
Mereka berdua pergi meninggalkan tempat makan itu.
"Arigatou Gozaimase"
(terima kasih Dalam Bahasa jepang)".
Ucap salah satu petugas restoran tersebut kepada Rio karena telah makan disana.
....
Sementara itu, Reno sedang berada dipersimpangan jalan dengan berkeliling mengendarai motor. Nampak langkah berlalu lelang, lampu disekitar lalu lintas menyala, Kali ini berwarna merah terang.
Reno menghentikan motornya sejenak,
"Dian, apa kabar disana?"
Imbuhnya dalam hati. Jalan tampak sangat sepi. Reno melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Dian, gue kangen". Ucapnya Dalam hati.
...
Lalu Diandra Dan Rio masih berjalan-jalan di mall.
"Jadi, gimana pengalaman kamu belajar di Sydney? Ada kesusahan? Kalau ada kesusahan seperti apa?" Tanya Rio, sambil berjalan disebelah Diandra.
Diandra mengangguk dan menoleh hadapan ke arah sampingnya.
"Yap, susah itu pasti ada kak. Kesusahannya, kita harus fasih berbahasa Inggris. Pelajaran pakai Bahasa Inggris. Bergaul disana juga dan 1 lagi, pelajarannya lebih susah daripada pelajaran di sekolah indo pada umumnya hehe".
"Iya sih maklum lah ya. Namanya juga belajar diluar negeri. Terus-terus kamu tinggal dimana? Dan jalan jalan kemana?"
Tanya Rio penasaran.
"Aku sama keluargaku, tinggal di gedung apartemen. Nama apartemennya Meriton suites zetland. Aku sudah mengunjungi Jembatan Sydney harbour. Disana, papaku bawa mobil dan kita lewatin jembatan itu. Pas liburan sekolah, musim dingin, aku main-main salju, dan setiap pergantian tahun, aku sama keluarga pergi ke gedung Opera buat lihat kembang apinya, seru sih disana".
__ADS_1
Jawab Diandra, bercerita sedikit tentang pengalamannya di Australia.
Rio tertawa dan menggelengkan kepalanya.
"Hahaha ya kalau seru mah netep aja disana. Hm terus kamu udah kepikiran buat ambil jurusan apa?".
Gadis itu menggangguk.
"Yap, aku mau ambil jurusan sastra karena impianku sebagai penulis dari dulu, eh ya kita daritadi jalan-jalan doang nih, mau kemana?"
Tanya Diandra, sedari percakapan tadi, ia Dan Rio hanya berjalan-jalan tanpa tahu tempat tujuan.
"Hmmm kemana aja boleh asal ada kamu".
Rio menatap Diandra, dan serangan jitu 'gombalan'nya sudah mulai muncul.
Diandra sangat bersemangat, ia tahu akan mengajak pria itu pergi kemana.
"Aku tau. Gimana kalau kita pergi ke funworld? Hahaha, pasti seru".
"Ah, kakak mah ngga main gituan. Jaman kakak kecil, taunya main layangan doang haha".
Rio menggelengkan kepalanya. Ia memang jarang sekali main permainan seperti itu. Masa kecilnya hanya tahu bermain layang, gasing, dan permainan tradisional lainnya di desa Cireundeu, tempat saudaranya dulu.
"Ayolahhh, justru karna jarang, jadi harus coba ya?" Bujuk Diandra supaya Rio mau bermain di funworld bersamanya.
Rio mengangguk, dan setuju. Akhirnya Diandra pun senang. Mereka mengunjungi destinasi permainan itu dan memainkan berbagai macam games seperti dance pump, basket, capit boneka, dll.
"Ayooo coba kalahkan kakak, kalau kamu jago hahaha".
Ledek Rio sambil melemparkan bola basket ke ring.
Diandra sibuk melemparkan bola basket supaya tepat sasaran masuk ke dalam ring. Namun upaya nya tak sebanding dengan skor Rio.
"Jangan sombong dulu! Ini bentar lagi terkejar skornya".
Timpal Diandra.
"Hahaha skornya jauhhh, ngaku aja kalah! "
__ADS_1
Jawab Rio sambil melemparkan bola basket dengan santainya, namun tepat sasaran. Rio terlihat lebih cerdas dan lemparannya tepat dalam ring daripada Diandra yang mencoba melempar, dan hasilnya, ada bola yang masuk dan ada yang tidak. Lelaki memanglah sangat mahir dalam olahraga jika dibandingkan perempuan.