
Sementara itu, Zayn dan teman temannya, Mereka tidak kapok dan tiada henti-hentinya menyediakan beribu rencana untuk mengerjai Reno. Kali ini, Zayn mempunyai ide licik agar ponsel nya dimasukkan ke dalam tas Reno, lalu ia menyalahkan Reno yang telah mencurinya.
(Diruang guru)...
"Maaf Bu Melly, saya ingin berbicara. Jadi tadi kan kelas 9A ada pelajaran saya, olahraga basket. Tapi salah satu murid ibu yang namanya Zayn, entah kenapa saya melihat dia seperti sengaja mendorong Reno hingga jatuh. Dan saya menyuruhnya minta maaf, Zayn memang minta maaf, tetapi raut wajahnya seperti tidak ikhlas dan gak ada rasa bersalah". Ujar pak Herman selaku guru olahraga.
Mendengar hal itu, Bu Melly bertanya tanya dan teringat akan ucapan Diandra sewaktu itu.
"apakah memang benar yang dikatakan Diandra bahwa Zayn senang mencelakai Reno?" Memang, Zayn adalah anak yang terkenal dengan kebadungannya. Meskipun ia nakal, ia mempunyai otak yang cerdas. Zayn menjadi saingan terbesar Diandra untuk mendapat ranking 1 dikelas.
Lalu Bu Melly menjawab
"Oh begitu ya pak. Oalah saya baru tahu itu, makasih atas laporannya pak".
"Jadi Bu, saya mau tanya. Apakah Zayn itu dikelas suka begitu Bu? Sikap dia gimana sih selama dikelas? Ibu kan wali kelasnya". Tanya pak Herman penasaran.
"Iya pak, Zayn itu emang anak nakal. Tapi otaknya pinter sih pak, diajarin dikit langsung mengerti". Jawab Bu Melly.
"Walah biarpun pinter, sikapnya gak begitu juga kali". Cetus pak Herman. Ia tampak benar benar kesal dengan Zayn. Dan mungkin beliau akan memberikan Zayn dengan nilai sikap c. Dimatanya, Zayn bukan murid yang terpuji meskipun cerdas.
.....
Sesampainya Reno dirumahnya..
"Bu, Reno pulang!" Ujar Reno. Wajahnya lemas dan suaranya pelan.
Bu Sumi menghampiri Reno
"Lho kamu kenapa nak? Kok lemes banget?" Tanya ibunya heran.
"Gapapa kok bu, cuman sedikit di bully aja hehe, Reno sayang ibu. Jangan tinggalin Reno ya, Bu. ibu satu satunya yang Reno punya". Remaja itu memeluk ibunya dan menangis. Meskipun tergolong laki laki, perasaan Reno mudah rapuh seperti perempuan. Ia mudah tersakiti dan hatinya mudah tersayat.
__ADS_1
"Ibu ga akan ninggalin Reno, iya sudah sudah jangan nangis. Kamu yang tegar. Anak laki lho, masa nangis sih. Hahaha. Yasudah, naik gih ke kamar, ganti baju. Kata ibu Sumi mengelus kepala Reno dan melepaskan pelukannya.
Lalu remaja malang itu pergi ke kamarnya, raut wajahnya sudah tidak bersemangat seperti biasanya. Langkahnya terseok-seok. Menaiki anak tangga dengan badan terkulai lemas. Ia lelah, baik secara fisik, maupun jiwanya.
Saat ia berada di kamarnya, ia hanya terbaring di kasur. Meratapi nasib hingga lelap tertidur.
...
Sementara itu, Diandra sedari tadi mencemaskan sahabatnya.
Kendati demikian, sahabatnya itu selalu menampakkan wajah murung.
Diandra berinisiatif untuk mengambil ponselnya dan memberi sebuah pesan motivasi untuk Reno.
"Semangat yah, cobaan memanglah tidak mudah, semua masalah pasti ada didalam hidup. Kalau ga ada masalah, namanya bukan hidup. Pasti kita semua ada masalah dan cobaan kok, lo bisa lewatin ini semua dengan baik, cause I know you. I always be with you, And God always love you." (Diandra).
Tak lupa, ia memberikan quote motivasi kepada Reno.
Saat itu Reno tidak langsung membaca dan membalas pesan dari Diandra karena ia tertidur pulas. Lalu Diandra menutup ponselnya. Ia melanjutkan membaca buku yang belum selesai dibaca.
Malam hari tiba. Detik jam di dinding menunjukkan pukul 8 malam.
Reno terbangun dan mengecek ponsel nya. Lalu ia membaca pesan dari Diandra. Hati nya agak sedikit tenang dan lega setelah mendapat motivasi. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada Diandra. Bagaimanapun, ia tak bisa menyalahkan Diandra sebagai salah satu orang yang menyakitinya, karena harusnya yang membuatnya sakit seperti sekarang ini adalah perasaan cintanya untuk Diandra. Bukan diri Diandra. Buktinya, Diandra masih ada disisi Reno dikala ia terpuruk. Mungkin memang Reno harus menyadari bahwa tak ada kata lebih dari "sahabat" bagi dirinya dan juga Diandra.
Keesokan harinya..
Hari ini disetiap sudut sekolah terpasang cctv, tanpa ada murid yang tahu, guru guru sengaja tidak memberitahu para murid bahwa cctv akan dipasang. Bagi yang tidak sadar, dan melakukan tindakan tercela, akan ketahuan dan dihukum.
"Anak anak hari ini kita akan memulai pelajaran, jadi buka buku halaman 52, kerjakan di buku latihan dan dikumpulkan!" Ujar Bu Lani (guru fisika).
Saat itu satu kelas hening, dan mengerjakan dengan tenang, Tidak ada suara satu pun, karena Bu Lani terkenal akan guru yang galak dan tegas disekolah mereka.
__ADS_1
Setelah bel istirahat berbunyi, pertanda jam pelajaran telah usai, tugas pun dikumpulkan. Saatnya anak anak untuk istirahat dan makan.
Kelas dalam keadaan kosong saat itu. Tampak Diandra dan Reno pergi membeli makan ke kantin, memesan bakso dan jus jeruk favorit mereka.
Inilah saat yang tepat, dimana ulah Zayn dan teman temannya beraksi. Saat situasi kelas tidak ada orang satu pun. Zayn memasukkan ponselnya kedalam tas Reno. Richard dan Thomas mengawasi dari dalam pintu kelas, memastikan tidak ada orang yg masuk.
Setelah memasukkan ponsel kedalam tas Reno, mereka bertiga melangkahkan kaki ke luar kelas dan tertawa puas. Gelagat mereka sama sekali tidak dicurigai oleh murid. Sayangnya, Zayn dan teman temannya tidak menyadari bahwa ada cctv dikelas.
Bel berbunyi, saatnya anak anak masuk ke dalam kelas. Kali ini, mata pelajaran Bu Agnes (guru IPS). Zayn tampak sudah merencanakan ini sebelumnya, ia senang karena Bu Agnes terkenal juga galaknya, selain Bu Lani. Dengan begitu, pasti Reno akan dimarahi habis habisan, pikirnya.
Ulah Zayn mulai beraksi. Ia berakting seperti kehilangan sesuatu, wajahnya panik.
Bu Agnes yang melihat Zayn dengan heran pun bertanya.
"Zayn, kamu kenapa? Cari apa?"
"Hmmm anu Bu, ponsel saya hilang". Ujar Zayn berpura pura panik.
Mendengar hal itu, Bu Agnes benar benar dibuat marah. Wajahnya mulai memerah. Ia pun menegur kelas 9A itu, sampai tidak ada yg berani mengeluarkan suara satu pun.
"Dari saya masuk ke kelas ini sampai sekarang bahkan dari laporan guru-guru, ada apa sih sama angkatan ini? Selalu cari masalah. Dari kemarin, ada saja, nanti ponsel hilang lah, apa lah. Huh bikin capek saja. Saya tidak mau ambil pusing, lebih baik yang curi atau cari masalah mending mengaku saja sekarang, kalau tidak, ya dosa sendiri".
Ucap Bu Agnes, menegur seisi kelas dengan nada tinggi dan benar benar emosi. Ia sudah lelah menghadapi kelas 9A. Kelas itu memang sudah di cap buruk dan diblacklist oleh para guru.
__ADS_1